Skip to main content

Crafty Gentleman, Daniel Day Lewis



Menemukan wawancara Daniel Day Lewis (salah satu aktor favoritku, selain Johnny Depp dan Benicio del Toro) bersama Oprah untuk promosi film terakhirnya, 'Nine'. Di akhir wawancara ada pertanyaan menarik dan jawaban yang lebih menarik lagi soal craftmanshipnya Day Lewis. Oprah bertanya apakah Day lewis masih membuat sepatu sendiri? Selain di kenal sebagai 'method actor' yang sangat serius mendalami karakter-karakter yang diperankannya, Day Lewis di luar kegiatan keaktorannya, ternyata dia juga seorang crafter. Day Lewis pernah diberitakan, magang pada sebuah workshop sepatu di Italy selama berbulan-bulan, untuk belajar membuat sepatu sendiri. Kegiatan ini ga ada hubungannya dengan karakter yang didalaminya, tapi semata-mata karana Day Lewis ingin tau bagaimana membuat sepatu. Selain membuat sepatu, Day Lewis juga senang membuat furniture sendiri. WOW!  itu sebabnya dia memilih tinggal di daerah pedesaan di Inggris dan membangun workshop kecil untuk menyalurkan hobinya itu.

Buatku hobinya Day Lewis ini menjelaskan, kenapa dia bisa begitu intens dalam setiap peran-perannya. Sangat menarik ketika menelisik proses kreatifnya Day Lewis dalam dunia akting ternyata berhubungan dengan sosoknya sebagai crafter. Day Lewis menjalani karakter-karakter yang diperankannya itu seperti dia membuat sesuatu dengan  craftmanshipnya. Cara dia menghayati perannya kukira juga sangat dipengaruhi oleh kecintaannya membuat sesuatu dengan tangannya sendiri. Inspiratif banget.

Untuk lebih mengenal Daniel Day Lewis dan craftmanshipnya, ada tulisan menarik di situs ini yang menuliskan tentang itu.

Comments

astrid said…
aku cinta banget sama orang ini pas jadi the last mohicans. nangis2 dah nonton tuh film.
seneng banget ngulik2 blog ini, sgudang inspirasi ada disini... salam kenal ya dear...
o ya, dulu temenku jg pernah di tobucil, waktu masih d dago.. namanya arum, kenal? =)
anyway, aku nge-fans berat ama film "In The Name of The Father"... susah bener nyari nya, ada d ebay tp kebentur ama harga n region nya, any info? hehehe

best of luck for you... =)

-ika-
waaah! thx bgt infonya ya, tarlen...
klo urusan hunting2an d Bdg , I know that I can count on you... hehehe...

xo

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.