Skip to main content

Notebook Bersabuk Batik Garut

 

Yang paling menyenangkan dilakukan di kala hujan adalah: berdiam diri di tempat kerjaku, bersama mesin jahit, kain-kain, kertas-kertas dengan ditemani kopi susu dan lagu, lalu muncullah ide bagaimana kalau sore yang hujan dan basah ini, diisi dengan membuat notebook. Dari belanja kulit-kulit imitasi di Cibaduyut kemarin, aku beli bahan ini. Tiga warna dan ngedoff (belakangan ternyata menjahit kain kulit imitasi kaya gini, ga gampang juga.. agak nempel di mesin jahit dan bikin hasilnya jadi kurang rapi. Aku mesti mencari tau tips n tricknya menjahit bahan kulit imitasi begini, mengingat aku agak perfeksionis kalo bikin notebook begini, kalo ga rapi suka sebel).

  

  

Kain kulit imitasi ini, kemudian aku kombinasikan dengan batik-batik garut yang masih ada (dan bikin aku pengen ke Garut untuk nyari lebih banyak warna). Sebelum batik garutnya aku satukan dengan kulit imitasiny, si kain batik aku tempel di kain keras dulu biar agak kaku, setelah itu baru di jahit ke bagian kulit imitasinya sekalian jadi bingkai di sisi-sisinya. Jilidnya langsung aku jahit ke sampulnya dengan menggunakan benang katun bali, kebetulan stok warnanya macem-macem di tobucil.

  

 

Bagian sabuknya aku pakai pinggiran kain batik, biar menambah aksen dan ga monoton. Trus untuk kancing sabuknya, aku tempelin magnet tas biar gampang buka tutupnya. Untuk menutupi bagian belakang magnet, aku tempelin kancing bungkus kain dari motif bagian sampul dalam, jadinya serasi.


Untuk kertasnya aku pakai kertas jenis BC (karton manila/ card stock) 120 gr. Ukurannya A4 di lipat 2 bagian. Jadi notebook ini ukurannya A5 atau setengah A4. Sengaja aku pakai kertas tebal, biar kalo notebook ini mau di jadiin scrapbook, ga terlalu tipis kertasnya. 

Foto lebih lengkap untuk Notebook Bersabuk Batik Garut bisa di lihat di sini.  

Comments

Mi (なおみ) said…
hujan membawa berkah ya .. hehee, terus berkarya ... (^.^)
vitarlenology said…
abisnya kalo ujan beneran males kemana-mana, jadi ya harus menemukan kesibukan yang cukup mencerahkan.. :)
Puwi said…
iya sama mbak, aku jg suka sebel kl buatnya ga rapi.. *padahal masih ga rapi jg..hehehe....*
mbak penggemar notebook jg ya? aku perhatiin, mbak banyak buat notebook.. keren2 lagi :D
goodjob :)
vitarlenology said…
tepatnya selain penggemar, aku juga kecanduan bikinnya..hehehhehe.. mungkin dengan bikin notebook yang lucu-lucu bisa mengajak orang untuk mulai menuliskan ide-idenya.. :)
chicfuschia said…
hai tarlen, makasih ya udh comment n pasang link blog aku. Aku ga tau gmn caranya pasng blogroll itu, jd blog aku ya sederhana gitu deh. Naksir notebooknya, insya Allah minggu dpn ke Bdg, kl sempet aku mampir ya...Pengen skalian liat benang, abs kl liat di tobucil online, kurang greget. Lagi banyak pilihan ga??
I. Widiastuti said…
hehehe aku suka bikinnya, tapi nulisnya nggak. hihihi
MEI SULING said…
bagus yah len, like always, so colorful!
vitarlenology said…
chic: aku tunggu ya mampir ke tobucil nya.. katalog benang baru akan ada di bulan maret..
dindie: kecepatan membuat tidak sebanding dengan kecepatan mengisi.. hehehhehe.. lebih cepet bikinnya daripada ngisinya..
mei: tak sabar pengen belanja lagi.. :D
Lia said…
bagusssss bangetttttttt
Astri said…
mba klo order yg ini pk batik garut n suede brp? uk A5
vitarlenology said…
acie, untuk suede+batik harganya 100rb pesanannya bisa dikirim via email: vitarlenology@yahoo.com
VENNY.K.RIDWAN said…
bagus banget mba....jd pengen belajar bikinnya..secara di gudang sy banyak bertumpuk kain2 yg blm terpakai...thks mba sangat menginspirasi...

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja.


Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.

 1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus.


2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membungkus kelil…