Monday, July 27, 2009

Peasant Blouse a la Tarlen

Akhirnya aku mulai menjahit kembali baju-baju yang ku pakai. Selain senang menjahitnya, hal yang lebih menyenangkan lagi adalah membeli kain-kain lucu dan murah ini di King's atau Pasar Baru, fashion districnya Bandung.

Nah, ceritanya aku nemu model baju ini di salah satu blog yang keren banget :'Blue Print'. Ada model Peasant Blouse yang nampaknya sangat mudah untuk memulai menjahit bajuku sendiri.

Peasant Blouse yang pertama adalah yang dipake Theo. Aku suka corak bahannya, kaya bahan india gitu.. cuma karena licin, motongnya cukup repot. Peasant Blouse yang pertama ini, masih kerasa kurang pas di bagian bahu. Aku terlalu miring bikin potongan antara bahu dan tangannya.

Karena penasaran, aku bikin lagi sekalian untuk menyempurnakan pola dari peasant blouse ini. Yang kedua adalah yang bercorak bunga-bunga hitam putih. Bahunya udah pas, tapi tangannya masih kerasa kurang enak. Akhirnya yang ketiga yang bermotif polka dot, lebih di sempurnakan lagi. Peasant blouse yang pertama aku kasihin Theo, karena nampaknya baju itu lebih pas dipake dia. Sedangkan yang kedua dan yang ketiga aku pakai pas ke Jogja kemaren.

Hanya dibutuhkan waktu 30 menit saja untuk menjahitnya. Oya, kerutan atasnya itu pake elastik karet. Penasaran Nyoba?

thanks to blue print blog for this idea and tutorial..:)

Tukang Sablon dan Sablonannya

Hobi baru yang sedang aku geluti sekarang adalah nyablon. Sebenernya udah dari dulu pengen nyoba nyablon, tapi baru kesampean sekarang. Seneng aja bisa memindahkan gambar-gambar di kain dan kemudian menjahitnya jadi tas atau yang lain-lain..

Berikut ini aku tulis beberapa tips untuk penyablon pemula yang kutulis buat blog tobucil:
1. Pilihlah gambar yang tidak membutuhkan akurasi tinggi. Artinya jika nyablonnya masih belepotan pun, hasilnya ga keliatan gagal. Gambar-gambar sketsa atau outline, cocok tuh untuk latihan awal. Jangan memakai gambar yang ngeblock. Gambar seperti itu membutuhkan ketepatan dan warna yang merata dalam membesutnya.
2. Setelah menemukan gambar yang cocok, cetak gambar tersebut di kertas kalkir dan tidak perlu di ubah dalam posisi mirror ketika mengecetaknya. Jika kamu memiliki printer laser, kamu bisa mencetaknya sendiri untuk menghemat biaya. Kamu tinggal beli kalkir ukuran A4. Jangan di cetak memakai printer Deskjet biasa, karena tinta yang menempel tidak akan menghasilkan warna yang pekat.
3. Setelah itu barulah pergi ke tempat cetak screen sablon. Tanyakan ukuran dan screen macam apa yang cocok, apakah kamu mau nyablon di atas kain atau kertas, itu akan membedakan jenis screen yang dipergunakan. Kamu bisa datang ke PD. Warna Aseli Jl. Otista No. 34 Bandung (dekat Stasiun dari arah pintu Selatan). Atau Lucas Jl. Astana Anyar Bandung. Sekalian juga beli alat untuk membesutnya yang disebut rakel.
4. Pilih tinta dengan jenis pigment karena untuk pemula akan lebih mudah menyablonnya dan juga mudah membersihkannya. Pilihlah pewarna yang waterbase atau bisa di bersihkan dengan menggunakan air. Jangan yang oilbase karena lebih membahayakan lingkungan.
5. Jangan lupa untuk segera mencuci screen setelah di pergunakan, biar pori-porinya tidak tertutup tinta yang mengering. Cuci dengan menggunakan sponge atau potongan kain. Jangan disikat terlalu keras karena itu bisa merusak gambar. Untuk mengetahui screen yang kamu cuci sudah cukup bersih atau belum, kamu bisa mengarahkan screen kamu ke cahaya (lampu atau matahari). Pastikan bahwa tidak ada bekas tinda yang menempel pada pori-pori gambar. Akan lebih mudah untuk kamu, menyablon dekat kamar mandi atau bak cuci. Setelah screen di cuci, keringkan dan setelah kering kamu bisa memakainya kembali.
6. Simpan screen di tempat yang kering dan aman biar tidak sobek atau tertimpa benda-benda lain.
Selamat menyablon..:)

Studio Impian (Bagian 2): Meja Jahit


Akhirnya mesin jahit Brother Pacasetterku punya meja sendiri. Senangnya. Adi Marsiela yang menemaniku berburu meja, cukup jeli menemukan meja ini di antara deretan toko furniture second di Jalan Malabar Bandung.

