Skip to main content

Kiriman Hand Printed Fabric Dari Ini polaku

 

Mulanya berkunjung ke blog Ini polaku, trus kepincut deh sama kain bikinan Erick Wibowo. Lagi pula aku suka gambarnya.  Tadinya mau aku bikin cover notebook, tapi ternyata polanya terlalu besar kalau di jadikan cover. Sedang berpikir-pikir, sepertinya mau aku bikin tas aja semacam hobo bag yang pernah aku bikin. Nanti aku posting hasilnya..

Comments

Puwi said…
waaa kerennnn patternnya :)
btw kl mau printed fabric itu pakai digital printing ya mbak? awet ngga tuh? drdl penasaran mau print, cuma masih bingung...hehe...
fabricnya mau dibuat apa aja, tp aku yakin kl buatan mbak pasti kereeennnnn... :D
vitarlenology said…
nah itu dia, aku belum nemu tempat yang bisa digital printing di kain, aku pengen banget nyobain... ada juga yang pake printer biasa tapi tintanya oil base trus di press pake hotpress di atas 1500 watt, temenku bikin usaha baju anak pake sitem itu lumayan juga sih hasilnya. Yang aku pernah nyoba, pake kertas transfer trus di setrika, cuma ga semua merek kertas transfer cukup bagus nempel di kain..
angki said…
iya nih, keren. udah naksir dari dulu. tapi ini lebar kecil ya? hmmm..
vitarlenology said…
ukurannya 50x50 cm gitu..
Lia said…
aaaaaaackkkkk thanks for the info!!! seneng bangettt :) itu mirip2 punya si skinny laminx dehhh :)...tar, itu rounded corners gua beli ada kayak alatnya gitu, lupa beli dimana...kayaknya dulu di kino deh, tapi kemaren gua cari lagi, udah ga ada :(
Eugenia Gina said…
wah tarlen, ini keren bgt.. :) thanks for the info yaa

btw kertas transfer itu kertas bungkus ya kl ngak salah? bingung ni
Citra said…
aku jadi tau ada yang bisa bikin hand printed fabric dari blog ini
thanks ya mbak

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto , tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah.. Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih). 1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran k

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan. Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru. Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris. Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja. Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.  1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus. 2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membun