Skip to main content

Posts

Showing posts from 2010

Kartu Batik

Ophan, instruktur klab menulis di tobucil, beberapa hari lalu sms aku, minta dibikinin kartu ucapan yang ada batiknya untuk dikirim ke temannya di luar negeri. Sebenernya menjelang tutup tahun begini, perhatian dan energi sedang terfokus pada pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai alias setumpuk bahan-bahan notebook yang belum kelar di bikin. Jadi membuat kartu batik menjadi interupsi sekaligus selingan yang menyenangkan. Tadinya aku mau men-scan motif batiknya trus di print di atas kertas, tapi setelah dipikir-pikir jadinya kok biasa banget.. dan waktu beres-beres kemarin, aku menemukan sampul-sampul untuk simple book binding notebook yang terbuat dari batik yang ukurannya kurang pas. Daripada tidak terpakai, akhirnya aku jadiin kartu aja. Sebenernya kartu ini mirip dengan cover simple binding notebook yang biasa aku buat, cuma isinya aja yang beda.

Cover batik aku isi dengan 8 halaman kertas 210gr kosong dan disatukan dengan simple binding. Tali pengikat, ujungnya aku kasih manik-man…

Dari Peluncuran Buku So.lil.o.quy

Menjilid 50 buku dalam waktu kurang dari 24 jam, lumayan gempor juga. Karena bahan cover yang terbuat dari kulit imitasi lumayan tebal, membutuhkan tenaga ekstra untuk menarik jarumnya. Aku jadi tau ukuran waktu untuk long stitch binding seperti buku So.lil.o.quy, dibutuhkan waktu 15 menit untuk setiap bukunya. Cik Rani menjemputku ke tobucil dan kami berangkat bersama ke Warung Purnama. Akhirnya 50 buku berhasil di selesaikan tepat waktu, satu jam sebelum acara di mulai :D
Alhamdulillah, kurang dari dua jam, 48 eks buku langsung terjual habis. Dua eksemplar bernomer 01 disimpan untuk lelang via facebook dan 50 disimpan sebagai koleksi penulis buku. Setiap pembeli diberi sebuah sertifikat kecil yang ditandatangani penulisnya sesuasi dengan nomer seri dari bukunya. Orang-orang yang terlambat datang, malah ga kebagian bukunya. Akhirnya mas Apep memutuskan untuk memesan lagi 50 eksemplar buku lagi tanpa nomer, padaku. 
Siang itu, Warung Purnama tampak penuh dan ramai. Para arsitek senior d…

Respon Sahabat

Tanto, sahabatku suka sekali dengan pocket book yang aku bikin dengan memanfaatkan foto-foto jepretanku sebagai cover. Alasannya mudah dibawa kemana-mana dan enak buat di gambarin. Salah satunya adalah pocket book dengan cover salah satu foto dari NYC visual diary. Foto ini diambil dari salah satu pameran yang diselenggarakan dalam rangka summer festival di Governor Island, NYC, 2008 lalu. Pertanyaan yang aku tulis di cover dalam bagian belakang, cukup mengusik Tanto. Dia sengaja browsing untuk menemukan jawaban: berapa miles jarak Johannesburg via Bandung? Dia kirimkan jawabannya  lengkap dengan bonus gambarnya dan aku adalah penggemar berat gambar-gambarnya ... thanks ya to.. :)

Stylish Blogger Award

Wow.. hadiah kejutan menjelang akhir minggu. Setelah minggu ini dibuka oleh kejadian yang 'ga masuk akal dan mengganggu' dan kesibukan sepanjang minggu menyelesaikan project mission impossiblenya mas apep, yeah award ini sangat menghiburku. Terima kasih banyak buat Ina dari feathering a Nest yang sudah memberikan award ini untukku.

