Skip to main content

Hari #23: Membuat 'Benang Rajut' Dari Kantong Kresek

Hari ini aku mau memberikan tutorial sederhana bagaimana memanfaatkan kantong kresek menjadi benang/tali untuk merajut. Aku tuh benci banget sama kresek apalagi yang berwarna hitam apalagi kalau berminyak.. duhhh... menjijikan. Tapi kantong kresek hitam ini termasuk yang paling banyak ditemui, karena lebih murah dibandingkan dengan jenis kresek lainnya. Kresek hitam ini adalah hasil daur ulang yang paling akhir, artinya itu dia ga bisa didaur ulang lagi dan kualitas plastiknya juga cukup rendah di bandingkan yang lain. Menjadikan kresek hitam ini sebagai 'benang rajut' bisa memberi nilai dan fungsi baru, sekaligus bisa mengurangi keberadaannya (asal semua orang mulai membawa tas belanja sendiri dan menolak si kresek hitam ini.

Bahan yang dibutuhkan: Kresek hitam, gunting dan alat merajut (bisa bray pen atau crochet hook)

Rapikah kantong kresek sesuai dengan lekukannya ketika dia belum dipergunakan.

Lipat jadi dua memanjang, seperti pada foto.

Lalu lipat lagi menjadi dua bagian atau seperempat dari ukuran aslinya.

Gunting bagian dasar kresek, lalu gunting kira-kira 2 cm seperti tampak pada foto. Jika lipatannya dibuka, maka guntingan kresek tadi akan membentuk gelang-gelang plastik.

Setelah itu, ikat gelang plastik satu dengan yang lain dengan cara mempertemukan salah satu sisi dengan sisi yang lain.

Masukan sisi yang lain kedalam bagian tengah irisan pertemuan dua gelang tadi.. kalau penjelasannya kurang jelas, silahkan lihat foto.

Tarik, tapi jangan terlalu keras biar sambungannya lebih kuat dan kencang.

Panjang tali bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan dan warnapun bisa dikombinasi sesuai dengan rajutan yang akan dibuat.

Setelah itu maka kamu akan mendapatkan alternatif benang rajutan yang bisa kamu rajut atau renda sesuai denga keinginanmu sekaligus juga kamu bisa mengurangi sampah kresek hitam yang ada disekelilingmu...:)

Comments

cassia vera said…
aku pernah nyoba, ngga 2 cm tapi 1 cm lebih.. oke juga kok, apalagi kalo untuk hakpen yang lebih kecil :p sukanya pake kantong yang bergambar atau bewarna.. semburnya jadi lucuuu :D
Unknown said…
Waa, keren2, kresek aja bisa jadi alternatif benang rajut!
vitarlenology said…
mba dan: kalo kresek yang lebih tebal sebenernya ada lagi cara pengolahan yang lain, ntar kalo keburu aku posting di tutorial beberapa hari ke depan..:)

mba andi lia: iya mba kalo dah liat jadinya, ga keliatan dari kresek asal bisa bikin model yang pas aja..
waw,, bagus!! aku terpana melihatnya hehehe
Likes!
Uty said…
Aku jg lg bikin mba tas dr kresek, tp aku ngga di gunting putus jd gelang2 aku gunting serong jd kreseknya panjang, sayang karna malas dah empat bulan tas nya ngga jadi2
vitarlenology said…
sama ty, aku juga ada tas yang aku rajut dari kresek sampe sekarang belum jadi-jadi.. hehehhehe

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …