Skip to main content

Hari #9: Membuat Dompet Kubus Serba Guna

Setelah kemarin membuat tag buat tas, hari ini aku mau mengajak teman-teman semua membuat dompet kubus serba guna. Menjelang mudik nanti, dompet-dompet seperti ini akan sangat terasa manfaatnya: untuk menyimpan peralatan mandi, kabel-kabel charger hp, laptop, obat-obatan dll. Aku pribadi paling ga suka benda-benda seperti itu tercecer di dalam tas. Semua ada tempatnya dan ketika dibutuhkan tidak sulit mencarinya.

Bahan yang dibutuhkan: Kain dua macam motif, resleting (panjangnya sesuai dengan kebutuhan), gunting, mesin jahit.


1. Potong dua macam kain tadi dengan ukuran yang sama besar. Lalu potong selembar lainnya dengan ukuran yang lebih kecil untuk talinya.

2. Jahitkan resleting diantara dua lembar kain yang sudah dipotong tadi. Lihat contoh. Ulangi untuk sisi kain dan bagian resleting yang satunya lagi. Setelah resletingnya terpasang, hasilnya akan seperti pada foto.
3. Jahit potongan kain yang lebih kecil tadi, untuk tali pegangannya.

4. Lipat tali pegangan menjadi dua bagian, lalu selipkan diantara badan dompet yang sudah terlipat dengan posisi resleting pada bagian tengah. Lihat foto biar jelas. Lalu jahit sisi-sisinya.

5. Untuk menutup bekas jahitan, gunting kain membentuk ban untuk pinggiran lalu jahitkan. Lihat foto. Ulangi pada sisi jahitan yang satunya lagi.


6. Setelah selesai, buatlah sudut pada ujung sambungan, lalu jahit vertikal sejajar dengan posisi resleting, untuk memberikan volume pada dompet. Lihat gambar. Ulangi pada tiga sisi yang lain, sehingga terbentuklah dompet kubus, seperti pada gambar.

7. Terakhir, untuk merapikan jahitan volumenya, gunting sisa kain, lalu tutup bekas jahitan dengan menjahitkan kain sebagai penutup pinggiran, seperti tampak pada gambar. Selesai sudah dompet kubus serba guna.


Comments

Amanda Putri said…
Keren mba!!
Btw.. itu kainnya kain apa ya??
vitarlenology said…
aku pake kain buat sprei..
riesta said…
yaaa,,,pake jait menjait...
aku gak bisa....hehehe
iMoeD GaLLeRy said…
baru liat blog nya.... bagus",, jd pengen coba ^-^
Diah K Eryando said…
ini lokasinya dimana? bisa minta tolong buatin ga?

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.