Skip to main content

Hari #11: Yuk, Kirim Kartu Pos Spesial Untuk Orang-orang Spesial di Hari Raya

Hari ini, aku mau mengajak teman-teman membuat sesuatu yang selama ini terlupakan karena digantikan oleh sms: berkirim kartu ucapan di hari raya. Tutorial kali ini sengaja juga aku buat, karena tahun ini aku ingin memberi ucapan selamat hari raya dengan cara yang berbeda. Lebih personal dan spesial untuk setiap orang yang aku selamati. Aku ga akan mengajak teman-teman bikin kartu yang rumit, sederhana aja. Dengan memanfaatkan koleksi foto-foto yang teman-teman punya. Terus terang aja, bagiku sekarang ucapan via sms, mudah sekali dilupakan, apalagi saat kapasitas inbox terbatas, belum lagi mendapatkan sms dengan kata-kata yang sama persis dari orang yang berbeda (biasanya copy paste dan forward aja buat yagn lain). Aku ingin mengajak teman-teman merasakan kembali sensasi dan perasaan senang, saat menerima kartu ucapan yang dikirim pak pos untuk kita (hayo.. kapan terakhir teman-teman terima surat berperangko?, rasanya beda banget loh sama terima email).


Yang cukup praktis dilakukan adalah mengirimkan kartu pos untuk ucapan hari raya. Caranya sangat-sangat mudah, Pilihlah foto-foto terbaik yang teman-teman miliki. Masukan foto tersebut kedalam  format kertas ukuran A4. Bisa menggunakan software design, seperti corel draw, adobe ilustrator atau kalau ga punya software-software itu di komputer, cukup dengan pergi ke tukang print digital lalu print foto-foto itu, tulisi ucapan hari raya di belakangnya, tuliskan juga alamat dan kirimkan lewat pos. Sederhana, tapi sangat terasa sentuhan personalnya.

Tips:
  • Jika kamu mencetak sendiri fotomu dengan menggunakan printer Deskjet, biar hasil cetaknya ga luntur, semprotkan pilox clear atau coating spray pada permukaan hasil cetaknya. 
  • Jika kamu mencetak sendiri, kamu bisa menggunakan kertas foto untuk mencetaknya atau kertas fancy lainnya. Ketebalan kertas disesuaikan dengan spesifikasi printer. Biasanya kertas yang paling tebal yang dapat digunakan adalah 230 gr. 
  • Kamu juga bisa melayout bagian belakangnya seperti format kartu pos dan menuliskan alamatmu juga. 
  • Sentuhan personalnya akan sangat kuat, jika kamu menuliskan ucapan hari raya dengan tulisan tanganmu sendiri dengan kata-kata yang berbeda untuk setiap orang yang kamu kirimi kartu pos. 
Selamat memaknai kembali ucapan selamat di hari raya ya.. :)
Oya, kirimkan alamatmu ke alamat emailku karena aku akan mengirimkan kartu pos hari raya, spesial untukmu.. kutunggu ya..:)

Kartu pos-kartu posku ini di print dengan menggunakan printer laser color di studio Kontemplacity. Thanks to Erie :)

Comments

cecilliahidayat said…
Perasaan waktu menerima surat/ kartu pos yang bisa dipegang dan dibaca itu bener2 gak tergantikan oleh email, sms, apapun :D hehehe aku juga pernah bikin project ini Natal taun lalu :D

yukyuk kita pakai lagi jasa pos Indonesia! Nice one mbak :)
Amanda Putri said…
Huaaa!!
emang udah lama banget ga terima kartu pos, kartu lebaran atau surat. Emang beda ya mba.. kayaknya gimanaaa gitu. :D ahh jadi bebongkar surat-surat lama yang masih aku simpen nii :D
Unknown said…
Wah,,terakhir aku ngirimin ucapan lebaran gtu pas SMP mbak...uda lama bgt...hehehe
Idenya menarik bgt mbak...patut dicoba...
Unknown said…
asiiikkk.... hihihih mw juga akh...
Unknown said…
bener banget mba! dulu saya hobi bikin kartu ucapan handmade, bisa sampe ga tidur tuh bikin kartu, plus stiap kartu ditulisin satu2. sekarang kalo terima ucapan (tanpa mengurangi rasa hormat yg kirim) yang copy paste, rasanya agak basi ya hehehhe... peacee
vitarlenology said…
iya, makanya yuk ah kita biasain lagi kirim-kiriman kartu, selain membantu pos Indonesia, juga mengembalikan lagi perasaan senang ketika menerimanya.. :)
Dinnykaa said…
Waaa, tos sama Ka Daffa Mba,dia bikin kartu lebaran juga d bantuin mamanya:D terinspirasi dari buku happy ramadan with kids, nanti di email alamatnya ya

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja.


Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.

 1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus.


2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membungkus kelil…