Tuesday, December 28, 2010

Kartu Batik

Ophan, instruktur klab menulis di tobucil, beberapa hari lalu sms aku, minta dibikinin kartu ucapan yang ada batiknya untuk dikirim ke temannya di luar negeri. Sebenernya menjelang tutup tahun begini, perhatian dan energi sedang terfokus pada pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai alias setumpuk bahan-bahan notebook yang belum kelar di bikin. Jadi membuat kartu batik menjadi interupsi sekaligus selingan yang menyenangkan. Tadinya aku mau men-scan motif batiknya trus di print di atas kertas, tapi setelah dipikir-pikir jadinya kok biasa banget.. dan waktu beres-beres kemarin, aku menemukan sampul-sampul untuk simple book binding notebook yang terbuat dari batik yang ukurannya kurang pas. Daripada tidak terpakai, akhirnya aku jadiin kartu aja. Sebenernya kartu ini mirip dengan cover simple binding notebook yang biasa aku buat, cuma isinya aja yang beda.

Cover batik aku isi dengan 8 halaman kertas 210gr kosong dan disatukan dengan simple binding. Tali pengikat, ujungnya aku kasih manik-manik kayu  dan talinya menggunakan tali kulit sintetis. Amplopnya aku buat dari kertas kalkir.

Maka beginilah jadinya. Aku senang menggabungkan kain dan kertas. Dua jenis material yang karakternya serupa tapi tak sama. Jika  akan memperkenalkan batik pada teman-teman asing di luar negeri, mungkin perpaduan kain dan kertas ini akan menjadi 'sample' batik yang bisa teraba.

Monday, December 20, 2010

Dari Peluncuran Buku So.lil.o.quy

Menjilid 50 buku dalam waktu kurang dari 24 jam, lumayan gempor juga. Karena bahan cover yang terbuat dari kulit imitasi lumayan tebal, membutuhkan tenaga ekstra untuk menarik jarumnya. Aku jadi tau ukuran waktu untuk long stitch binding seperti buku So.lil.o.quy, dibutuhkan waktu 15 menit untuk setiap bukunya. Cik Rani menjemputku ke tobucil dan kami berangkat bersama ke Warung Purnama. Akhirnya 50 buku berhasil di selesaikan tepat waktu, satu jam sebelum acara di mulai :D
Alhamdulillah, kurang dari dua jam, 48 eks buku langsung terjual habis. Dua eksemplar bernomer 01 disimpan untuk lelang via facebook dan 50 disimpan sebagai koleksi penulis buku. Setiap pembeli diberi sebuah sertifikat kecil yang ditandatangani penulisnya sesuasi dengan nomer seri dari bukunya. Orang-orang yang terlambat datang, malah ga kebagian bukunya. Akhirnya mas Apep memutuskan untuk memesan lagi 50 eksemplar buku lagi tanpa nomer, padaku. 

Siang itu, Warung Purnama tampak penuh dan ramai. Para arsitek senior dan junior berbaur bersama mengapresiasi So.lil.o.quy. Reza, sahabatku sempat berkelakar: " Ini kalau tiba-tiba bom atom jatuh tepat di atas Warung Purnama dan memusnahkan semua arsitek yang ada di sini, sejarah arsitektur modern Indonesia akan berubah drastis.." kami yang duduk di sudut ruangan tertawa-tawa menanggapi joke Reza yang beraliran gelap sadistis dan lebayism hehehhe.. Mungkin cuma aku di ruangan itu yang tidak pernah sekolah arsitek, meski arsitek adalah cita-cita pertamaku waktu kecil.. Bagiku sekarang,  membuatkan buku untuk seorang arsitek rasanya sudah cukup, aku tidak pernah memimpikan cita-cita itu lagi. Kolaborasi seperti ini cukup memenuhi rasa ingin tahuku tentang arsitektur dan kesempatan kolaborasi seperti ini seringkali memperjelas apa yang sesungguhnya ingin kutekuni dengan passion dan komitmen..
Tim mission impossible minus Rahmadina: Tarlen, Yuli, Reza, Mas Apep, Esti