Aku harus memenuhi syarat berikut setelah menerima award ini:
1. thank and link to the person who awarded me this award. Sekali lagi buat Ina feathering a Nest yang sudah memberikan award ini untukku, makasih banyak loh.. :)
2. share 8 things about myself. Mmmm...  1. I'm someone who remains faithful to my dreams.. begitulah aku kalau mengutip omongannya Benicio Del Toro.. :D cenderung setia pada banyak hal termasuk hubungan. 2. Aku orang yang susah susah gampang.. bisa susah sama orang-orang yang bikin susah tapi berusaha tidak menyusah-nyusahkan urusan-urusan. Bisa sangat gampang pada orang yang gampang-gampang aja tapi bukan menggampangkan urusan…

ADT's So.lil.o.quy

Inilah bentuk final dari bukunya Achmad D. Tardiyana atau yang biasa aku panggil mas apep. Cover dibuat dari kulit imitasi (oscar) dan tulisan di grafir laser di atas kulitnya. Teks dan sketsa di print laser BW di atas kertas padalarang. Pembatas tiap bagian di print di atas kalkir (biar keliatan kalau ini buku arsitektur hehehehe..). Bindingnya aku pakai long stitch dan tali kulit untuk mengikat bukunya.

Penggarapan buku ini bisa dibilang mission impossible. Dari idenya muncul sampai waktu peluncurannya kurang dari sebulan. Dan tentu saja proses produksi efektifnya hanya seminggu aja (waktu tulisan ini di tulis, proses penggandaan sampai 50 eks, masih berlangsung). Tadinya sempat terpikir untuk di cetak pakai mesin offset biar ada efek rough design, karena sketsa jadi ga perlu terlalu presisi hasil cetaknya. Tapi ternyata tulisannya cukup banyak dan ukuran font tidak mungkin kekejar kalau dipaksakan pakai mesin offset. Akhirnya aku putuskan untuk di print aja biar hasilnya lebih tajam…

Pene Bakso Bolognese

Ini adalah resep membuat pene bolognese yang paling cepat dan mudah. Jika malam tiba-tiba terserang lapar, daripada masak mie instant, pene bolognese ini bisa jadi alternatif pengganti. 
Bahan yang perlukan: 250 grpene (bisa diganti dengan spageti, fussili, macroni dan aku paling seneng sama pene), saus bolognese yang sudah jadi (di sini aku pakai merek Del Monte), olive oil, bakso sapi atau daging cincang, bawang bombay, merica.

Cara membuat: rebus pene sampai empuk lalu tiriskan. Masukkan 3 sendok makan olive oil ke dalam wajan yang sudah di panaskan. Tumis irisan tipis bawang bombay dalam olive oil sampai layu, lalu masukkan  5 sendok saus bolognese ke dalam wajan. Masukkan bakso atau daging cincang ke dalam saus diamkan sebentar. Tambahkan sedikit merica, setelah itu baru masukkan pene yang sudah di tiriskan. Aduk dalam saus sampai merata. Lalu angkat dan sajikan. Sebelum di santap, bisa tambahkan parutan keju di atasnya. Mudah kan..:) 
Bisa untuk 3 porsi.

Sneak Preview: ADT's So.lil.o.quy

Beberapa waktu lalu aku sempat cerita kalau aku sedang mengerjakan buku sketsa temanku, seorang arsitek bersahaja yang karyanya luar biasa. Namanya Achmad D. Tardiyana. Tanggal 8 Desember lalu, dia berulang tahun yang ke 50. Teman-temannya menghadiahinya sebuah buku yang berisi tulisan-tulisannya dan sketsa-sketsa arsitekturalnya. Sebenarnya ini adalah project impossible karena dari ide muncul sampai peluncuran bukunya nanti hanya sebulan saja. Lima puluh eksemplar akan dibuat secara handmade olehku dan setiap buku akan dinomeri 01 sampai 50. Nomer 00 adalah punyaku hehehehehe.. jadi ada 51 eksemplar sebenarnya. Berikut aku posting bocorannya. Ini adalah dummynya dan sekarang dummy ini sudah jadi milik sahabatku si tukang bengkel yang arsitek dan sangat seniman banget itu, Yustinus Arditya.




Acara peluncuran bukunya Achmad D. Tardiyana yang berjudul Sol.lil.o.quy itu akan diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Desember 2010, Pk. 12.00 s.d 15.00, bertempat di tempat sarapan favoritku dan …

Bazaar Oh, Bazaar..

