Skip to main content

Rekaman Produksi Sendiri: Yes, I Listen To DJava String Quartet


Salah satu tugas manager untuk kelompok String Quartet Klasik seperti DJava String Quartet adalah memproduksi rekaman mereka dalam arti yang sebenar-benarnya. Setelah beberapa waktu lalu kami membuat rekaman tiga komposisi: Haydn D Minor Op. 76 No. 2, Miniature For String Sulkhan Tsintsatze dan Cublak-Cublak Suweng Tema Variasi Arr. Budhi Ngurah di studio milik Agus Suwage, Yogjakarta.

Penggandaannya aku lakukan dengan menggunakan software toast 6 titanium yang ada di ibook G4 ku. Kalau di PC bisa pake program burner (yang mendadak aku lupa namanya). Jangan di convert ke mp3, karena nanti mempengaruhi kualitas suaranya. Jadi biarkan saja dia sebagai file audio dengan ukuran yang lumayan besar untuk setiap lagu. Aku biasanya pake kecepatan burning 2x aja.. biar cd burnerku ga cepet rusak. Lagi pula untuk produksi rekaman kaya gini sekali produksi paling 20 copy.. ya sesuai kebutuhan, kalo kurang tinggal burn lagi..ga langsung 1000 copy dibikin. Oya di Bandung ada tempat jualan CD kosong yang murah banget.. kurasa paling murah dibanding tempat lain... Borma Jl. Setiabudi, Bandung. Bisa dapet CD kosong yang di toko biasa rp. 2000, di Borma bisa dapet rp. 1100.. jauh banget kan harganya. Untuk produksi rekaman DIY (Do It Yourself) begini sih perbedaan harga jadi lumayan penghematan biaya produksi.


Sambil ngeburn biasanya aku ngerjain sampulnya. Untuk cover DJava aku bikin dari kertas BC warna dan aku pake 2 paduan warna. Coklat dan biru atau hijau dan orange. Trus untuk CDnya aku print pake stiker aja. Tentunya dengan memanfaatkan printer laser hitam putih yang ada.. desainnya juga aku sesuaikan biar hasilnya ga norak.. sederhana tapi manis gitu.. hehehehhe. Dan beruhubung aku masih punya banyak pin Djava, akhirnya aku kasih bonus pin untuk setiap CDnya. Jadilah CD rekaman produksi sendiri. CD ini dijualin langsung sama anak-anak DJava kalo mareka konser bareng atau kalo temen-temen mereka konser, mereka titip jual. Aku juga jualin CD ini di tobucil, Selasar Sunaryo, Rumah Buku, Omuniuum dan bisa juga delivery via kurir untuk yang luar kota. Lumayan ngumpul-ngumpulin modal buat konser keliling bulan Mei nanti. Senengnya CD rekaman ini menyemangati temen-temen komunitas musik klasik untuk bikin rekaman independen sejenis. Selama ini kan biasanya anak-anak underground, punk, atau pop yang biasa bikin rekaman independen, musik klasik masih jarang banget. Buat yang berminat sama CD ini bisa kontak aku di vitarlenology@yahoo.com CD ini di jual rp. 20.000 belum termasuk ongkos kirim.

Comments

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.