Sunday, December 19, 2010

Respon Sahabat

Tanto, sahabatku suka sekali dengan pocket book yang aku bikin dengan memanfaatkan foto-foto jepretanku sebagai cover. Alasannya mudah dibawa kemana-mana dan enak buat di gambarin. Salah satunya adalah pocket book dengan cover salah satu foto dari NYC visual diary. Foto ini diambil dari salah satu pameran yang diselenggarakan dalam rangka summer festival di Governor Island, NYC, 2008 lalu. Pertanyaan yang aku tulis di cover dalam bagian belakang, cukup mengusik Tanto. Dia sengaja browsing untuk menemukan jawaban: berapa miles jarak Johannesburg via Bandung? Dia kirimkan jawabannya  lengkap dengan bonus gambarnya dan aku adalah penggemar berat gambar-gambarnya ... thanks ya to.. :)

Friday, December 17, 2010

Stylish Blogger Award


Wow.. hadiah kejutan menjelang akhir minggu. Setelah minggu ini dibuka oleh kejadian yang 'ga masuk akal dan mengganggu' dan kesibukan sepanjang minggu menyelesaikan project mission impossiblenya mas apep, yeah award ini sangat menghiburku. Terima kasih banyak buat Ina dari feathering a Nest yang sudah memberikan award ini untukku.

Aku harus memenuhi syarat berikut setelah menerima award ini:
1. thank and link to the person who awarded me this award.
Sekali lagi buat Ina feathering a Nest yang sudah memberikan award ini untukku, makasih banyak loh.. :)

2. share 8 things about myself.
Mmmm... 
1. I'm someone who remains faithful to my dreams.. begitulah aku kalau mengutip omongannya Benicio Del Toro.. :D cenderung setia pada banyak hal termasuk hubungan.
2. Aku orang yang susah susah gampang.. bisa susah sama orang-orang yang bikin susah tapi berusaha tidak menyusah-nyusahkan urusan-urusan. Bisa sangat gampang pada orang yang gampang-gampang aja tapi bukan menggampangkan urusan.
3. Aku ga takut melawan arus atau memilih pilihan yang berbeda dari kebanyakan orang, meski harus menjalaninya sendirian.
4.Tegas  dan sering kebagian tugas jadi eksekutor meski harus menanggung resiko jadi tokoh antagonis, makanya suka disebut galak.. :P
5. Senang menantang diri sendiri mencoba hal-hal baru.
6. Tidak suka melakukan sesuatu tanpa passion.
7. Garis tangannya sih rumit dan kaya benang kusut, tapi sebenernya aku ga suka memperumit urusan.

8.  Sebenernya manja.. kalo yang ini hanya sama orang tertentu saja.. :D


3. pay it forward to 8 bloggers that i have recently discovered.
Aku meneruskan award ini untuk:
3. Innocentia

4. contact those blogger and tell them about their awards.

siap..!!! 

Wednesday, December 15, 2010

ADT's So.lil.o.quy

Inilah bentuk final dari bukunya Achmad D. Tardiyana atau yang biasa aku panggil mas apep. Cover dibuat dari kulit imitasi (oscar) dan tulisan di grafir laser di atas kulitnya. Teks dan sketsa di print laser BW di atas kertas padalarang. Pembatas tiap bagian di print di atas kalkir (biar keliatan kalau ini buku arsitektur hehehehe..). Bindingnya aku pakai long stitch dan tali kulit untuk mengikat bukunya.

Penggarapan buku ini bisa dibilang mission impossible. Dari idenya muncul sampai waktu peluncurannya kurang dari sebulan. Dan tentu saja proses produksi efektifnya hanya seminggu aja (waktu tulisan ini di tulis, proses penggandaan sampai 50 eks, masih berlangsung). Tadinya sempat terpikir untuk di cetak pakai mesin offset biar ada efek rough design, karena sketsa jadi ga perlu terlalu presisi hasil cetaknya. Tapi ternyata tulisannya cukup banyak dan ukuran font tidak mungkin kekejar kalau dipaksakan pakai mesin offset. Akhirnya aku putuskan untuk di print aja biar hasilnya lebih tajam dan tentu pertimbangan waktu juga.

