Thursday, August 27, 2009

Simple Binding Notebook Buat Kamarkarma



Aku mulai produksi lagi nuh buat Kamar Karma di toko offline mereka di Mall Kelapa Gading, karena barang-barang buatanku yang kutitip di sana, sebagian udah habis, jadi aku perlu bikin desain lain untuk mereka. Aku mau kirim simple binding notebook ini dan beberapa tas. Seminggu lalu aku borong kain di gang tamim sama Mei dan tentunya kami berdua sungguh kalap. Hehehe.. lagi pula, hasil dari produksi barang-barang ini buat tabungan jalan-jalanku yang jadwalnya sedemikian rupa heheheh karena sudah bertemu teman perjalanan yang menyenangkan..

Vanity Project part1: Persiapan





R.E. Hartanto salah satu seniman Bandung. Tanto bulan oktober mendatang akan berpameran grup di Galeri Semarang dengan tema 'Ecce Homo'. Kali ini Tanto ga pengen bikin karya lukisan biasa. Tanto pengen bereksperimen dengan teknik dan medium baru. Jadilah Tanto mengajak klab hobi berkolaborasi untuk mengerjakan karya ini bersama-sama. Aku dan teman-teman di klab hobi tobucil sama-sama mendiskusikan aspek teknis penggarapannya.

Rencananya kami akan menggarap 12 panel dari kain katun dan linen aneka warna, berukuran 75 cm x 100 cm. Setiap panel oleh Tanto akan di gambari bagian-bagian tubuh dari tengkorak, jantung, tulang rusuk. Setiap gambar akan di kerjakan dalam teknik yang berbeda-beda, ada yang di rajut, sulam, payet, crochet, cross stitch jadi setiap panel akan memberi efek yang beda-beda. Aku dan temen-temen sangat antusias ngerjain proyek kolaborasi ini. Ini tantangan buat aku dan temen-temen di klab hobi juga tanto sendiri, bagaimana jadinya kalo 'craft meet art', bukan hanya skillnya aja yang penting, tapi bagaimana konsep di terjemahkan dalam skill dan presentasi karyanya nanti. Setelah Vanity Project, ada project kolaborasi kedua yang sudah menunggu untuk pameran bulan Januari 2010. Penasaran kan pengen tau jadinya gimana? ikuti aja postinganku.. aku akan mengupdate perkembangannya.

Oya dari klab hobi yang terlibat dalam proyek kolaborasi ini: Aku (sulam), Nana (sulam), upi (knitting), Elin (payet), Dian (crochet), Dhini (Cross stitcht), yang lain menyusul.

Seni Daito





Seni Daito. Begitu Tanto menyebutnya. Dengan kata lain, ini adalah teknik menjiplak gambar dengan menggunakan karbon yang kebetulan ada yang mereknya Daito. Tanto mengajarkannya padaku dan teman-teman lain di tobucil dan aku ketagihan. Terutama menjiplak foto-fotonya Johnny Deep.. heheheh.. dan sekarang aku lagi seneng menjiplak foto-fotonya Jack Whitenya The White Stripes karena aku lagi seneng banget dengerin White Stripes akhir-akhir ini.

Jadi cara menjiplak dengan teknik Daito ini adalah: siapkan foto mana yang mau di jiplak. Trus bikin grayscale dan mainin kontras, intensitas dan brightnessnya, baru di print. Akan lebih oke kalo di print pake printer laser, karena bagian gelap terangnya akan lebih jelas. Setelah gambarnya siap, ambil selembar karbon dan kertas putih. Susun: gambar print-annya di atas, karbon di tengah dan kertas putih di bawah. Biar ga goyang, bisa di hekter atau di satukan pake lakban kertas biar nanti kalo udah selesai bisa gampang di buka. Pake paper clip juga bisa. Setelah itu, mulai timpa lembaran gambar yang paling atas dengan membuat outline mengikuti gambarnya. Setelah itu, arsir berdasarkan wilayah gelap terangnya. Cara menekan bolpen atau kertas di atas gambar akan mempengaruhi ketebalan garis. Biarpun ngejiplak, tapi seni daito ini, beneran harus pake feeling, buat ngarsir dan menentukan garis-garis mana aja yang mau di gambar ulang.. Selamat mencoba ya.. :)

Beli 'Handmade' di Crafty Days

Postingan yang sangat telat ya.. tapi ga papa deh.. :) aku pengen cerita barang-barang handmade apa aja yang aku beli di Crafty Days (15-16 Agustus 2009) kemaren.

Tas merah desainnya Dewi Aditya atau Luminous, murah loh.. 100 rb aja..cukup buat bawa ibookku dan beberapa barang lain..

