Skip to main content

Mesin Porporasi Emboss Vintage

Semalam dapat harta karun luar biasa nih dari lapaknya cik rani 'garasi opa'. Sebuah mesin porporasi (penomeran) emboss yang vintage banget. Setelah penawaran berlangsung lama, karena cicik bingung harus ngasih harga berapa, akhirnya semalam selesai latihan tai chi diputuskanlah, berapa rupiah mesin ini akan dilepas. Lagi pula, cicik tau kalau aku sangat menginginkan mesin ini. Bagus banget nih sebagai salah satu mesin produksi untuk isian notebook. Namanya juga mesin porporasi jadi ya hanya angka semua. Coba ada mesin begini yang huruf-huruf gitu, A-z. Seru tuh jadi bisa tulas tulis quote buat notebook.. mmm.. jadi inget stamp set A-Z yang aku punya dan terlantar di salah satu sudut kerjaku..


Mesinnya kecil aja, jadi cukup praktis kalau mau dibawa-bawa.

Hasil porporasi embossnya dilihat dari belakang.. kalau diraba kerasa timbul loh ..

Comments

riesta said…
kayanya alatnya jadul banget ya mbak....
vitarlenology said…
emang jadul berat.. tapi alat2 jadul begini, hasilnya malah lebih keren..
Andi Lia said…
Iyaya, yang jadul2 itu malah keren, kayak kamera aja, hehehe...
sica said…
gileee... dapet aja sih barang beginian len... kerennn abis... :D
MEI SULING said…
jealous...jealous...jealous....nanti pinjem yaaakkkk
vitarlenology said…
mba andi lia: iya mba apalagi kalo kamera jadulnya bermerek leica hahahaha pasti kerennn

sica: temenku emang jagonya berburu barang-barang yang ga kepikiran sama banyak orang..

mei: ayo mei, cobain...
mus said…
hlw mba.. sy butuh mesin porporasi, tp yg bisa buwat bolong2 ada g ya.. klw ada bisa hub. sy di no. 081380849523, NB; setiap lubang ± 1mm... trim seblumnya...

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.