Buku ini diberi nomer dari 00 s.d 50. Seperti yang udah aku bilang, 00 adalah punyaku hehehehhe.. nomer 01 akan di lelang pada acara peluncuran bukunya tgl 19 Desember nanti. Hasil lelangnya untuk mendukung Rumah Baca yang di buat mas Apep di lantai dasar rumahnya untuk warga sekitar. Foto rumah mas apep bisa dilihat di sini.
Aku senang dengan proyek kolaborasi seperti ini. Apalagi orang yang berkolaborasi denganku adalah sosok yang secara kekaryaan dan kebersahajaannya aku kagumi. Rasanya seperti berterima kasih pada salah satu sumber yang memberi inspirasi padaku selama ini. Oya buku ini ga akan mungkin terwujud tanpa kerjasama tim mission impossible: Yulianti Tanyadji, Esti Hapsari, Rahmadina dan Ismail Reza. Tentu saja terima kasih juga untuk mas apep yang sudah mempercayakan produksi buku ini padaku.


Sampai bertemu di acara peluncuran bukunya, Minggu, 19 Desember 2010, Pk. 12.00 di Warung Purnama Jl. Alkateri 22 Bandung.

Monday, December 13, 2010

Pene Bakso Bolognese

Ini adalah resep membuat pene bolognese yang paling cepat dan mudah. Jika malam tiba-tiba terserang lapar, daripada masak mie instant, pene bolognese ini bisa jadi alternatif pengganti. 

Bahan yang perlukan: 250 gr pene (bisa diganti dengan spageti, fussili, macroni dan aku paling seneng sama pene), saus bolognese yang sudah jadi (di sini aku pakai merek Del Monte), olive oil, bakso sapi atau daging cincang, bawang bombay, merica.


Cara membuat: rebus pene sampai empuk lalu tiriskan. Masukkan 3 sendok makan olive oil ke dalam wajan yang sudah di panaskan. Tumis irisan tipis bawang bombay dalam olive oil sampai layu, lalu masukkan  5 sendok saus bolognese ke dalam wajan. Masukkan bakso atau daging cincang ke dalam saus diamkan sebentar. Tambahkan sedikit merica, setelah itu baru masukkan pene yang sudah di tiriskan. Aduk dalam saus sampai merata. Lalu angkat dan sajikan. Sebelum di santap, bisa tambahkan parutan keju di atasnya. Mudah kan..:) 

Bisa untuk 3 porsi.

Friday, December 10, 2010

Sneak Preview: ADT's So.lil.o.quy

'Write in recollection and amazement to yourself' quote by Jack Kerouac
Beberapa waktu lalu aku sempat cerita kalau aku sedang mengerjakan buku sketsa temanku, seorang arsitek bersahaja yang karyanya luar biasa. Namanya Achmad D. Tardiyana. Tanggal 8 Desember lalu, dia berulang tahun yang ke 50. Teman-temannya menghadiahinya sebuah buku yang berisi tulisan-tulisannya dan sketsa-sketsa arsitekturalnya. Sebenarnya ini adalah project impossible karena dari ide muncul sampai peluncuran bukunya nanti hanya sebulan saja. Lima puluh eksemplar akan dibuat secara handmade olehku dan setiap buku akan dinomeri 01 sampai 50. Nomer 00 adalah punyaku hehehehehe.. jadi ada 51 eksemplar sebenarnya. Berikut aku posting bocorannya. Ini adalah dummynya dan sekarang dummy ini sudah jadi milik sahabatku si tukang bengkel yang arsitek dan sangat seniman banget itu, Yustinus Arditya.




Acara peluncuran bukunya Achmad D. Tardiyana yang berjudul Sol.lil.o.quy itu akan diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Desember 2010, Pk. 12.00 s.d 15.00, bertempat di tempat sarapan favoritku dan teman-teman, Warung Kopi Purnama Jl. Alkateri 22 Bandung.

Bazaar Oh, Bazaar..

