Skip to main content

'Hanko' Stamp Kiriman Sara


Beberapa hari lalu, Sara meng-smsku menanyakan soal 'hanko' yang jadi logoku. Semula aku bingung, hanko? apa itu hanko? ternyata hanko adalah cap tulisan cina.

Hanko tulisan namaku dalam huruf mandarin yang pertama itu adalah oleh-oleh dari sahabatku Ariani Darmawan, waktu dia ke Cina. Tintanya juga terbuat dari tinta campuran lilin. Aku suka banget waktu dapet hanko pertamaku. Awalnya aku liat punya sahabatku yang lain, R.E. Hartanto punya hanko bertuliskan namanya, trus Agus Suwage juga, malahan hankonya suka dia pake untuk di capkan pada karya-karya cat airnya. Makanya pas cik rani kasih hadiah kejutan hanko bertuliskan namaku, aku hepi banget.

Awalnya aku kira, Sara hanya tanya-tanya soal dimana aku bikin hanko itu, karena dia bilang dia tertarik untuk bikin juga. Eh, besoknya dia sms lagi tanya alamatku dimana, dia sudah selesai membuat hanko untukku. Bahannya dari karet penghapus. Wahhhhh bener-bener kejutan. Dan tadi pagi, paket kecil berisi hanko sudah ada di mejaku. Senangnya. Aku jadi punya 5 hanko. Semua bisa aku pake dengan warna yang beda-beda, bisa bikin kertas kado sendiri dengan motif dari  hanko bertuliskan namaku.

Terima kasih banyak ya Sara..:)

Comments

ideku handmade said…
hankonya dibuat manual dgn bahan dr karet penghapus???
PERFECT!!! :)
vitarlenology said…
iya sara bikin manual pake karet penghapus.. keren ya..:)
ideku handmade said…
waaa.... pake teknik ccukil dalam dong? (*bener ga sih bahasa aku...hehe...dah lupa sm elajaran waktu kuliah..hehehe..)
vitarlenology said…
hihihi aku suka ketuker tuh cukil dalam dan cukil luar..
Dindie said…
hehehe aku cuma pengen tanya sama sara, beli pisau cukil yang matanya bisa diganti-ganti di mana, karena punyaku kegedean untuk ukuran penghapus...

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.