Seringkali aku ga bisa menduga, apa yang akan terjadi di sebuah acara bazaar. Bazaar yang aku kira bakalan meriah dan ramai, eh ternyata sepi dan ga seperti yang diharapkan. Sementara, ketika tidak berharap banyak, acara bazaarnya malah berlangsung meriah. Meski begitu, selalu ada hal positif dari sebuah bazaar. Apapun kondisi dan situasinya, bazaar selalu membuka peluang untuk kegiatan promosi dan bertemu teman-teman baru.

Hari minggu, 5 Desember 2010 lalu, aku dan Mei, berangkat ke Jakarta untuk ikut bazaar dalam rangka ulang acara House and Living DAAI TV. Meski harus menembus pagi mendung, namun perjalanan terasa lancar. Kompilasi lagu untuk mengiringi perjalanan ini sengaja aku pilih untuk menambah keceriaan perjalanan. Tiba-tiba setelah mobil sewaan memasuki tol Cawang, terdengar suara aneh. Mei yang memegang kemudi, meminggirkan mobil. "Len, tolong di cek, kayanya bannya..". Begitu pintu dibuka, tercium ban terbakar. WOW, ban belakang sebelah kiri, sungguh hancur keada…

Vitarlenology di DAAI Tv Bazaar, Jakarta

Buat temen-temen yang tinggal di Jakarta, jangan lupa ya tanggalnya.. aku akan ada di bazaar ini bersama notebook-notebook handmade vitarlenology .. seneng bisa ketemu Puri Idekuhandmade yang bakalan ngasih workshop. Datang ya... :) 
klik gambarnya untuk membaca infomasi lebih jelas

Peasant Blouse Ala McCall's Pattern

Akhirnya aku nyobain juga pola peasant blouse dari McCall's Pattern. Cukup mudah dan bagian tangannya kerasa lebih enak daripada peasant blouse yang kubuat sebelumnya. Pola bikinan McCall's ini lebih pas di badan dan bagian depan belakangnya terlihat lebih jelas. Waktu menjahitnya sangat singkat 30 menit selesai untuk satu baju sesuai pola dasar. Aku belum membuat variasi dari pola ini, baru nyoba manjangin bajunya jadi kaya rok sepaha. Pengen coba pake kancing di depan dan capuchon untuk bagian tutup kepala. Jadi ada alasan buat beli kain lagi.. heheheheh... yang berminat dengan polanya, silahkan kontak aku via email.

Lettering Set: Merangkai Kata Dimana Saja Ku Suka

Ini adalah beberapa peralatan yang kupunya: lettering stamp & stencil set. Tiga diantaranya belum pernah aku pakai sama sekali. Udah ada rencana sih, tapi belum sempat dilaksanakan. Rubber lettering stamp set ini aku dapat di toko alat tulis di seberang Kota Kembang Bandung. Toko tak bernama ini, selain menyimpan stationery lawas, juga menyimpan harta karun luar biasa: lettering stamp aneka rupa. Dari yang lokal buatan sendiri seperti yang aku punya ini, sampai ke merek trodat produk impor yang lumayan mahal harganya. Lettering stamp seperti ini termasuk jarang di dapat terutama di kepulauan Nusantara dari Sabang sampai Mereuke heheheheh... Sangat berguna untuk art journaling  membuat tulisan-tulisan di cover notebook.

Nah, lettering set yang terbuat dari baja dan made in germany ini sangat-sangat spesifik kegunaannya. Dia dipakai untuk menamai atau menandai benda-benda yang terbuat dari logam: sendok misalnya (seperti yang dilakukan ibuku, dengan alasan biar sendok-sendoknya tidak…