Seringkali aku ga bisa menduga, apa yang akan terjadi di sebuah acara bazaar. Bazaar yang aku kira bakalan meriah dan ramai, eh ternyata sepi dan ga seperti yang diharapkan. Sementara, ketika tidak berharap banyak, acara bazaarnya malah berlangsung meriah. Meski begitu, selalu ada hal positif dari sebuah bazaar. Apapun kondisi dan situasinya, bazaar selalu membuka peluang untuk kegiatan promosi dan bertemu teman-teman baru.

foto diambil dengan menggunakan kameranya puri dari idekuhandmade
Hari minggu, 5 Desember 2010 lalu, aku dan Mei, berangkat ke Jakarta untuk ikut bazaar dalam rangka ulang acara House and Living DAAI TV. Meski harus menembus pagi mendung, namun perjalanan terasa lancar. Kompilasi lagu untuk mengiringi perjalanan ini sengaja aku pilih untuk menambah keceriaan perjalanan. Tiba-tiba setelah mobil sewaan memasuki tol Cawang, terdengar suara aneh. Mei yang memegang kemudi, meminggirkan mobil. "Len, tolong di cek, kayanya bannya..". Begitu pintu dibuka, tercium ban terbakar. WOW, ban belakang sebelah kiri, sungguh hancur keadaannya. Dalam situasi seperti ini, pelayanan publik di jalan tol, bisa di uji, apakah benar-benar melayani, atau sekedar layanan basa-basi. Ternyata memang terbukti. Belum sampai lima menit setelah Mei menelepon info layanan jalan tol, dua orang petugas datang dan membantu mengganti ban pecah dengan ban cadangan. "Hati-hati di jalan neng, ini ban cadangannya sudah tipis, jangan sampai pecah lagi.."

Kami sempat mampir dulu ke tempat teman sebelum akhirnya sampai di tempat bazaar. Setelah selesai mendisplay dan hendak mengambil foto, ternyata si Joni K (kameraku), rusak. Masalah lama rupanya muncul lagi. Gear lensanya macet dan membuat lensa ga bisa bergerak. Ya sudah, apa boleh buat tidak ada foto-foto untuk bazaar kali ini. Sampai menjelang sore, ternyata tidak banyak pengunjung yang datang. Sesama pengisi stand jadinya malah punya banyak kesempatan untuk saling mengenal dan berbincang. Aku malah punya kesempatan untuk bikin pola binding baru dan malah kepikiran bikin buku tentang book binding heheheh.. (yang jelas baru bisa dikerjakan setelah buku tentang tobucil terbit).

foto diambil dengan menggunakan kameranya puri dari idekuhandmade

Sore, Puri dari Ideku Handmade muncul dengan tas besar berisi bahan-bahan workshop bikin boneka. Puri malah punya untukku. Sebuah kain bergambar perempuan Jepang, dia nemu kain itu di sebuah toko kain di Jakarta. Aneh juga karena biasanya aku dapat kain kaya gini biasanya oleh-oleh dari Jepang. Aku suka gambarnya, lagi mikir bagusnya dibikin apa ya..

Workshop membuat boneka yang dipandu oleh Puri, berlangsung meriah. Para peserta nampak khusyu mengikutinya. Selesai memberikan workshop, giliran Puri yang ikutan workshop singkat Yubiami. Lepas magrib, Aku dan Puri berpisah. Puri harus kembali pulang.

Bazaar ini sebenarnya bisa berlangsung sampai pk. 23.00. Namun, Aku, Mei, Naini dan Agni yang juga dari Bandung, memutuskan untuk selesai sampai pk. 20.00. Agni mengambil alih kemudi. Perlahan tapi pasti, kami bergerak kembali ke Bandung. Sempat berhenti sejenak di rest area di wilayah Purwakarta. Perlu nambah bensin dan juga minuman ringan. Tengah malam, kami sampai di Bandung. Alhamdulillah semua kami semua selamat sampai tujuan.

Beginilah dinamika 'ngamen' di bazaar. Ada kalanya bazaar berjalan seperti harapan, namun ada saatnya jauh dari harapan sama sekali. Satu hal pelajaran yang pasti dan akan selalu aku catat:
Jangan lupa periksa ban mobil sewaan, jangan mau terima mobil dengan kondisi ban yang sudah tipis karena itu sangat berbahaya dan simpan nomer info layanan jalan tol, karena kita ga pernah tau kapan akan membutuhkannya.