Bros Bunga dari kain dari Lilt Spring harganya 40 rb.. aku suka banget bros-bros bunganya.. di Crafty Days pertama, Arin ownernya, bikin yang dari kawat dan manik-manik. Sampai sekarang masih aku simpan. Di Crafty Days ke 3, Arin bikin lagi yang dari kain.

Kalung Burung Ami The Vintagist, aku berkunjung standnya Ami, eh.. tiba-tiba aku bilang " mba, kamu pilih aja mana yang kamu suka.. aku pengen kasih karyaku buat kamu.." wahhhhh aku seneng banget.. akhirnya kita barter.. buat Ami, diary karyaku.

Boneka Tisna Sanjaya. Hehehe.. yang ini dari stand roepa rupi. Lucu ya.. kalo talinya di tarik, kaki dan tangannya bisa gerak-gerak.

Tuesday, August 18, 2009

Bingo card Kiriman Ika

Seminggu terakhir kemaren, sibuk banget ngurusin crafty days, revisi laporan dan lain-lain, sampai-sampai ga sempet update blog ini. Di tengah-tengah kesibukan merevisi laporan, Ika mengirimiku paket yang luar biasa. Isinya sepasang Bingo Card, dan kartu-kartu cantik kolase karya ika. Bingo card ini Ika dapat dari temannya di Amrik. Ika dapat dua pasang, trus dia kasih aku sepasang. Rencananya mau aku jadiin sampul buku diary.. baguskan.. aku mau bikin pake coptic binding. Tunggu ya update karyanya.

Tak lupa aku ucapkan thanks a million buat Ika.. You made my day..:)

Wednesday, August 12, 2009

[Social Designer] Announcing a competition series devoted to 500 Colored Pencils

A competition series devoted to 500 Colored Pencils,
an innovative subscription product from Felissimo
.

Like a time-release of inspiration and color, each month, for 20 months, a set of 25 colored pencils is delivered to the collector. The 500 Colored Pencils program supports UNESCO DREAM Centers – 1 set out of every 100 sold is donated to UNESCO to support arts education for underprivileged children around the world.

To celebrate this unique, limited-time product offer, Felissimo is launching the 500 Colored Pencils design competitions. Each brief will call for ideas and designs inspired by the limitless creative possibilities of the 500 colored pencil set.

So watch in the coming weeks for competition announcements. Here is our first!

Call for Entries!

Brief
Design a set of two online banners or a print poster that promotes the 500 Colored Pencils.

Prize
$1000 & a set of 500 Colored Pencils to each of the winning banner and poster designs.

Deadline
Entry closes September 8, 2009

Click here for full details on the competition and the 500 Colored Pencils project.

500pencils.com

Wednesday, August 5, 2009

Simple Binding Notebook

Dua hari lalu, Mei temanku datang ke tobucil dan membawa notebook dari India. Simpel banget, karena hanya di jilid dengan simple sew binding. Sore tadi aku coba bikin dengan menggunakan kain sebagai sampul dengan dilapisi kain keras. Tali untuk menjilidnya dan tali untuk pengikat notebooknya aku pakai tali yang biasa di pake buat bikin kalung. Untuk menambah aksen pada tali pengikat, talinya aku bikin rantai dengan menggunakan jarum hakken dan ujungnya aku tambahin manik-manik. Isinya aku pake kertas korea yang stoknya masih lumayan banyak di tobucil. Pengerjaannya sangat mudah dan cepat. Untuk sampulnya memang perlu mesin jahit untuk menggabungkan dua corak kain yang berbeda. Untuk sampul sebenernya bisa juga menggunakan kertas atau kain yang di lem pas kertas karton.

Lebih jelas lagi notebook ini bisa di lihat di album foto flickrku.
Untuk melihat lebih jelas cara menjilidnya bisa dilihat disini.

Ide Sederhana Menghemat Ruang

Berbagi ide mensiasati ruang. Kamarku ini ga besar ukurannya sekitar 3 x 3 m. Sementara barangku banyak banget terutama buku-buku dan DVD. Memasang tempat tidur permanen hanya membuat kamarku bertambah sempit. Sementara aku perlu ruang kosong yang cukup untuk beraktivitas. Akhirnya aku putuskan untuk mengganti tempat tidur permanen dengan tempat 3 buah kasur yang bisa multi fungsi. Ukurannya 50 x 100 cm, terbuat dari kapuk (sama dengan kasur biasa tapi lebih kecil aja ukurannya). Kenapa aku pilih kapuk, karena lebih sehat dan kalau di jemur dia akan kembali mengembang (di bandingkan busa). Jadi setiap pagi bangun tidur aku menumpuk tiga potong kasur ini jadi satu dan bisa dipakai sebagai mini sofa untuk duduk-duduk dengan nyaman. Dan kalau malam, aku akan menjejerkannya sebagai kasur tempat tidur. Praktis kan.. :) Oya kain pembungkus potongan-potongan kasur itu, terbuat dari kain sprei biasa. Bahan spreinya aku ubah jadi kantong pembungkus seperti dompet kasur dengan menggunakan resleting atau velcrow untuk penguncinya. Tiga tumpuk kasur ini, kalau di bentuk jadi huruf L, bisa dipakai tidur dua orang, jadi cukup praktis juga kalau ada teman menginap. Cocok buat kamar kos-kosan.

