Skip to main content

Oleh-Oleh Sahabat


Dalam seminggu ini, aku mendapat oleh-oleh dari dua sahabatku. Pertama dari Mei yang mudik untuk merayakan imlek bersama keluarga besarnya di Medan. Oleh-olehnya bener-bener menarik. Selain manisan jambu yang enak itu, Mei bawain aku selendang gendongan bayi bergambar naga. Wow.. aku suka banget gambar naganya, mana warnanya hijau lagi. Keren.. ! selain batik antik, aku belum pernah nemu batik gambar naga (liong). Ya baru sekarang ini dari selendang oleh-oleh Mei. Oleh-oleh lainnya, piring kaleng klasik bergambar bunga. Bener-bener vintage. Mengingatkanku pada baskom dan cangkir kaleng kakekku dulu. Thanks ya Mei.. !


Oleh-oleh berikutnya datang dari sahabatku yang lain, Reza dan Shuang yang baru pulang bulan madu di Vietnam. Aku dapet tas yang Vietnam banget dan kopi Vietnam. Aku suka banget tas-tas tradisional seperti itu, apalagi kalau bahannya dari kain. Jadi menyesal, kenapa aku ga beli tas Indian waktu di Pike Market, Seattle (menyesal kemudian tiada berguna :D). Aku seneng ngumpulin barang-barang begini, karena menurutku cukup inspiratif (meski menurut Roy ga ada gunanya.. heheheh meski tak berguna tapi membuat hati senang.. :D). Apalagi kalau motif atau coraknya oke, bisa jadi referensi visual. Termasuk juga bentuknya, seringkali jadi kepikiran bikin sesuatu merujuk pada bentuk-bentuk itu.. Btw, thanks ya za buat oleh-olehnya..:)

Comments

Anita Yan said…
Dear Mbak Tarlen,

Salam kenal...
Malam ini, ketika anak2 sudah pada bobo dan suami nonton bola, saya sempetkan untuk internetan, eh secara ngga sengaja saya nyampe di blog nya mbak... menarik :) Saat membaca saya sempet tertawa sendiri karna ada hal2 pada diri mbak yang sama seperti saya... saya pecinta berat craft, senang beli kain juga (walau kadang belom tau mau dibikin apa), demen barang2 vintage, mencintai oriental klasik (cos i am proud to be indonesia born chinese woman), hobi foto2 (walau ngga mahir), dan suka hal2 sederhana yang bikin hati senang (saya menyebutnya my little happiness). Salam,
Anita Yan
Jogjakarta
Anita Yan said…
Anita Yan
anitarodi@yahoo.com
08122697007

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.