Nostalgia Stationery Masa Kecil

Hal paling menyenangkan di masa kecil adalah ketika bapakku mengajak aku  dan adikku ke toko buku dan memperbolehkan kami memilih stationery yang kami inginkan. Dulu itu aku paling senang koleksi pensil dan penghapus aneka bentuk, selain koleksi kertas surat dan notebook yang lucu-lucu tentunya. Tak jarang, aku harus menabung dari uang jajan yang tidak banyak itu demi notebook atau kertas surat incaranku di toko buku yang dulu berderet di dekat pintu kereta api jalan Sunda Bandung. Hal yang menyenangkan dari mengkoleksi kertas surat adalah aku bisa tuker-tukeran dengan teman-temanku. Atau ketika aku punya notebook album kenangan, aku bisa meminta teman-temanku mengisinya biodata dan foto mereka sebagai kenang-kenangan. Sementara yang menyenangkan dari mengkoleksi pensil dan pengahapus adalah mengaturnya dalam 'kotak harta karun' berbentuk kaleng atau kotak bekas obat yang diberikan bapakku buat mainan dan memandang-mandanginya sambil mengamati gambar atau bentuk yang lucu-lucu…

Third Man Records Store & Novelties, Suatu Hari Nanti..

Salah satu cita-citaku, kalau berkesempatan kembali ke US adalah berkunjung ke tokonya Jack White di Nashville. Sebuah toko kecil yang menjual produk-produk Do It Yourselfnya Thirdman Records, perusahaan rekaman yang bangun Jack White sejak 2001 (seumur tobucil dong ya.. :D). Semua vinyl dan  merchandise band keluaran Third Man Records ada di toko ini. Uniknya, Jack seneng banget bikin mengeluarkan vinyl bootleg yang diproduksi terbatas, 200 keping saja dia juga senang membuat merchandise yang ga kepikiran sama celeb lain, misalnya aja: custom White Stripes portable record player. Aku juga suka sama selera artistiknya dia: duotone  colors, secara produksi bisa murah tapi hasilnya bisa keliatan simple elegant. Aku suka banget sama orang ini biarpun dia udah jadi superstar tapi semangat DIY sejak dia masih jadi upholsterer sampai sekarang, bikin dia jadi superstar yang punya sikap. Love this man so much... :)




Capung dan Kupu-kupu Kiriman Moshe Things

"Cuteeeeeeeeee banget!!!" begitulah reaksiku ketika membuka paket dari Moshe Things yang berisi capung dan kupu-kupu dari pita yang lucu-lucu ini. Aku suka banget sama perpaduan warnanya dan bentukannya juga. Pas banget. Aku pengen bikin sesuatu dari capung dan kupu-kupunya Moshe Things ini, cuma masih belum kepikiran desain fixnya seperti apa. Lihat pita-pita cantik ini, aku jadi inget sama seniman jepang, namanya Baku Maeda dia juga bikin art project dengan menggunakan pita-pita dan membuat bentukan-bentukan binatang.. lucu banget dengan label Ribonesia.

Terima kasih Tia dari Moshe Things untuk kiriman capung dan kupu-kupunya...:)

Handmade Notebook: Peta Busway Trans Jakarta & KRL Jabodetabek

Akhirnya, setelah mencoba beberapa design, nemu juga design yang pas untuk mengolah Bandana Peta Busway Trans Jakarta dan KRL Jabodetabek menjadi notebook yang pas. Adaptasi dari model notebook legendaris moleskine dengan handmade binding cross binding dan star binding. Notebook ini aku bikin dalam 2 ukuran A5 dan A6. Jumlahnya juga sangat terbatas karena kain bergambar peta buswaynya juga sangat terbatas jumlahnya. Notebook ini aku buat untuk memenuhi janjiku pada Melly dan Shanty, dua temanku yang bulan April lalu mengelola acara KumKum, untuk mengolah bandana peta busway yang cacat sablonannya alias ga presisi. Dari pada tidak terpakai, lebih baik aku olah jadi produk lain yang bisa berguna namun tetap bisa menampilkan petanya itu sendiri. Selain notebook, akan ada totebag XL (extra large) dari bandana ini juga.. (posting menyusul). Oya, petanya sendiri dibuat oleh Adrian Ian.




Yang berminat bisa buka di vitarlenology.multiply.com untuk melihat lebih jelas dan cara pemesanannya.