Hadiah dari Puri, thanks ya.. :)

Informasi Jalan Tol Cikampek Jakarta - Cikampek 021-8226666, 021-70247709
Informasi Jalan Tol Dalam Kota Cawang -Cengkareng 021-8011735, 021-8007738
Informasi Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Tanjung Priok 021-6518350, 021-65306930
Informasi Jalan Tol JORR Serpong - Rorotan 021-9201111
Informasi Jalan Tol Jagorawi Jakarta - Bogor - Ciawi 021-9177777
Informasi Jalan Tol Medan Belmera (Medan) 061-6611701
Informasi Jalan Tol PT. Jasa Marga DKI Jakarta (021) 8413630, 8413526
Informasi Jalan Tol Palimanan Palimanan - Kanci 0231-484268
Informasi Jalan Tol Purwakarta Purwakarta - Bandung 022-2021666, 022-91196666
Informasi Jalan Tol Semarang Semarang 024-7607777
Informasi Jalan Tol Surabaya Surabaya - Gempol 031-5624444
Informasi Jalan Tol Tangerang Jakarta - Tangerang 021-9199999, 0812-8199991

Thursday, December 2, 2010

Vitarlenology di DAAI Tv Bazaar, Jakarta

Buat temen-temen yang tinggal di Jakarta, jangan lupa ya tanggalnya.. aku akan ada di bazaar ini bersama notebook-notebook handmade vitarlenology .. seneng bisa ketemu Puri Idekuhandmade yang bakalan ngasih workshop. Datang ya... :) 

klik gambarnya untuk membaca infomasi lebih jelas

Wednesday, December 1, 2010

Peasant Blouse Ala McCall's Pattern

Akhirnya aku nyobain juga pola peasant blouse dari McCall's Pattern. Cukup mudah dan bagian tangannya kerasa lebih enak daripada peasant blouse yang kubuat sebelumnya. Pola bikinan McCall's ini lebih pas di badan dan bagian depan belakangnya terlihat lebih jelas. Waktu menjahitnya sangat singkat 30 menit selesai untuk satu baju sesuai pola dasar. Aku belum membuat variasi dari pola ini, baru nyoba manjangin bajunya jadi kaya rok sepaha. Pengen coba pake kancing di depan dan capuchon untuk bagian tutup kepala. Jadi ada alasan buat beli kain lagi.. heheheheh... yang berminat dengan polanya, silahkan kontak aku via email.

Tuesday, November 30, 2010

Lettering Set: Merangkai Kata Dimana Saja Ku Suka

Rubber Stamp Lettering Set
Ini adalah beberapa peralatan yang kupunya: lettering stamp & stencil set. Tiga diantaranya belum pernah aku pakai sama sekali. Udah ada rencana sih, tapi belum sempat dilaksanakan. Rubber lettering stamp set ini aku dapat di toko alat tulis di seberang Kota Kembang Bandung. Toko tak bernama ini, selain menyimpan stationery lawas, juga menyimpan harta karun luar biasa: lettering stamp aneka rupa. Dari yang lokal buatan sendiri seperti yang aku punya ini, sampai ke merek trodat produk impor yang lumayan mahal harganya. Lettering stamp seperti ini termasuk jarang di dapat terutama di kepulauan Nusantara dari Sabang sampai Mereuke heheheheh... Sangat berguna untuk art journaling  membuat tulisan-tulisan di cover notebook.

