Wednesday, September 30, 2009

Fotoku di Schmap New York Guide


TautanWow... ! senengnya. Tiba-tiba aku di kontak oleh managing editornya Schmap Guides, Emma J. William dan bilang bahwa fotoku terpilih untuk masuk di Schmap Guide halaman New York sebagai ilustrasi acara tahunan NYC, Museum Mile Festival. Seneng aja fotoku ada yang mengapresiasi heheheh.. meski ga ada honornya loh. Emma menemukan fotoku itu di album Museum Mile Festival yang aku upload di album flickrku. Padahal foto ini, foto Museum Mile Festival tahun 2008.

Foto ini aku ambil dengan asal jepret di Rococo Copperhewit National Design Museum Manhattan, NYC. Waktu itu begitu banyak orang, jadi aku hanya punya kesempatan sebentar berdiri di tangga dan maen jeprat-jepret aja untuk mengcapture suasananya. Eh, justru yang ga sengaja ini yang malah memberi kejutan.

Pojok Baru Meja Kerjaku


Masih inget meja kerjaku yang 'papuket' ? Nah, puasa kemaren aku kepikiran untuk memindahkan ruang kerjaku ini, sehubungan dengan rencana tobucil bikin 'handmade corner' di pojokan meja kerjaku dulu. Rencana ini baru terealisasi senin kemarin, hari pertama bekerja kembali di tobucil. Aku memindahkan meja kerjaku ini ke ruang benang dan stok tobucil. Setengah ruangan yang selama ini biasa di pakai untuk menyimpan meja tv tobucil, aku tata lagi dengan lebih efisien biar mejaku bisa bersebelahan dengan meja tv. Lumayan, aku suka pojok kerjaku yang sekarang. Kerasa lebih lega dan ga papuket kaya sebelumnya. Selain itu, mejaku lebih terjaga privasinya karena ga akan keganggu sama konsumen yang liat-liat benang.

Lebih jelasnya foto-fotonya ada di album flickrku.

Kartu-kartu Cantik di Hari Raya


Oya di hari raya ini, aku dapet kiriman kartu cantik buatan teman-temanku sendiri. Satu dari Mei (bergambar batik) dan satu lagi dari Ojan (kartu pos). Aku seneng banget nerimanya.. thanks ya rasanya udah lama banget ga dapet kiriman kartu bercap pos.. jadi semangat berkirim-kirim post card.. siapa tertarik kita korespondensi lewat postcard yuk...

Monday, September 28, 2009

Handbag Payet Pertama

Salah satu yang kutemukan di lemariku adalah handbag berhias payet ini. Handbag yang kubikin dalam rangka mau ke undangan kawinan sodaraku trus sadar kalo aku ga punya tas kecil buat ke undangan kalo ga salah tahun 2005 aku bikinnya. Manyetinnya juga asal banget hanya memanfaatkan payet dan manik-manik yang ada dan ngikutin corak bunga yang udah ada di kainnya. Lumayan juga sih, sampai sekarang masih tersimpan dengan baik dan masih cukup layak untuk di pakai ke undangan. Oya kain yang kupakai untuk tas ini adalah sejenis kain sutra dari selendang cina bekas gitu yang aku dapet di pasar baju-baju handmadebekas di tegalega dulu. Lumayan sih dengan sedikit sentuhan jadi tampil beda..

Wedding Sampler

Seminggu di rumah, bikin aku bongkar-bongkar apa yang ada di rumah dan aku menemukan ini. Wedding sampler yang seharusnya untuk hadiah pernikahan temenku: Nihil Pakuril dan Reri Marina. Tapi waktu itu, weeding sampler ini belum selesai. Akhirnya malah ga jadi buat hadiah mereka. Aku bikin wedding sampler cross stitch ini tahun 2001 jadi udah 8 tahun yang lalu.. :P aku kirim aja deh nanti di ulang tahun pernikahannya Nihil.. biar telat asal ngado.. tapi kalo yang ini aku telatnya udah kelewatan..

Sunday, September 27, 2009

Keranjang Renda

Berhubung rencana berlibur ke Jawa Timur batal (karena Rama sakit dan setelah dia sembuh giliran aku yang sakit). Akhirnya seminggu di rumah diisi dengan merenda. Dengan memanfaatkan benang-benang mambo simpanan yang cuma segulung-segulung gitu, aku penasaran nyobain bikin keranjang-keranjang kecil yang hanya membutuhkan satu gulung benang saja. Aku pake jarum crochet/hakken no. 10 buat merajut ini. Sepertinya juga, untuk membuat keranjangnya lebih kaku dan kuat, dalemnya mesti di lapis kain yang juga dilapisi kain keras. Jadi ketika di pake, keranjangnya ga 'mleyat-mleyot' alias lebih ngebentuk. Lumayan sih, keranjang-keranjang kecil ini bisa bikin meja jadi lebih rapi dan terorganisir karena barang-barang kecil jadinya ga berserakan di meja.

