Skip to main content

Hari #8: Cara Membuat Tag Untuk Tas Kamu Dari Kain Perca

Hari ke 8 Ramadhan Tutorial Project, pasti ada diantara kamu yang udah mulai siap-siap merencanakan mudik atau bepergian ke luar kota dalam rangka libur hari raya dari jauh-jauh hari. Tutorial hari ini, ngajak kamu untuk bikin tag yang biasa dipakai untuk menandai tas kamu. Biasanya dalam tag ini  diselipkan nama atau identitas yang menandai bahwa tas ini milikmu. Tag ini barang sepele, tapi bisa sangat memudahkan kamu mengenali tas-tas kamu, ketika mengambilnya di bagasi airport dan menghindari tas kamu tertukar dengan milik orang lain.

Bahan yang diperlukan: Kain perca, gunting, kertas karton bekas (bisa bekas undangan, brosur yang penting cukup tebal), double tape, cutter, velcrow/kancing/gesper

1. Potong karton bekas brosur berukuran 11x7 cm sebanyak 3 lembar. Kemudian ambil satu lembar yang sudah dipotong tadi buat lubang kotak ditengahnya seperti frame 1cm dari tepinya dan 2cm dari sisi yang paling bawah.


2. Tempelkan katon yang sudah dilubangi tadi pada perca. Kemudian bungkus karton bingkai itu seperti pada foto. Setelah selesai, tempelkan potongan plastik mika, bisa bekas bungkus undangan, pada lubangnya. Setelah itu, baru rapihkan sisi-sisinya perca yang belum tertempel.

3. Berikutnya bungkus  2 lembar karton yang sudah dipotong dengan perca.

4. Sekarang mari kita membuat talinya terlebih dahulu. Potong kain dengan ukuran: 17x8 cm dan 8x8cm. Jahit membentuk tali kemudian jahit pula ujungnya. Lalu balikkan.

5. Setelah itu, gunting velcrow sebagai penguncinya. Jahit pada ujung-ujung tali.

6. Rekatkan keduanya, lalu lipat bagi dua.

7. Setelah itu selipkan tapi diantara dua lembar karton yang sudah dibungkus perca.

8. Jahit untuk menyatukan tali dan karton.

9. Bagian karton yang belum tertempel, rekatkan dengan double tape.

10. Kemudain tempelkan double tape pada keliling karton yang menjadi dasar tag seperti pada foto. Setelah itu lalu rekatkan karton bingkainya. Selesailah sudah tag untuk tas kamu. Masukan identitas pengenal untuk mengenali bahwa tas itu adalah milikmu. Selamat mencoba. Selamat menyiapkan perjalanan mudik hari raya.

Comments

angki said…
keren. aku suka :D
Dindie said…
kainnya bagus (mirip warnanya ken done) dan kayaknya baru asoy kalo project ini dilakukan dengan mesin jahit bukan jahit tangan hihihiihihih.
vitarlenology said…
sebenernya kalo karton diganti kain keras, akan lebih mudah menjahitnya.. tapi berhubung malas menempel kain kerasnya, jadi aja diganti karton biar jahitnya cuma dikit..hehehehhe
retno andriani said…
wah... idenya kerenn
kalo udah beli kain lagi akku coba ahhh :DDD
akizeyek said…
uwahhh,g kehabisan ide nih mbak..hebat..sukaaaaaaaaaa :)
MeNoor Jilbab said…
Salam kenal ya...
Keren-keren postingannya ^_^
Kreatif banget... jadi pengen :D

Thanks info2nya..
Keep posting ^_^

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.