Skip to main content

Tutorial Projectku Di Media Indonesia, 29 Agustus 2010

Hey, ada liputan tentang kegiatan membuat tutorial dan proyek-proyek daur ulang yang aku bikin di Media Indonesia, Minggu, 29 Agustus 2010. Lumayanlah buat menyebarkan semangat mendaur ulang dan berbagi tutorial.  Sedikit sayang, karena yang menjadi foto ilustrasi untuk liputan ini adalah foto notebook dari disket yang aku tempeli dengan stiker yang salah tulis .. is belong to.. harusnya kan belongs to.. :P heheheheh.. itu versi pertama kali bikin notebook disket dan baru menyadari belakangan kalau aku salah tulis, tapi ga papalah..

Membaca liputannya bisa buka di epapernya Media Indonesia dan mesti log in dulu :D
Thanks buat Sica Harum yang menuliskan artikel ini.

Comments

waaaah keyeeeen....
congret ya mbak tarlen...
10 hari lagi, semangat,heihei...

xoxo
Mbak Tarlen, si buku disket ini yang di bikin barang jaman dulu buatan Mbak Tarlen jg yah? aku suka bgt n pernah beli..
btw selamat Mbak, masuk MI sekaligus menyebarkan virus cinta bumi :)
hugs <3
vitarlenology said…
iya aku pernah titip disana juga..:) lagi ngumpulin disket nih, mau bikin lagi..
Andi Lia said…
Selamat ya mb, semoga kampanye cinta buminya sukses! (Perlu aku infokan ke guru si Kiki ni, biar bisa jadi project craftnya anak2, kan mendidik buat bisa reduce-reuse-recycling juga kaan...)
vitarlenology said…
Mba Andi Lia: dengan senang hati mba..aku seneng banget kalo tutorial2 ini bisa berguna buat banyak orang.. terima kasih untuk terus mendukungku ya.. >big hugs<
MEI SULING said…
waaa, selamat yah len! bagus editorialnya :)
sica said…
hihihi,,dipajang disini juga... aduhhh,...:D

baru akses internet nih... dua hari ngurus pindahan, gag leluasa berinternetan.. aku kangen tutorialmu....hihihi

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.