'Needlecraft' Oleh-Oleh Dari Cik Rani

Tak ada yang menyenangkan selain hadiah dari sahabat yang sangat mengerti hobi kesukaanku. Beberapa hari setelah lebaran, aku dan cik rani janjian ketemu makan mie dan surprise... cicik kasih aku hadiah sebuah buku 'Needlecraft' ini.. duh senengnya... makasih ya cik..

Buku ini berisi 65 teknik kerajinan tangan yang kerjakan oleh jarum.. dari mulai menyulam sampai merajut. Variasinya juga cukup lumayan terutama dalam ngemix bahan baku dan menggabung-gabungkan teknik2 yang berbeda, misalnya crochet digabung sama sulaman. Seru.. mengingat aku lagi sangat tertarik sama sulam menyulam karena ngerjain vanity projectnya tanto.. buku ini menambah semangat dan inspirasi.

Saturday, September 19, 2009

Granny Bag

Libur lebaran ini, niatnya memang menyelesaikan proyek-proyek rajutan yang terlunta-lunta nasibnya.. :D salah satunya adalah tas ini. Niatnya mau bikin tote bag tapi udah keburu males. Akhirnya aku bikin 'granny bag' aja dengan menambahkan gagang kayu. Di kerjakan dengan teknik crochet dengan menggunakan jarum no. 10 dan benang rami wool yang agak kasar. Benangnya ga habis banyak kok 3 gulung saja. Dua gulung yang warna hijau dan satu gulung yang warna kuning emas. Lumayan lah buat tempat mukena buat sholat Ied Besok.. :)

Siapa Mau Hobo Tote Bag Bolak Balik?




Siapa mau hobo tote bag bolak balik? dateng aja ke Kamar Karma alamatnya ada di sini.
Edisi terbatas. IDR 100.000 Jangan sampai kehabisan ya.. :)

Friday, September 18, 2009

Siapa Mau Simple Binding Notebook?




Siapa mau simple binding notebook ini? dateng aja ke Kamar Karma alamatnya ada di sini.
Edisi terbatas. IDR 40.000 Jangan sampai kehabisan ya.. :)

Ukuran A6. Isi kertas korea 80 gr 100 lbr. Cover: katun aneka corak dengan tali kulit sintetis dan batu kalimantan.

Thursday, September 17, 2009

Kancing Bungkus Bersulam Kepik

Ini cerita tentang kancing bungkus bersulam kepik yang menclok di dompet rajutan berbentuk amplop. Waktu itu aku baru saja beli alat pembuat kancing bungkus. Matras kancing yang aku punya ukurannya lumayan besar, diameter 3 cm, cukup lucu juga kalo di jadiin pin. Niatnya beli alat pembuat kancing bungkus juga memeng begitu. Pengen bikin pin tapi dengan menggunakan kain-kain yang di sulam atau di sablon. Nah si kancing kepik ini adalah edisi perdana dari kancing bersulam itu dan sejauh ini baru satu-satunya... heheheheh.. setelah ini aku jadi pengen bikin lagi kancing bersulam ini buat pin. Tunggu postingan cara bikinnya ya..

Karena cuma satu aja, akhirnya kancing bungkus bersulam kepik ini, dipake adikku untuk kancing dompet rajutan model amplop yang badannya di rajut elin, dan finishingnya di kerjain sama adikku.. Lucu kan, menurutku si kepik jadi kaya menclok di dompet anduk ..:)

Blank Card 'Jerangkong' Hadiah Tanto

" Len, ini buat kamu," kata Tanto sambil menyerahkan tiga box berukuran kartu nama kepadaku.
" Waktu itu saya, bikinin Marek blank card buat kartu nama dia, tapi Mareknya keburu pulang ke Belanda," jelas Tanto lagi. Alhasil aku dapet 3 box bergambar tengkorak ini yang isinya lembaran-lembaran kartu kosong seukuran kartu nama. Gambar-gambar ini Tanto ambil dari ebook "Human Body" dan kartu-kartu ini dibuat dengan print laser color digital.

