Skip to main content

Kaleng Kartu Nama Batik


Secara ga sengaja aku nemu kaleng-kaleng lucu ini pas belanja di Cibadak. Waktu itu yang kepikiran beli aja dulu deh, nanti juga dapet ide mau diapain. Alhasil kaleng-kaleng itu tertumpuk di rak kerjaku berbulan-bulan. Sampai di akhir minggu ide cemerlang buat me'retouch' kaleng ini muncul.


Aku sempet berpikir untuk mengecat ulang kaleng ini, tapi kok nampak sangat ribet. Trus kepikiran untuk menempeli stiker yang udah di layout, tapi keliatannya pasti biasa-biasa aja. Akhirnya kepikir untuk menutup permukaan dan dalemnya dengan kain. Untuk bagian luar aku sengaja pakai kain batik, untuk bagian dalem aku manfaatin kain polka dot aneka warna dan di tambah karet untuk nahan kartu namanya.


Tempat kartu nama ini nanti bisa di dapatkan di acara Crafty Days buat yang berminat :)

Comments

Lia said…
walahhh saya berminat...tapi gimana ke crafty days? :D
Lia said…
btw, len...metro card?? HIDUP TRI STATE area :D
vitarlenology said…
hehehhe.. bisa dikirim kalo kamu mau.. pilih aja mau yang mana..
iya itu metro card masih aku simpen lucu aja ngumpulin kartu-kartu public transport di beberapa negara..:)
I. Widiastuti said…
hahahah sudah mulai membuka treasury ini kayaknya :) awww awwwww
vitarlenology said…
hehehhe curi-curi start.. hahahaha..
Dinnykaa said…
YAng batik tengah punya Dinny sekarang, makasih ya Mba
Vira Tanka Z said…
waaah idenya bagus!
Ada yg selain batik nggak? :D
vitarlenology said…
segera dibuat deh yang non batik sama yang batik juga..:D udah lama banget tertunda nih..

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja.


Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.

 1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus.


2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membungkus kelil…