Skip to main content

Oleh-Oleh Dari Soemardja A Design Weekend

Penasaran sama acara Soemardja A Design Weekend? Berikut oleh-oleh dari acara ini. Bagiku menyenangkan bisa bergabung di acara ini dari 19 peserta sepertinya hanya aku yang ga pernah sekolah seni :D Itu sebabnya mendesain bagiku seperti menjawab persoalan dalam keseharianku. Sementara di pameran ini hampir sebagian besar memanerkan prototipe dari konsep desain yang mereka buat, jadi belum sampai produk yang udah siap dipasarkan. Nampaknya di acara ini aku yang paling semangat membawa produk dan langsung gelar lapak hihihiihi... sebenernya sekalian tes pasar dengan desain notebook terbaruku dan lumayan dapat banyak feedback untuk desain-desain notebookku yang sebelumnya. Thanks buat Ewo, Budi, Betet, Edo..biarpun acaranya cukup bersahaja, tapi aku menemukan kehangatan dan keakraban. Terima kasih ya :)

Karya rajutan Esti Gandana. Menggabungkan bermacam jenis benang dengan komposisi warna natural.

Karya Diaz Adisastomo: tempat CD dari plat mobil bekas yang ini bisa dibeli loh..:)

Akhirnya bisa ngeliat langsung sketsa cover CDnya The Sigit, karya Elfandiary.

Ivan Christanto dari Universitas Pelita Harapan, ikut mamerin karyanya juga di sini..

Mufti priyanka alias Amenk, siap berkolaborasi bersama aku akan menggunakan karya-karyanya untuk notebook edisi koleksi..

by Almond

by Zaldy Armansyah

by Nuri Fatimah

by Karisma Prawira Sudarma Saraswati Hamid. Lampu dengan konsep menarik. Diadaptasi dari bentukan modular yang bisa bongkar pasang sesuai dengan keinginan.


by Sorcery /Zanun Nurangga & Cahaya Dwisangkana

By Byo / Tommy Ambiyo

Anisa Fardan Nabila & Aulia Amanda Santoso. Recycle bohlam lampu jadi tempat bumbu.. menarik!

by Wanara

Promotion kit-nya Kandura keramik.

Yang ini juga unik..

 Kalau yang ini udah ketauan lapaknya siapa.. :D


Bisa gabung di facebooknya ADW
Lebih banyak foto ADW ada di Vitarlenology's Flickr Album

Comments

Lia said…
kok kok kok lucu2!!! :( ga kesana deh :(
LIAISON said…
lampu yang modular itu bukan karya karisma prawira, tetapi karya saraswati hamid. agar di check terlebih dahulu sebelum di post. terimakasih.
vitarlenology said…
Liaison, terima kasih untuk ralatnya..:)

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.