Skip to main content

Hari #22: Sabuk Dari Pembuka Kaleng Minuman

Aku menemukan sekantong pembuka kaleng minuman yang sempat aku kumpulkan. Waktu mengumpulkannya aku ga tau, benda kecil ini mau dibikin apa. Akhirnya hari ini menemukan idenya, dibikin sabuk aja. Di jalin dengan tali warna warni, jadi deh sabuk unik. Mau tau cara bikinnya?
 Bahan yang diperlukan: Pembuka kaleng minuman (100 pcs), 2 utas tali yang cukup kuat dengan panjang 150 cm.

1.  Sisakan tali kira-kira 25cm sebagai ekor yang menjuntai lalu kat tali pada setiap sisi lubang pembuka kaleng.

 2. Ambil pembuka kaleng kedua, tumpuk di atas pembuka kaleng pertama dengan posisi saling beririsan seperti tampak pada gambar di atas.

3. Ambil tali masukan dari arah depan ke belakang melewati sisi pembuka kaleng kedua yang terletak di atas pembuka kaleng pertama.

4. Letakkan pembuka kaleng ketika di bawah pembuka kaleng kedua dengan posisi saling beririsan. Kemudian masukan tali dari bawah ke dalam lubang yang menjadi irisan pembuka kaleng kedua dan ketiga. Karena ukuran pembuka kaleng ini tidak sama besar, maka letakkan berselang seling untuk mendapat bentuk sabuk yang lurus.

5. Letakkan pembuka kaleng keempat di atas pembuka kaleng ketiga dan saling beirisan. Lalu masukan tali dari atas ke bawah kedalam lubang hasil irisan pembuka kaleng ketiga dan keempat tadi. Tali di masukan melewati sisi pembuka kaleng keempat, jadi posisinya saling mengikat seperti tampak pada foto.

6. Letakkan pembuka kaleng kelima di bawah pembuka kaleng ke empat lalu ulangi tahapan di atas, sampai jalinan pembuka kaleng ini sepanjang yang kita inginkan.


7. Setelah sampai pada pembuka kaleng terakhir, potong tali dengan menyisakan ekor tali sama panjang dengan ekor tali pada awal tadi.

8. Setelah itu, ikat mati tali pada sisi pembuka kaleng. Maka sabuk pun selesai di buat.


Kamu bisa memasangkan gesper atau aksen lain pada ekor tali yang terjuntai. Pokoknya bebas berkreasi.

Perhatian! Oya, pada bagian belakang pembuka kaleng, biasanya ada bagian yang tajam bekas potongan yang menyambungkan pembuka kaleng dengan kalengnya. Nah, sebelum memulai membuat sabuk ini, sebaiknya bagian yang tajam ini di rapihkan dulu, dengan cara menekuk atau memukulnya dengan palu untuk menumpulkan bagian yang tajam tadi, supaya ketika sabuk dipergunakan, bagian yang tajam tidak menusuk kulit.

Selamat mencoba..:)

Comments

Amanda Putri said…
Ya Allah mbaaaaa. Ini ide-nya kok ga abis-abis siiihh. Makan apaan sih Mba Tarlen ini???

Ckckckckck... 2 THUMBS Up U Mba. Menjura deh pokoknya ^^
vitarlenology said…
hehehehe.. makannya sama kok sama kamu cuma aku ga pake sambel karena ga suka pedes :D terima kasih ya sudah jadi pengunjung setia blog aku..>:D<
sica said…
ini seru juga... aku gag mau dipake sabuk ah... mau buat semacam tirai gitu harusnya sih bisa juga ya len....heheheh :D
Dindie said…
ini tutorial terkeren selama ramadhan!
aku suka bgtttt yg ini... seharusnya SBY liat blog ini dan mengangkat mbak tarlen jd mentri paling kreatif!!!!
vitarlenology said…
pur, kalo aku jadi mentrinya sby, dijamin aku jadi orang yang paling ga kreatif hihihihihih... ngebatin aja yang ada...:P
salam kenal mba tarlen, idenya boleh juga tuh, kebetulan adek saya suka ngumpulin pembuka kaleng tp sampe skg blm diapa2in.
toscaberries said…
halow mb tarlen, salam kenal, aku suka bikin2 pakai barang ga kepakei juga, ide sabuknya keren bangettttt!
Nurul said…
wooowww keren mbak...salam kenal yah^^
Nurul-Japan
riewrite said…
kalau boleh tau tali yang warna warni itu namanya apa ya?,, kalau benang katun ada yang warna gradasi gitu,, tapi kalau tali belum pernah tau hehehe,,,
makasi,,
vitarlenology said…
rie itu talinya pakai tali tambang dari kertas..
riewrite said…
ow,, trus kalo mo beli nama kerennya di toko apa ya,, bagus banget sih warnanya,, penasaran,, hehehe,,
mbak Tarlen, sip banget aktifitasnya,, dari dulu saya pengen,, tapi gak perna konsisten hahaha,, smangat y,,,
Inge Lakawa said…
wow you are so creative!

do you want to follo each other?
visit my blog ^^
www.luchluchcraft.blogspot.com

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.