Steel lettering set

Nah, lettering set yang terbuat dari baja dan made in germany ini sangat-sangat spesifik kegunaannya. Dia dipakai untuk menamai atau menandai benda-benda yang terbuat dari logam: sendok misalnya (seperti yang dilakukan ibuku, dengan alasan biar sendok-sendoknya tidak tertukar dengan milik orang lain.. :D). Tujuanku membeli benda ini sebenarnya untuk membuat cover notebook dari plat logam dan kemudian bisa aku tulisi pake lettering set baja ini. Lagi-lagi yang ini masih dalam tataran ide, belum aku kerjakan, padahal plat almunium buat cover notebooknya juga sudah ada..

rubber stamp lettering set

Benda ini termasuk yang paling tua umurnya diantara lettering set lain yang aku punya. Aku beli  di abad lalu, tahun 1995 hihihihih... pas lagi ada diskon di Gramedia Bandung, hanya Rp. 21.000 saja. Terakhir aku lihat benda yang sama di toko alat tulis di Dalem Kaum itu, harganya sekitar Rp. 260.000.. yang aku punya ini huruf-hurufnya sudah banyak yang hilang. Pas jaman kuliah benda ini suka disalah gunakan oleh teman-temanku untuk membuat nota pengeluaran palsu. Teman-temanku yang kos itu, biasanya sedikit menipu ortunya untuk mendapatkan uang jajan ekstra dari nota pengeluaran palsu yang mereka buat.. :D

Lettering Stencil Set
Yang ini belum pernah aku pakai. Ukurannya lumayan besar untuk setiap hurufnya. Enak nih kalau mau bikin  cetakan huruf buat di pilox atau di warnai dengan teknik stensil atau sablon sederhana. Sudah ada rencana dan ide untuk menggunakan benda ini, tapi masalah klasik: belum ada waktu.

Filosofi dari membeli dan mengumpulkan benda-benda seperti ini adalah: 'beli dulu aja, mau dipakai apa, itu gimana nanti yang penting punya dulu ..'

Monday, November 29, 2010

Nostalgia Stationery Masa Kecil


Hal paling menyenangkan di masa kecil adalah ketika bapakku mengajak aku  dan adikku ke toko buku dan memperbolehkan kami memilih stationery yang kami inginkan. Dulu itu aku paling senang koleksi pensil dan penghapus aneka bentuk, selain koleksi kertas surat dan notebook yang lucu-lucu tentunya. Tak jarang, aku harus menabung dari uang jajan yang tidak banyak itu demi notebook atau kertas surat incaranku di toko buku yang dulu berderet di dekat pintu kereta api jalan Sunda Bandung. Hal yang menyenangkan dari mengkoleksi kertas surat adalah aku bisa tuker-tukeran dengan teman-temanku. Atau ketika aku punya notebook album kenangan, aku bisa meminta teman-temanku mengisinya biodata dan foto mereka sebagai kenang-kenangan. Sementara yang menyenangkan dari mengkoleksi pensil dan pengahapus adalah mengaturnya dalam 'kotak harta karun' berbentuk kaleng atau kotak bekas obat yang diberikan bapakku buat mainan dan memandang-mandanginya sambil mengamati gambar atau bentuk yang lucu-lucu pada pensil dan penghapus itu. Mau dipakai juga sayang, karena aku ga mau pensilku memendek atau penghapusku berubah bentuk. Oya, kebiasaan lain yang berhubungan dengan pensil adalah aku senang mencium-cium bau kayunya, waktu kecil aku senang memasukkan pensil ke hidung dan membiarkannya menggantung di hidung...(bisa sekalian buat ngupil.. hahahaha.)
  
Semua nostalgia koleksi stationery masa kecil ini muncul kembali setelah aku dan Mei, menemukan harta karun di toko alat tulis seberang Kota Kembang, Dalem Kaum, Bandung. Niat awalnya hanya ingin makan mie di Linggar Jati, trus teringat toko alat tulis satu-satunya di Dalem Kaum. Jadilah setelah makan mie, cek toko sebelah. Tadinya hanya ingin membeli stempel huruf, tapi kemudian menemukan stationery ini. Gile.. album kenangan, pensil berbentuk perman tongkat, pisau lipat yang dulu mbah kakungku pernah punya, bolpen pilot, langsung membuat aku dan Mei kalap dan membelinya. Stationery ini memanggil kembali semua hal-hal paling menyenangkan di masa kecilku dulu.



