Skip to main content

Souvenir Pernikahan Reza dan Shuang



Rasanya satu kehormatan ketika sahabatku, Reza, memintaku membuat souvenir untuk pernikahannya dengan Shuang, tanggal 16 Januari 2009 kemaren. Reza sobatku ini punya selera musik yang bagus. Pecinta sekaligus kolektor progresif rock. Itu sebabnya Reza menyusun kompilasi lagu-lagu cinta yang dia beri judul 'The Mission' sebagai souvenir pernikahannya. Ada 20 lagu dalam CD kompilasi itu. Yang membuat Reza bingung adalah bagaimana mengemas CD kompilasi itu supaya pantas sebagai sebagai souvenir pernikahan, untuk itulah Reza menyerahkannya padaku, "terserah kamu itu CD mau kemas kaya gimana, kamu bebas berkreasi."



Wah rasanya seneng banget dikasih kekebasan berkreasi dan berkarya untuk moment istimewa sahabatku sendiri. Ide dasar yang terpikir olehku adalah mengemas CD itu dalam sebuah notebook. Tapi seperti apa notebooknya, idenya justru baru muncul  seminggu sebelum pernikahan. Dengan menyesuaikan pada keterbatasan budget dan karakter sahabatku ini serta menimbang ketersediaan bahan yang bisa dimanfaatkan, akhirnya aku putuskan membuat notebook dengan cover sekaligus tempat CDnya dari majalah Rolling Stone. Dengan memanfaatkan gambar-gambar di lembar majalah itu, justru memberi seperti sebuah album kompilasi beneran. Aku membuat 220 pcs notebook CD dengan memanfaatkan sekitar 24 eks majalah Rolling Stone. Dan kemaren ketika pesta pernikahannya berlangsung, tamu-tamu bener-bener menyukainya. Beberapa teman yang hadir malah bertanya padaku apakah ada lagi notebook CDnya? heheheh.. aku seneng sih ngerjainnya 220 pcs dan semua cover notebooknya ga ada yang sama satupun. Ngerjainnya ga bosen.




Tulisan The Mission aku print di atas kalkir. sementara kertas dalamnya dari bahan samson paling murah  satu muka lebih halus dan muka lainnya lebih kasar.  Cover dalamnya aku print di atas samson yang lebih tebal 120 gr. Foto Reza dan Shuang aku print di kalkir.  Jilidnya aku pake teknik simple book binding. Bagian belakang sekalian untuk menyatukan lipatan-lipatan yang menjadi cover notebook ini, aku pasangin mata itik sekaligus lubang untuk tali karet pengikat notebooknya. Cover ini terbuat dari 3 lembar majalah Rolling Stone yang aku satukan dan aku lipat-lipat saja tanpa menggunakan lem sama sekali. Notebook ini jadi berkesan sangat handmade dan kental dengan prinsip Recycle dan Reuse.




 





 

 


Comments

dindie said…
mbak, kalo aku hadir di pernikahan temannya mbak tarlen, pasti aku akan sibuk milihin sampai dapat yang david bowie atau the clash...hahahah.
vitarlenology said…
hahahahah... yang david bowie sama cream dan dave matthews juga udah di ambil langsung sama kedua mempelai hahahah..pengantennya juga ikut rebutan..
ideku handmade said…
mbak... bnr2 keren bgt... wah kl akuyg merried trs minta dibuatkan souvenir..pasti mahal yah? hehehe.... good job!
vitarlenology said…
heheheh.. tergantung souvenirnya apa..bisa diatur lah.. :D
belle said…
I love all your beautiful books and that scarf you made during the grammys was super sweet.

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.