Thursday, December 31, 2009

Pengalaman Produksi Skala Pabrikan


Sebelum menutup tahun 2009, ada pengalaman berharga yang perlu kutulis dalam hubungannya dengan produksi barang handmade. Tanggal 11 Desember 2009 lalu, sahabatku R.E. Hartanto menikah dengan Fini Kania. Ia mempercayakan penggarapan souvenir pernikahannya padaku. Tanto memintaku membuat totebag polos dari kain blacu sebanyak 750 pcs. Produksi sebanyak ini sebenernya baru pertama kali aku lakukan.

Satu jam sebelum resepsi pernikahan dimulai, souvenir ini baru selesai dan diantarkan ke tempat resepsi. Tanto sih santai aja, karena dia percaya aku pasti bisa menyelesaikannya. Namun bagiku ini adalah perhitungan waktu yang mepet dan ceroboh. Beberapa catatan kecerobohanku dalam perhitungan produksi sebanyak 750 pcs.
  1. Aku menghitung 10 hari produksi terhitung mulai tanggal 1 Desember sampai 10 Desember 2009. Aku tidak memberi mengalokasikan waktu cadangan untuk produksi, jaga-jaga kalau ada sesuatu terjadi. Jadi seharusnya aku mengalokasikan waktu 20 hari produksi paling cepat.
  2. Aku menganggap bahwa untuk produksi sebanyak 750 pcs, bisa dikerjakan dengan menggunakan mesin jahit rumahan dan hanya dibantu oleh tetanggaku saja yang belakangan aku baru tau, dia menjahit dengan menggunakan mesin jahit manual tanpa dinamo. Kapasitas maksimal sehari yang bisa dia kerjakan selama 8 jam adalah 65 tas saja (tanpa pasang tali). Sementara aku ltidak menghitung bahwa mesin rumah punya kapasitas produksi maksimal, lewat dari itu dinamo bisa jebol atau mesin mengalami kerusakan. Dan itulah yang terjadi. Mesin jahit brotherku berubah setelan giginya dan mesin jahit singer tahun 1977 punya Danu yang aku gunakan sebagai back up, jebol dinamonya. Jadi aku perlu mengganti dinamo baru dan menservice mesin brotherku. Untuk produksi di atas 300 pcs, sebaiknya menggunakan mesin jahit pabrik, seperti yamagata yang bisa heavy duty. 
  3. Dalam memotong bahan lebih baik di ukur dengan lebih akurat, untuk menghindari kekurangan bahan di perhitungan terakhir. 
  4. Jika akan melibatkan lebih dari satu tukang jahit tambahan, sebaiknya cek dulu standar kualitas jahitan masing-masing, biar kualitas produknya bisa terjaga. 
  5. Beri tambahan waktu mengemas minimal 2 hari.
Dari proses ini, aku bener-bener dapat pelajaran berharga jika nanti harus memproduksi di atas 500 pcs untuk 1 jenis item. Emang sih, produksi sebanyak ini, perlakuannya bukan lagi perlakukan produksi handmade biasa, tapi udah perlakukan pabrik, jadi perhitungan produksinya juga sebaiknya perhitungan pabrikan.

Saturday, December 26, 2009

Pearl Jam Note Book



Ini adalah notebook yang aku buat khusus untuk acara gathering milis Pearl Jam Indonesia di Tobucil, hari minggu besok (27 Desember 2009). Foto-foto konser Pearl Jam di Madison Square Garden, NYC, 24-25 Juni 2008. Aku pilih 4 dari sekitar 700 frame jepretanku. Foto-foto itu aku print laser color di atas kertas cougar (aku suka teksturnya dan bagaimana warnanya jadi keliatan lebih solid di atas kertas ini, trus isinya dari kertas hvs 80 gd aku jilid pake simple book binding aja. Sebenernya juga yang seru adalah ujung notebooknya aku bikin lengkung dengan menggunakan rounded corner punch, jadinya meski simple, ini notebook keliatan beda loh.. :D
Bisa di dapat di tobucil & klabs.

Agus Suwage Journal




Agus Suwage memperbolehkan aku menggunakan karya-karyanya untuk di bikin merchandise. Yang pertama aku bikin tentu saja notebook. Ada delapan karya yang aku jadiin cover notebook dari seri karyanya The Times There are Changing. Aku bikin dengan jilid ring tapi desain covernya bisa menutupi jilid ringnya. Model cover seperti itu, aku adaptasi dari notebook yang pernah aku dapat di Kuala Lumpur. Aku lagi nyiapin merchandise dari karyanya yang lain. Sebenernya aku udah bikin pin dan magnet juga.. tapi masih perlu di sempurnakan lagi.. notebook bisa di dapat kan di:

Bandung: Tobucil & Klabs, Cendramata Selasar Sunaryo, Omuniuum, Rumah Buku
Jakarta: Kamar Karma



Diary Batik Garut



Setelah mengalami kemalasan mengupdate blog ini, resolusi akhir tahun adalah kembali rajin-rajin mengupdatenya .. :D Akhir tahun aku kembali membuat Diary Batik. Kali ini aku memanfaatkan lima corak batik garut yang aku punya. Aku suka batik garut ini karena motif dan warnanya lebih ceria. Diary batik yang aku bikin ini, menggunakan teknik block lem binding. Isinya ada yang warna-warni memanfaatkan kertas korea dan satu lagi yang polos dengan menggunakan kertas hvs 100 gr. Diary-diary ini aku kirim untuk Kamar Karma di Jakarta, tapi kalau mau nyari di tobucil & klabs juga ada.. :D


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...