Skip to main content

Notebook Suede Batik


Akhirnya selesai juga notebook suede batik ini. Seminggu kemarin targetnya memang menyelesaikan notebook oriental dan suede batik ini dan tercapai juga. Rasanya lega, satu persatu beres, jadi aku beranjak ke model yang lain lagi yang akan aku selesaikan. Semangat bikin notebook macem-macem model ini sebenernya karena tahun ini aku mau buka meja sendiri di Crafty Days, khusus untuk notebook-notebookku ini. Makanya aku ngejar target, minimal sampai crafty days ada lebih dari 5 model notebook di meja "design by vitarlenology" nanti.


Oya, notebook ini covernya terbuat dari bahan kulit suede imitasi dan lapisan dalemnya adalah kain batik dari beberapa daerah: ada batik Madura, Yogja, Madura, Lasem, Pekalongan. Masih ada beberapa kain batik lagi yang belum aku pakai, tapi berhubung aku kehabisan bahan suedenya, aku harus nunggu belanja bahan ini dulu, baru kain-kain itu aku pakai. Isinya terbuat dari kertas fancy import 80 lbr (kertas yang sama yang aku pakai untuk notebook oriental). Cover dalam aku kasih kertas jeruk. Ukurannya sama dengan notebook oriental 19 x 14 cm. Aku pasangin sabuk sebagai penguncinya aku kasih magnet biar gampang buka tutupnya. Sebenarnya ini modelnya sama dengan Notebook Bersabuk Batik Garut  tapi lebih di sempurnakan lagi.




Lebih banyak foto notebook suede batik ada di sini

Comments

Dindie said…
yak...aku sudah menyimpan treasury dari meja mbak tarlen hihihi. ngincer yang batiknya warna warni biru itu..hmm hmmm.
vitarlenology said…
hehehhe.. masih banyak kejutan-kejutan lain yang sedang dipersiapkan..:)
mya said…
halo mbak tarlen...cantik banget karyanya ini :)
paling suka yang sabuknya batik cirebon warna merah itu. boleh pesen nggak sih, mbak? tapi kayaknya mau disimpan buat acara crafty days ya :(
vitarlenology said…
halo mya, kalo mau pesen bisa kok kalo kamu ga di Bandung bisa dikirim juga, tapi kalo bisa dateng ke acara crafty days bisa pilih langsung karena aku lagi bikin yang warna-warna lain .. :)
mbak dan said…
aku suka banget notebook dan suka banget notebooknya tarlen karena handmade, rapi banget bikinannya, dan kalo ada apa2 bisa 'nodong' yang bikin, hihihi.. :p
vitarlenology said…
terima kasih loh mba dan.. heheheh aku selalu siap ditodong olehmu.. hihihihi..

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.