Foto-foto kamarku lebih banyak bisa dilihat di album flickrku..

Tuesday, August 4, 2009

Pecandu Buku Harian


Buku harianku, sahabat paling setia, tempat aku menuliskan apa yang kurasakan dan kupikirkan, ketika aku ga tau lagi mau bicara sama siapa.. dan setelah aku kumpulkan jadi satu banyak juga ya.. foto-foto lengkap buku-buku harianku ada di album flickrku.

Stok Buku Harianku..


Sejak SD aku udah seneng ngumpulin fancy diary. Sekedar buat tulas tulis biodata temen-temen. SMP, barulah aku mulai menulis buku harian, tapi kebiasaan ini sempat terhenti, karena kakakku suka iseng baca buku harianku dan aku sebel. Barulah SMA, aku mulai rutin menulis buku harian lagi sampai sekarang. Karena kebiasaanku ini, teman-temanku sering menghadiahiku buku harian sampai stoknya berlimpah.

Iniloh stok buku harianku hadiah dari teman-teman.
1. Blank Pages NotebookSampulnya bergambar kucing. Buku ini aku beli di Borders, sebelahnya Madison Square Garden, NYC, 2008 lalu. Aku suka buku harian tanpa garis. Rasanya lebih bebas. Kalo ga salah buku ini harganya 15 US dolar.
2. Top Secret Wabbit
Buku ini hadiah ulang tahun dari Herra yang dipilih oleh Layka. Kertas isinya sebenernya kertas concord biasa, cuma covernya cukup menarik. Dibikin dari bahan bulu polkadot biru langit dan ada bordiran kelinci logonya Wabbit.
3. Sketch Book dari Belanda
Buku ini oleh-oleh dari Tanto setelah dia jalan-jalan ke Eropa. Buku ini dia beli di Amsterdam. Sebenernya ini buku sketsa ukuran A5. Sebelumnya aku pernah dikasih Tanto dengan ukuran yang lebih kecil A6. Kertasnya kaya kertas Padalarang gitu. Tebel tapi ringan.
4. Hadiah Dea
Diary hadiah dari Dea. Bergaris ada gambar di pinggir-pinggirannya. Ukurannya lebih kecil dari A5.
5. Kenang-kenangan dari Audelia Agustine
Buku ini desain Audelia Sendiri loh dan di display di acara Crafty Days #1 yang pertama, September 2007. Setelah beres acaranya, Audelia kasih buku ini untukku, sebagai kenang-kenangan.. :)
6 & 7. Hadiah Ulang Tahun dari Tya

Aku ingat, Tya kasih ini di ulang tahunku ke 31. Waktu itu sekalian kami ketemua sebelum aku berangkat ke Amrik. Tya beli buku ini waktu dia masih di Filipina. Bahannya dari recycled papers. Ilustrasinya lucu banget sampai-sampai aku ga tega menulisinya.. heheheh.. mengingat tulisanku yang jelek banget dan berantakan itu.. :D
8. Tika and The Dissident Band
Sebenernya ini adalah kemasan album terbarunya Tika. Begitu liat, aku langsung jatuh cinta sama kemasan albumnya. Jadi Tika bikin dalam bentuk buku, beberapa halaman awalnya berisi kolase cantik yang dibikin Vantiani lengkap dengan teks lagu-lagunya Tika. Selebihnya adalah halaman kosong yang bisa diisi dan ditulisi apa saja. Bukan hanya itu, buku ini juga di bungkus dengan sangat cantik oleh dompetnya. Aku suka karena semangat DIYnya kerasa banget, bukan cuma di lagu-lagunya yang enak didenger tapi juga sampai kemasan albumnya. Selamat ya Tika buat album barumu..

Nah, sebenernya aku tertarik untuk barter dengan teman-teman yang senang membuat diary sendiri, dengan diary buatanku seperti coptic binding notebookku itu.. Bagi yang berminat silahkan meninggalkan pesan dan alamat email di shoutbox blog ini ya...:)

Polka Hoody Blouse

Atasan dengan 'hoody' kaya gini, termasuk model baju atasan yang aku suka. Polanya sederhana banget. Hanya menggunakan pola dasar saja dan di tambah pola 'hoody'. Kainnya aku pake kain katun Jepang yang aku beli di Pasar Baru Bandung.