 Waktu ditanya: "Pak, ini (album kenangan) harganya berapa?." Si Bapak penjual nampak kebingungan, "Berapa ya?" dia malah balik bertanya. Album kenangan itu dibolak-balik olehnya sambil dibersihkan dari debu tebal yang menempel bertahun-tahun. Terlihat label harga yang masih tertempel 'Rp. 500'. "udah neng, seribu aja," akhirnya dia mengambil keputusan. Kami tidak protes, malah semangat memilih semua model dan gambar sampul. Barang langka nih, kapan lagi bisa menemukan yang seperti ini. Tulisan 'simfoni pribadi' dan 'trim's'nya itu loh benar-benar ga nahan..


 'Jadi teman-teman jangan lupa ya tulis kata kenanganmu dan juga cita-citamu di album kenanganku'

Tuesday, November 23, 2010

Third Man Records Store & Novelties, Suatu Hari Nanti..

foto-foto di ambil dari sini

Salah satu cita-citaku, kalau berkesempatan kembali ke US adalah berkunjung ke tokonya Jack White di Nashville. Sebuah toko kecil yang menjual produk-produk Do It Yourselfnya Thirdman Records, perusahaan rekaman yang bangun Jack White sejak 2001 (seumur tobucil dong ya.. :D). Semua vinyl dan  merchandise band keluaran Third Man Records ada di toko ini. Uniknya, Jack seneng banget bikin mengeluarkan vinyl bootleg yang diproduksi terbatas, 200 keping saja dia juga senang membuat merchandise yang ga kepikiran sama celeb lain, misalnya aja: custom White Stripes portable record player. Aku juga suka sama selera artistiknya dia: duotone  colors, secara produksi bisa murah tapi hasilnya bisa keliatan simple elegant. Aku suka banget sama orang ini biarpun dia udah jadi superstar tapi semangat DIY sejak dia masih jadi upholsterer sampai sekarang, bikin dia jadi superstar yang punya sikap. Love this man so much... :)




Capung dan Kupu-kupu Kiriman Moshe Things


"Cuteeeeeeeeee banget!!!" begitulah reaksiku ketika membuka paket dari Moshe Things yang berisi capung dan kupu-kupu dari pita yang lucu-lucu ini. Aku suka banget sama perpaduan warnanya dan bentukannya juga. Pas banget. Aku pengen bikin sesuatu dari capung dan kupu-kupunya Moshe Things ini, cuma masih belum kepikiran desain fixnya seperti apa. Lihat pita-pita cantik ini, aku jadi inget sama seniman jepang, namanya Baku Maeda dia juga bikin art project dengan menggunakan pita-pita dan membuat bentukan-bentukan binatang.. lucu banget dengan label Ribonesia.

Terima kasih Tia dari Moshe Things untuk kiriman capung dan kupu-kupunya...:)

Thursday, November 18, 2010

Handmade Notebook: Peta Busway Trans Jakarta & KRL Jabodetabek


Akhirnya, setelah mencoba beberapa design, nemu juga design yang pas untuk mengolah Bandana Peta Busway Trans Jakarta dan KRL Jabodetabek menjadi notebook yang pas. Adaptasi dari model notebook legendaris moleskine dengan handmade binding cross binding dan star binding. Notebook ini aku bikin dalam 2 ukuran A5 dan A6. Jumlahnya juga sangat terbatas karena kain bergambar peta buswaynya juga sangat terbatas jumlahnya. Notebook ini aku buat untuk memenuhi janjiku pada Melly dan Shanty, dua temanku yang bulan April lalu mengelola acara KumKum, untuk mengolah bandana peta busway yang cacat sablonannya alias ga presisi. Dari pada tidak terpakai, lebih baik aku olah jadi produk lain yang bisa berguna namun tetap bisa menampilkan petanya itu sendiri. Selain notebook, akan ada totebag XL (extra large) dari bandana ini juga.. (posting menyusul). Oya, petanya sendiri dibuat oleh Adrian Ian.


Detail handmade binding (A5): cross binding dan simpel binding

Detail handmade binding (A6): Star Binding

Kantong di cover bagian dalam, bisa bebas nyelipin macem-macem.
Detail binding bagian dalam
Karet terpasang dengan kuat di cover bagian belakang.
Yang berminat bisa buka di vitarlenology.multiply.com untuk melihat lebih jelas dan cara pemesanannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...