Thanks ya to, jadinya aku bisa tulis buat ucapan yang aku selipin di kiriman-kiriman barang atau kado buat teman-temanku. Dan aku suka loh sama gambar tengkorak ini.. :)

Cermin Kenangan

Tiba-tiba saja, pas ngaca jadi inget bahwa cermin ini tanpa terasa umurnya sudah 16 tahun. WOW.. lama juga ya. Aku ingat, aku membuatnya sendiri waktu kelas 2 SMA. Waktu itu, bapakku Alm, membawa kayu-kayu bekas peti atau jati belanda dari kantornya. Kebetulan, sebuah majalah remaja: majalah MODE, menampilkan ide-ide menghias kamar dari bahan kayu bekas peti ini. Salah satunya gimana caranya bikin cermin sendiri. Dengan memanfaatkan kaso-kaso rangka peti, aku membuat cermin ini. Semua aku potong dan aku gergaji sendiri. Bapakku hanya memberitahukan gimana caranya memegang gergaji supaya mudah memotong kayunya, selebihnya dia membiarkan aku mengerjakannya sendiri. Hiasan batang kayu dan cincin baut itu variasi yang aku kembangkan sendiri.

Aku jadi keingetan, kok dulu itu aku ga males ya motong-montong kayu segala macem dan aku malah cenderung senang dengan keterampilan yang berbau pertukangan. Apa mungkin karena dulu aku begitu bersemangat dengan cita-citaku sebagai desainer interior? sekarang rasanya aku kok sangat malas memotong kayu atau bikin-bikin sesuatu yang memerlukan keterampilan itu. Padahal kalau dari segi alat, kakakku punya banyak alat-alat yang sudah menggunakan listrik: Bor listrik, gergaji listrik, amplas listrik dan sebenernya itu lebih mudah kalau mau membuat sesuatu, di bandingkan dulu yang alatnya masih sangat manual. Mungkin juga karena aku jarang di rumah, lebih banyak di toko juga sekarang, jadinya lebih milih bikin-bikin yang bisa di kerjain di toko.. Mmmm..

Tuesday, September 15, 2009

Hadiah Prof. David Reeve

Sebelum puasa, suatu malam Heru Hikayat meng-smsku, bilang kalo dia akan datang ke tobucil bersama temannya dari Sidney. Lalu muncullah Heru dan seseorang bernama David Reeve, seorang sejarawan dari University of New South Wales, Australia yang sangat fasih berbahasa Indonesia. Di tengah obrolan kami, Prof. Reeve mengeluarkan buku tulis bermerk Kiky yang sudah lusuh dan dia bilang, membutuhkan notebook yang lebih kecil untuk buku catatannya.

Waktu itu, aku baru saja menyelesaikan dua coptic binding notebookku. Aku berikan satu buat Prof. Reeve sebagai kenang-kenangan dan lagi pula dia juga membutuhkannya. Aku senang kalo karyaku dipakai orang yang memang membutuhkannya.

Hari ini, tiba-tiba saja pak pos datang membawa paket kecil untukku yang ternyata dari Prof. Reeve untukku. Isinya kumpulan tulisan tentang Onghokham, sejarawan Indonesia yang tulisan-tulisannya aku suka banget. Buku itu jadi hadiah yang menyenangkan di hari ini, selain hujan yang membawa kesegaran dan bau tanah yang sebulan terakhir ini begitu kering oleh terik matahari. Terima kasih Prof. .. :)

Monday, September 14, 2009

Toko Boneka di Kedai Teko


Tukang jajan di Bandung kayanya ga aneh dengan sebuah tempat nongkrong yang namanya Kedai Teko Jl. Neglasari No.4 Ciumbuleuit Bandung. Aku ga akan ngebahas soal menu makanan di tempat nongkrong ini, tapi yang menarik perhatianku dari tempat ini adalah sebuah pojok kecil, di salah satu bagian kedai yang jadi toko boneka dan peralatan quilt.

Boneka-bonekanya juga boneka-boneka handmade yang diproduksi sendiri oleh pemilik tokonya. Bukan hanya itu, mereka juga menyediakan kursus bikin bonekanya. Aneka macam quilt dari bedcover, tutup dispenser, tempat mukena, taplak meja, tempat tisu juga ada disini. Mereka juga bikin kursus quilt di sini dan jual bahan-bahannya juga.

Tempatnya beneran seru. Halaman luas dengan beberapa pohon pinus yang meneduhkan dan perabotan vintage yang nampaknya bukan sekedar buat aksen, tapi memang funiture yang sejak dulu di pake oleh si empunya rumah. Hanya saja mereka tau bagaimana merawat dan menjadikannya bagian dari elemen kedai mereka. Penasaran kan, maen-maen aja ke sana. Oya toko boneka ini tutupnya pk. 17.00 jadi jangan sampai kelewatan. Kedainya sendiri tutup sampai pk. 22.00.