Karena bikin baju ini, jadinya aku belajar bikin lubang kancing sendiri dengan menggunakan mesin jahitku. Awalnya kacau balau, tapi setelah di ganti 'sepatu mesin'nya akhirnya proses membuat lubang kancing bisa berjalan dengan lancar.. malahan jahitan buat lubang kancing di mesinku itu, bisa juga di pake buat bordir.. hehehehe... ntar nyobain ah..:D

Hoodynya masih belum rapih masangnya.. masih ada stok kain untuk di jahit, aku mau nyobain lagi bikin baju yang pake Hoody lagi, sampai bener-bener bisa rapi masangnya. Bagian belakang baju ini, sengaja aku jahit bagian tengahnya untuk memberi kesan lipitan (kaya lipitan di rok seragam SMP atau SMA gitu).

Hal yang paling menyenangkan dari menjahit baju sendiri adalah ketika memakainya. Meski ga serapi buatan pabrik, tapi rasanya menyenangkan bisa memakai baju jahitan sendiri.. :)

Baju Encim Bunga Sakura Merah Putih


Baju encim adalah model baju favoritku yang enak buat di jahit sendiri. Polanya sangat mudah, karena hanya menggunakan pola dasar, dengan disobek di bagian tengah depan untuk kancingnya. Jahitnya juga gampang dan cepat.

Kenapa aku suka baju model begini, mungkin ada pengaruh dari kesukaanku sama cerita silat-silat Cina :D (baju model begini mengingatkanku pada Wong Fei Hung, abad 19-an). Selain itu juga karena modelnya simpel. Aku suka baju yang simpel-simpel aja, tapi berkarakter.

Ngomong-ngomong, ini kain udah aku beli setahun lalu dan langsung aku potongin, tapi ya baru sempet di jahit kemaren-kemaren.. :D bahannya katun swiss yang aku dapet di Kings, sangat nyaman dan adem di pakai apalagi musim panas begini, meskipun berlengan panjang. Hanya menghabiskan 1.25 meter saja. Untuk memperkuat dan merapihkan bagian leher aku lapis dengan kain tisu berlem (sejenis kain keras). Kancingnya pake kancing transparan, biar tersamar karena motif kainnya sudah cukup meriah. Waktu pengerjaan hanya 30 menit saja.

Saturday, August 1, 2009

Coptic Binding Notebook

TautanAkhirnya berhasil juga nyobain teknik menjilid 'coptic'. Setelah sebelumnya nyobain bikin untuk mba Budshi tapi masih belum rapi. Sekarang nyoba lagi dan lumayan sukses untuk ukuran pemula.. :D Aku eskperimen ini, sebenernya sekalian nyoba bikin model baru untuk notebook yang aku bikin selanjutnya..

Sampul
Kardus bekas indomie (kalau jilidnya pengen terlihat tebal, bisa di rangkep jadi dua lapisan dus. Kenapa aku pake bahan kardus (dengan bagian tengahnya adalah corrugated, karena dia bisa memberi bentuk yang kaku, tebal tapi sekaligus ringan. Setelah itu sampulnya aku bungkus pakai bahan batik Garut yang warna-warnanya khas banget (warna-warna pastel). Di sini aku pakai dua motif dan dua warna yagn beda (sampul dan kancing) biar memberi aksen . Tali pengait aku pake tali elastik warna. Di notebook orange, elastiknya aku renda jadi tusuk rantai, soalnya kalo ga di renda, talinya keliatan terlalu tipis dan ga kuat (kaya di notebook warna hijau). Kuncinya aku bikin pake kancing bungkus yang aku bikin sendiri, aku punya alat pembuat kancing di tobucil, jadinya daripada ga dimanfaatkan.. :D. Kertas sampul dalam, aku bikin dengan memberi saku di sampul dalam depan dan belakang, biar bisa nyelipin macem-macem. Terbuat dari kertas BC warna.

Isi dan Jilid
Kertas untuk isi bukunya aku manfaatkan samson lokal 120 Gr (kertas sisa yang ada di tobucil). dan memang udah dipotong sejak lama tapi belum dikerjain aja. Untuk jilidnya, aku pake benang rami katun mambo sekalian memberi aksen warna pada bagian punggung bukunya.

Cara membuatnya bisa mengikuti panduan ini: http://www.cat-sidh.net/Tutorials/Binding.html

Foto karya ini bisa dilihat lebih banyak lagi di Album Flickrku

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...