Friday, May 29, 2009

1st Coptic Journal Buat Mba Budshi

Kemaren, mba Budshi kirim pesen ke fbku, bilang kalo besok (hari ini) temennya ada yang mau ke Bandung, dan dia nitip siapa tau di tobucil ada diary yang lucu. Mba Budshi baru angkat tumor rahim dan diary itu mau dia pake untuk jurnal pengobatan dan penyembuhannya. Aku bilang, aku bikinin aja khusus buat mba Budshi.

Aku pilih warna orange biar terasa lebih bersemangat dan aku juga masih punya kain orange sisa bikin totebag. Karena kainnya ga bermotif, aku kasih motif sediri. Aku gambarin bunga dan di sulam dengan tusuk jelujur. Sayangnya aku bawa benang dan jarum yang ga terlalu pas.. terlalu besar sih.. sementara semua stok benangku ada di tobucil, jadi ya sudahlah pake benang yang aku bawa daripada ga kelar. Setelah jadi bukunya, rasanya kok masih ada yang kurang. Akhirnya aku bikinin tas kain untuk tempatnya dengan warna yang senada. Heheh.. ga terlalu rapih karena buru-buru banget bikinnya.

Isinya aku nyobain jilid pake teknik coptic. Aku baru nyoba teknik ini, makanya belepotan banget dan ga rapih. Aku harus banyak berlatih nih teknik ini. Biar paham gimana caranya bisa pake teknik ini dengan rapi dan hasilnya sesuai dengan yang dibayangkan. Oya untuk isi aku pake kertas korea warna dan HVS 100 gr ukuran A4. Bukunya sendiri ukuran A5 (A4 bagi dua). Aku jadi pengen ngumpulin kertas macem-macem lagi cuma mejaku ini masih belum memungkinkan untuk nyimpen macem-macem kertas karena sudah terlalu penuh. Selesai workshop minggu depan, aku mau mau membenahi meja kerjaku dan mempersiapkannya sebagai studio 'paper works'.
O ya ada beberapa situs menarik nih soal book binding yang aku jadikan panduan.
Booklyn di situs ini, dia sediain e-book buat di donlot gratis.
Book Binding Etsy Street Team, blog yang dibuat oleh para book sellers di etsy. Seru karena mereka tuker-tukeran ilmu disini dan orang lain juga bisa belajar dari teknik mereka.
Book Art Web kumpulan list referensi dan tutorial, buka aja banyak banget link seru disini.

Foto diary yang kubuat ini lebih jelas bisa di lihat di sini.

Thursday, May 28, 2009

Pecha Kucha Bandung Vo. 5

Tautan
Pecha Kucha Night Bandung vol.5
Jumat, 29 Mei 2009, Pk. 20.20 (pintu dibuka pk. 19.00)
Gedung Indonesia Menggugat, Bandung

Di acara pecha kucha kali ini, aku akan menjelaskan soal tobucil dan Moelyana akan menjelaskan tentang Klab Hobi Tobucil & Klabs.

Tentang Pecha Kucha bisa di klik disini.

Gantungan Kunci Sablonan (edisi percobaan)


Semalem Ajo, Jared dan aku nyelesin sablon totebag "knowledge is a tree" dari totebag yang tersisa di Baca-baca, Sabuga. Pas mau pulang, Ajo memperlihatkan sablonan emblem dia dengan gambar ini. Aku bilang sama dia, sablonan ini bisa jadi gantungan kunci juga loh.. tapi Ajo ga kebayang gimana bentuknya kalo jadi gantungan kunci.

Akhirnya aku bawa satu dan tadi pagi sesampai di tobucil, langsung aku kerjain. Belakangnya sengaja pake kain lain. Sebenernya bisa bolak-balik gambar yang sama.. jadi tampak depan dan belakang gitu. Trus dalemannya aku isi dacron dan kasih ring buat dudukan gantung kunci. Ring setengah lingkaran yang aku pake ini, tampak terlalu besar sih heheh... maklum pake persediaan yang ada. Di screen masih ada beberapa gambar alien. bisa dibikin gantungan begini juga.. dan bisa bikin softies lainnya seperti bantal, boneka.. heheheh.. jadi pengen buru-buru belanja kain lagi.. nyari kain-kain sprei polos yang warna-warni trus di sablon.. bikin totebag dan yang kecil-kecil kaya begini... ayo-ayo... this will be my weekend project ..:)

Wednesday, May 27, 2009

Vitamin A[rt] Vol. 1 - 05.09 : Vitamin Erik + Vitamin Akbar


"Vitamin A[rt] Meningkatkan kemampuan apresiasi dan imajinasi sejak dini"

Vitamin A adalah program baru di tobucil & klabs bersama ResArt yang merupakan presentasi karya-karya seniman, desainer, arsitek, musisi, programer, ilustrator, handmade artist, crafter, yang memiliki karakter dan cita rasa seni, kepada khalayak
umum.