FYI: Chai kapulaganya enak banget loh.. di minum bareng cemilan poffertjes di sore yang cerah.. bener-bener pilihan asyik menikmati sore yang indah di Bandung..:)

Tiga Hobo Tote Bag Batik di Hari Minggu






Setelah badan kembali segar setelah seminggu kemarin di hajar alergi dan batuk, aku menjahit lagi. Ada stok kain batik yang aku jahit jadi hobo tote bag buat kolegaku di ACC, NYC, USA. Tanggal 15 ini Vero temenku, berangkat ke sana untuk menjalani program yang sama denganku tahun lalu.

Hobo tote bag ini bentuknya sedikit berbeda dari charlie tote bag yang pernah aku buat. Lebih seperti keranjang bentuknya dan lebih lebar badannya. Aku bikin juga dari bahan-bahan yang aku beli bareng sama mei sebelum puasa kemaren (foto-fotonya menyusul ya..). Hobo tote bag ini juga buat jualan di Kamar Karma barengan sama simple book binding notebook..

Sunday, September 13, 2009

O Bracelets

Untuk melihat gelang-gelang yang lain buka disini

Beberapa hari lalu, aku membaca sebuah artikel di www.oprah.com, tentang project Oprah yang terbaru yang diberi nama O Bracelets. Project ini sebenarnya sederhana saja: membuat gelang bersama.Namun yang menjadi istimewa dan begitu berkesan sampai-sampai aku tak bisa menahan airmataku saat membaca artikel ini adalah para perempuan yang terlibat dalam project ini. Oprah mempertemukan para perempuan dari New Orleans yang beberapa waktu lalu tempat tinggal mereka di porak poranda di terjang badai Katharina dan para perempuan Rwanda yang selamat dari pembantaian masal (genocide). Pertemuan ini sungguh mengharukan karena dua kelompok perempuan ini kemudian saling memberi kekuatan dan menyembuhkan satu sama lain. Membuat gelang bersama menjadi medium yang mempertemukan mereka dalam 'sisterhood' atas nama semangat kemanusiaan. Craft menjadi medium penyembuhan luka jiwa yang disebabkan oleh bencana dan tragedi kemanusiaan yang mereka alamai.

Jika mereka bisa mengapa aku dan para crafters di sini tidak bisa melakukannya? Aku hidup di negeri dimana bencana adalah makanan sehari-hari. Pastinya bisa melakukan sesuatu lewat medium craft ini, membuat selimut rajutan atau patch work misalnya untuk anak-anak yatim piatu atau anak-anak korban konflik yang tinggal di barak penampungan sampai sekarang (siapa tertarik, kita bikin bareng-bareng yuk...) Jangan sampai bencana yang sering terjadi ini malah membuat aku menjadi kebal dan menumpulkan rasa kemanusiaanku..

Baca artikel tentan O Bracelets ini di:
From New Orleans to Rwanda: The Story Behind the Fifth Edition of the O Bracelet

Friday, September 4, 2009

Picture Bookmaking

8 sept 09, seminar di campus centre timur itb, 09.00-15.00
9 sept 09, workshop di lt 3 dkv itb, 09.00-15.00

tempat terbatas, biaya pendaftaran rp.75.000 bagi peserta diluar mahasiswa dkv fsrd itb
untuk umum rp.100.000

hubungi lilis damayanti 022 2516567
bca 777 095 0346

Thursday, September 3, 2009

Handmade Nation

Hari kemarin, sebuah kejutan hadir di mejaku. Isinya buku Handmade Nation yang langsung di kirim oleh penerbitnya untukku. Gara-garanya, aku buka fan page mereka di facebook, trus ada pengumuman tentang gimana caranya dapetin buku gratis dari mereka. Dengan semangat aku promosiin soal Handmade Nation ini ke 199 kontak di facebook tobucil. Eh, kurang dari seminggu aku dikirimin buku ini... bahagia banget rasanya:)

Buku ini isinya keren banget. Berisi timeline perkembangan DIY (Do It Yourself) dan Craft Community di Amrik dari tahun 1994 sampai sekarang. Penulisnya Faythe Levine dan Cortney Heimerl, berkeliling Amerika dan mewawancarai para crafter yang konsisten berkarya. Ada 24 crafter yang tampil di buku ini dan di intip studionya. Beneran inspiratif banget dan memberi semangat baru..

Tentang Handmade Nation buka: http://www.handmadenationmovie.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...