Skip to main content

Numpang Nampang di Foxbussiness News

 Pertemuan pertamaku dengan Monday Craft Night, belajar bikin banner kain.

Menemukan link ini kembali, kenang-kenangan dua tahun lalu. Ceritanya Foxbusiness news lagi ngeliput profilnya Etsy.com waktu studionya masih di Gold St Brooklyn (belum pindah ke DUMBO) dan pada hari yang sama aku kebagian memandu acara monday craft night di etsy lab membuat modular origami. Waktu itu baru aku dan Julie Schnieder (koordinator Etsy Lab) yang hadir, jadi aja kami berdua didaulat sebagai model untuk mendemokan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Etsy Lab, disela-sela wawancara Fox dengan Robert Kalin, salah satu foundernya Etsy. Hehehe.. jadi aja kefilm deh.. untuk liat yang numpang nampang.. klik video The Art of Online Craft.. :D  Untuk membaca liputannya bisa dilihat di sini.

Etsy jadi salah satu komunitas online terbesar yang banyak memberi inspirasi buatku...aku merasa beruntung 2008 lalu bisa kenal dan terlibat dalam kegiatan mereka secara langsung..



Julie  waktu mengunjungiku awal Januari 2010, di Bandung.

Comments

Lia said…
asikkk amat sih
Andi Lia said…
Ihiiy, asiik ke pelem niy...btw keren banget mb Tarlen, jadi "akitivis" di Etsy. Ntar aku mau banyak tanya ah, jangan ngabur lho mb, hihihi...
vitarlenology said…
selama aku bisa jawab, ga bakalan kabur mba tenang aja.. heheheh.. aku sendiri belon punya toko di etsy loh.. udah daftar tapi belum aku aktifkan..
Andi Lia said…
Sama mb, aku juga belum aktifkan, kayaknya banyak banget yang musti dipelajari disitu, yaa...
vitarlenology said…
kendala terbesarnya buat seller dari Indonesia adalah ongkos kirim yang bisa lebih mahal dari harga barangnya.. aku sempet ngebahas ini sama humasnya etsy, salah satu solusi yang mereka tawarkan adalah diskon 8% (kalo ga salah..) bagi etsy seller internasional yang menggunakan fedex untuk jasa kurir pengirimannya.. tapi dihitung2 tetep aja lebih mahal.. apalagi kalo barang yang kita jual 3 dimensi ya..

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyakšŸ˜Š hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.