Presentasi ini dimaksudkan untuk membangun dialog dan jembatan antara kreator dan audienceny dan membangun kemampuan saling mengapresiasi satu sama lain.

Presenter perdana kali ini adalah dua orang seniman muda yang sangat berbakat: Erik Pauh Rihzi dan Muhamad Akbar. Erik Pauh Rihzi perupa lulusan FSRD ITB yang akan melanjutkan studinya di Jerman. Sebelum meninggalkan Indonesia, Erik akan berbagi cerita tentang karya terbarunya dan cerita di balik itu. Muhamad Akbar perupa lulusan UPI Bandung yang aktif berkarya baik visual maupun audio. Pengalamananya malang melintang di komunitas memberikan kekayaan pengalaman artistik dalam prosesnya berkarya. Selain mengerjakan proyek-proyek desain, Akbar juga dikenal sebagai musisi eksperimental yang tergabung di open labs dan video lab.

Waktu: Minggu, 31 Mei 2009
Pk. 18.30.00 - 20.30 WIB
tempat di Tobucil & Klabs
Jl Aceh No. 56 Bandung

Dapatkan Vitaminnya, gratis dan terbuka untuk umum.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Tobucil & klabs dan resArt.

restART adalah komunitas beranggotakan 5 perupa muda lulusan FSRD ITB, dibentuk pada tahun 2005, berdasarkan kesamaan dalam pemilihan bahasa estetik dalam karya mereka, yakni PARODI.

-----

By the way, aku bikin badge untuk acara ini buat kepentingan publikasi event di facebook. Hanya permainan font dan warna aja.

The Tribute 21 Plate Challege

For detail Information click here

Tuesday, May 26, 2009

Song (of Pearl Jam) Painting Contest 2

Time to bust out the acrylics and oils. Remember the ukulele painting contest? There were some incredible pieces submitted. Now we have an even better subject matter: Create a masterpiece inspired by a Pearl Jam song. That's right. Just choose a song that moves you and paint your heart out. It can be a lyrical interpretation or just a feeling you get from a song.

And the coolest part of this contest is the prize. The guys will find a guitar laying around here and sign it. Just for you.

Here's the deal:
* All entries must be oil or acrylic paint on an 8X10 inch canvas board.
* Each member is allowed to submit up to three paintings.
* Make sure you mark your name, email address, mailing address, phone number, and member number on the back of each painting.
* As usual, all entries are not returnable and become property of the Ten Club. Ten Club of Pearl Jam. What we're saying is you will get credit and probably a bit of pay is we apply the art to something in the future, don't know what that migh be, but we reserve the right should the opportunity arise.
* By entering the contest you acknowledge these rules to abide by them.

Entries will be judges by Ten Club staff and Pearl Jam. Submissions must be postmarked and mailed to the following address by August by August I, 2009. Submissions postmarked after that date will not be eligible for this contest.

Ten Club -contest
PO Box 81429
Seattle, WA 98108-1329


Tas Rajutan Pertama, Hadiah Perpisahan Buat Amel

Amel & akuTautan
Karena Amel temenku mau pindah ke Bali. Aku memberikan kenang-kenangan tas rajutan pertamaku untuknya.. :) Aku sendiri udah jarang banget pake tas ini. Jadi aku kasihin buat Amel sebagai kenang-kenangan..

Tas ini aku buat dari percampuran benang Aromanis (ARM) dan corduroy dengan pola knitting tusuk bawah, tusuk atas. Lebih jelas tentang tas rajutan pertamaku ini bisa dibuka di sini.

Bagiku lebih menyenangkan ketika aku berikan karyaku buat orang lain trus yang dikasih seneng dan karyaku dia pake. Aku jadi hepi.. karena karyaku diapresiasidengan baik..