Terbuat dari threeblock dan ada lacinya. Konstruksinya cukup kuat untuk menahan getaran mesin jahit. Ukurannya tidak terlalu lebar dan besar. Pas banget sama mesin jahitku. Setelah mesin jahit ini punya meja sendiri, lebih mudah untukku menjahit kapan saja aku mau. Liat aja itu setumpuk webbing yang siap di pasang di totebag sablonan yang sedang aku bikin untuk salah satu merchandise tobucil dan kegiatannya. Selamat datang meja jahit. Selamat mengisi studio tobucil..:)

Poster Ulang Tahun Madfal


Poster yang aku desain buat acara Pesta Filsuf kemaren. Ilustrasinya adalah karya drawingnya Tanto, maka aku bikin tulisan dan keseluruhan posternya bernuansa drawing. Aku pake font letter gothic std dan menggunakan tiga warna hitam, cyan dan magenta biar ga terlalu flat. Garis pinggirnya aku bikin tidak bersudut, biar ga kaku dan sengaja aku kasih garis tebal untuk memberi kesan panel-panel dalam komik.

Seperti biasa aku print sejumlah tempat yang penempelan poster dengan menggunakan print laser color 7 warna di tempat ngeprint langgananku. Dengan menggunakan kertas Art paper 210 gr. Ukurannya A3 plus (lebih kecil sedikit dari ukuran A2). Brosurnya aku print sendiri dengan menggunakan kertas korea dengan print laser hitam putih. Murah meriah dan bisa di produksi sendiri. Menghemat budget publikasi.

Thursday, July 16, 2009

Siapa Mau Ikutan Jualan di Crafty Days #3?

Tobucil & Klabs, kembali menyelenggarakan acara tahunan Crafty Days untuk ketiga kalinya. Kali ini mengambil tema: "Toys 'R' Us" yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-16 Agustus 2009. Crafty Days #3 meliputi kegiatan pameran, bazaar dan workshop.

Untuk itu, kami membuka pendaftaran untuk kegiatan bazaar dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Barang yang dijual adalah karya kerajinan tangan buatan sendiri
2. Peserta yang mendaftar mengirimkan data dan foto contoh karya ke tobucil@yahoo.com. Untuk data silahkan
copy form berikut ini:
NAMA LENGKAP PESERTA:
NAMA LABEL/MEREK (jika ada):
ALAMAT LENGKAP:
NO TELEPON & NO. HP:
ALAMAT EMAIL:
ALAMAT BLOG (jika ada):
DESKRIPSIKAN BARANG YANG AKAN DIJUAL:
sertakan foto maksimal 5 foto
3. Pendaftaran peserta bazaar dibuka mulai: 12-25 juli 2009 (terbuka bagi peserta dari bandung maupun luar bandung).
4. Tobucil & Klabs akan menseleksi peserta yang mendaftar berdasarkan: keunikan desain dan bahan yang belum pernah ditampilkan di crafty days sebelumnya. Hanya tersedia 20 meja.
5. Peserta yang terpilih akan di hubungi selambat-lambatnya tanggal 28 Juli 2009 melalui email dan telepon.
6. Peserta yang terpilih membayar biaya sewa meja rp. 200.000 (untuk dua hari/meja)
7. TOBUCIL TIDAK MENGAMBIL PRESENTASE DARI PENJUALAN.
keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:
tobucil 022 4261548 (senin-minggu, Pk. 9.00 - 20.00 wib)
atau www.tobucil.blogspot.com dan
http://tobucil.multiply.com

Sunday, July 12, 2009

Kupluk Buat Rama


















Kupluk ini aku buat dengan sangat cepat, setengah hari saja. Benang yang aku pake adalah benang puddle warna hitam 90% dan merah bata. Perpaduan yang aku interpretasikan untuk mencerminkan karakternya Rama.. :D (katanya: 'warna terserah mba.. interpretasikan yang sesuai dengan karakterku). Pas kebeneran nemu benang warna merah bata ini, tinggal satu gulung lagi. Untuk bikin badannya aku pake circular needle no. 7 mm panjangnya 40 cm dan ngecilin bagian atasnya pake double pointed needle dari bambu no. 5 mm sebanyak 6 jarum. Hitungan awalnya 60 tusukan, jadi semuanya aku bagi 6, perbagiannya 10 tusukan, trus di kurangi satu-satu. Terakhir baru di tutup dengan bantuan hakpen.

