Skip to main content

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas


Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja.


Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.

 1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus.


2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membungkus keliling dus.

3. Setelah selesai dilapisi plastik taplak, dus akan tampak seperti pada foto.

4. Rapihkan bagian atas dengan menggunakan lem, dengan melipat plastik taplak yang tersisa ke dalam dus. Sementara bagian bawah, ditempelkan ke permukaan dus bagian bawah.

5. Potong plastik taplak seukuran bagian dasar dus, lalu tempelkan.


6. Lakukan langkah serupa untuk melapisi tutup dus dengan plastik taplak meja. Mulai dengan bagian sisi tutup dusnya terlebih dahulu, baru kemudian bagian atas tutup.

7. Setelah dus dan tutupnya tertutupi plastik taplak, hasilnya akan seperti pada foto.

8. Berikutnya adalah memasangkan tali pada dus, agar kotak yang dihasilkan nanti bisa dipindah-pindahkan dengan mudah. Tali tas, diukur dan dipasangkan seperti pada foto.

9. Pasangkan dulu tutupnya, untuk menandai sebelah mana kancing yang digunakan untuk menempelkan tali tas akan dipasang pada dus. Tandai dengan menggunakan jarum pentul.  Jika sudah pas, tempel tali tas pada beberapa bagian dus dengan menggunakan double tape.

10. Setelah itu, jahitkan kancing pada bagian yang tadi sudah ditandai dengan jarum pentul. Kancing ini dipasang dibawah tutup, agar tali yang terpasang tidak mengahalangi tutup dus.

11. Setelah kancing terpasang, untuk merapikan bagian dalamnya, tempelkan karton mengelilingi bagian dalam dus. Lakukan hal yang sama pada bagian tutup. Maka selesailah sudah kotak serba guna dari dus bekas.


Kotak sudah siap digunakan dan bisa ditenteng dengan mudah kemana-mana.

Comments

cecilliahidayat said…
Mbak Tarleeennn luar biasa deh idenya gak abis-abis! :D
Mbak aku ijin ikutan proyek tutorialnya yah hehe :D baru sok-sokan ngepost tutorial juga hihi :p
Mba Tarlen keren bangettt, makasih banyak ya
Amanda Putri said…
Ya ampun mbaa.. aku sering bikin kotak gini. Kadang dari kotak sepatu juga. Tapi ga pernah kepikiran bikin tutorialnya.
Ckckckckc... hebat deh mba.
Himitsu Me said…
Mbak Tarlen, beli tali tas gitu di mana ya? Baru tau ada yg jual gulungan begitu.
fae chan said…
salam kenal mb tarlen..newbie nich mb..karya2 mb tarlen top banget deh..aq sukaaa..bgt..ijin share ke blog aq ya mb..tankyu so much..
salam kenal juga fae.. terima kasih sudah berkunjung.. silahkan kalau mau di share.. :)
edysantozo said…
Mbak Tarlen , ijin share ya di blog q

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.