Skip to main content

Note Book Kotak-kotak Bersampul Rajutan


Masih dalam rangka 'dampak beres-beres'. Aku menemukan selembar rajutan yang awalnya mau dibikin dompet, tapi karena tertunda-tunda, rencana tinggal rencana. Akhirnya dengan semangat membereskan karya-karyaku yang belum selesai, akhirnya kuputuskan selembar rajutan ini aku jadikan sampul notebook. Sekalian nyobain, bikin sampul dari rajutan. Talinya juga memanfaatkan rajutan yubiami yang dibikin tanpa tujuan.

  

  

 

  Untuk memberi bentuk yang pas dan presisi, bagian dalam rajutan aku lapis dengan kain polka dot biru yang di dalamnya dilapisi kain keras (yang paling kaku). Jadi rajutan di jahitkan pada si kain polka dot itu dengan jahit tangan dan menggunakan tusuk piston. Sementara sakunya yang terbuat dari kain polka dot orange, baru kepikiran setelah kain polka dot biru selesai di tempel. Akhirnya kain orange aku tempel dengan jahitan tangan tusuk jelujur aja dan sengaja ada dibagian depan dan belakang sampul dalam. 

 

 


Setiap 'signature' atau satu bundel kertas, dijahitkan langsung ke bagian sampul dengan menggunakan benang sulam DMC warna orange. Selain itu juga halaman paling depan aku tambahkan sisa kertas kado import yang beberapa waktu lalu aku berli di aksara. Sementara kertas birunya, biar ga terlalu polos, aku print di kertasnya kotak-kotak, biar buku ini jadi seperti buku kotak-kotak.



Pemasangan talinya sengaja aku bikin seperti itu, biar gampang 'ngunci' dan ngiketnya. Ujung rajutan talinya aku kasih manik-manik kayu, sebagai pemberat dan aksen juga. Setelah ini, aku mau nyoba pake sampul dari kulit-kulit imitasi (hasil belanja di Cibaduyut) yang belum aku sentuh sama sekali itu..

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.