Baguskan di pake Rama.. pas.. (biasanya aku kalo ngerajut pasti aja ada bagian yang ngaconya.. tapi yang ini bisa dibilang cukup sukses). Kupluk yang bakal menghangatkan telinganya biar ga kedinginan kalo naik motor Jogja-Bandung, Bandung - Jogja, atau nemenin dia pas latihan biola atau bisa buat bekal music camp di Tokyo bulan Agustus nanti. Model diperagakan oleh Rama sendiri..

Brosur Murah Meriah Tobucil

Masih dalam rangka acara persiapan festival merajut. Untuk lebih memperkenalkan tobucil kepada teman-teman di Jakarta, aku bikin brosur tentang tobucil dan kegiatannya dengan memanfaatkan kertas warna yang ada dan printer laser yang ada di tobucil.

Yang menurutku perlu di perhatikan dalam mebuat brosur 'foto copy' seperti ini adalah:
1. Kertas seperti apa yang kita punya. Mengetahui apakah kertas yang kita miliki cukup mudah untuk 'di foto copy' atau di print untuk printer laser akan menentukan hasil akhirnya nanti. Ada beberapa kertas yang 'bagus' tapi toner printer tidak bisa menempel dengan baik dan lama-lama gambar atau tulisannya akan hilang. Kertas seperti ini sebaiknya di hindari saja.

2. Menimbang, desain hitam putih yang cocok untuk kualitas foto copy atau print laser. Banyak yang membuat desain brosur dengan foto atau kualitas cetak warna tapi kemudian desain itu hanya di foto copy saja. Akhirnya malah merusak desain yang ada dan tampilan brosur menjadi tidak menarik dan orang malas mengambilnya. Jadi pilih desain-desain yang tidak terlalu heboh dan font yang cukup jelas untuk kualitas foto copy.

Banner Tobucil & Klabs

Klab merajut tobucil & klabs dapat undangan untuk berpartisipasi di acara festival merajut di museum Bank Mandiri, Jakarta. Seperti biasa, baru sehari sebelum hari H, semuanya langsung sibuk bersiap-siap. Salah yang terpikir adalah bikin banner dari kain felt (memanfaatkan stok kain yang ada dan kebetulisan pas 13 warna sesuai dengan jumlah huruf yang diperlukan) bertuliskan 'tobucil & klabs' yang bisa di tempel di meja sebagai identitas stand-nya tobucil. karena tidak memungkinkan, menjahit huruf-hurufnya, jalan pintasnya di tempel pake 'glue gun' aja. Untuk tali penghubungnya aku pake webbing untuk tali tas. Daripada bikin x-banner yang ide bikin banner kaya gini buat kegiatan-kegiatan bazzar atau pameran produk atau workshop kaya gitu, jauh lebih menarik dan seru. Keliatan handmade banget.. :) berikutnya aku mau bikin buat ulang tahun madrasah falsafah.. dan bikin huruf-hurufnya yang bisa di susun sendiri.. jadi bannernya bisa terpakai untuk macam-macam acara.. murah meriah dan keren..

Saturday, July 11, 2009

Tas Rajutan Buat Echi


Waktu aku bikin 'basket hand bag' pertama kalinya, echi langsung tertarik dan memesan minta di bikinin. Stok benang mambo kapasnya waktu itu masih banyak dan yang di pilih echi ini adalah salah satu benang yang jumlahnya dikit banget.. jadi langsung saja di amankan.. :)

Pengerjaannya aku kerjakan dalam perjalanan pulang dari Karimun Jawa. Jadi sebenernya tas ini udah selesai sejak lama. Ukurannya ga sebesar punyaku dan Theo, lebih kecil dan memanjang dan volumenya juga lebih tipis. Cocok banget untuk sehari-hari dan dipake saat santai.

Bagian dalemnya aku beri lapisan kain, di jahit pake tangan untuk nempelin ke rajutannya. Kain yang aku pakai juga, kain sisa bikin charlie totebag. Aku senang dengan model tas begini. Berikutnya yang sedang aku kerjakan adalah tas begini juga, tapi untuk tempat laptop.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...