Selamat menempuh hidup baru ya mel di Bali.. sampai ketemu disana..:)

Karyaku di Pameran Deer Andry

Foto atas kebaikan Eric Wiryanata

Karyaku di pameran Deer Andry, Ruang Rupa Jakarta.. heheheh maklum karya pertama untuk pameran seni rupa yang serius makanya aku cukup senang... Thanks ya bu he buat kesempatannya... :)

Karyaku yang berjudul On The Way to Heaven lebih jelasnya bisa dilihat di sini.

Monday, May 25, 2009

Deep "Special Ten Issue" Made My Day :)

















Di tengah-tengah detik-detik terakhir penyelesaian draft final laporan, pak pos membawa kiriman yang tak kuduga-duga, sebuah amplop dari Seattle. Pengirimnya Ten Club, organisasi fans clubnya Pearl Jam. Isinya sebuah majalah Deep yang sengaja dibikin untuk fansnya Pearl Jam di seluruh dunia. Duhh.. memandangi kembali grafis-grafisnya Pearl Jam di awal tahun 1990, mengingatkanku pada masa SMA, dimana aku jatuh cinta pada Pearl Jam pertama kalinya.

Pearl Jam bukan hanya menginspirasiku dengan musik dan lirik lagunya, tapi juga banyak mempengaruhiku dalam proses berkarya. Totalitas dan otentisitas mereka dalam berkarya, keberanian untuk menjadi diri sendiri, bener-bener mempengaruhiku sampai sekarang.

Itu sebabnya, saat berkesempatan menginjakan kaki di Seattle, aku merasakannya sebagai perjalanan spiritual. Bukan karena aku memuja mereka secara personal seperti dewa, tapi semangat, konsistensi dan intensitas mereka dalam berkarya bener-bener memberikan inspirasi sampai saat ini.

Menghirup udara Seattle secara langsung, bagiku seperti merasakan energi kreativitas itu secara langsung. Merasakan seperti apa rasanya tempat yang melahirkan orang-orang yang memberiku inspirasi mendalam itu.


Pearl Jamlah yang membawaku pada pemahaman semangat Do It Yourself /semangat kemandirian dalam berkarya. Semangat bahwa sebuah karya seni bisa begitu "teraih", sesuatu yang aku juga bisa melakukannya. Sesuatu yang menyemangatiku dan mendorongku untuk juga mencipta. Ku kira mereka bukan sekedar musisi, tapi mereka juga seniman yang melahirkan karya dari kedalaman dan perenungan.

Aku ga memaksakan diri untuk terus menerus menggemari mereka, karena caraku menggemari mereka pun berubah seiring dengan perkembangan kedewasaanku. Aku merasa tumbuh bersama mereka. Entahlah, mungkin ini hubungan paling platonis yang pernah aku jalani.

Terima kasih Ten Club, aku ga nyangka masih dapet kiriman dari mereka. Mengingat masa berlaku keanggotaan fan clubku udah abis loh bulan november kemaren. Terima kasih Tuhan yang telah mengirimkan para personil Pearl Jam untuk menjadi inspirasi banyak orang.. :)

Tuesday, May 19, 2009

"DEER ANDRY" Exhibition



s.14 dan ruangrupa mempersembahkan :

A Solo Exhibition of Andry Mochammad
Realized by His Friends and Family

"DEER ANDRY"
paintings, drawing, ceramics, graphics, photography, installation

Pembukaan pameran :
Jumat, 22 Mei 2009 jam 19.00 – selesai
Dimeriahkan oleh : A Stone A

Pameran :
22 Mei – 6 Juni 2009 ( Senin s/d Sabtu jam 11.00 – 21.00 ).

RURU Gallery
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820
t/f: +62 21 8304220
e-mail: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org

“DEER ANDRY” adalah solo exhibition project Andry Mochammad yang belum sempat terlaksana di saat ia masih hadir secara fisik bersama kita semua. Berawal dari obrolan santai tentang rencana ke depan antara Andry Mochammad dan Herra Pahlasari – soal kekaryaan maupun kegiatan, juga tentang rencana pembangunan sebuah ruang pamer di rumah.

Perihal kapan pameran tunggal itu akan dilaksanakan, Andrymoch berpesan “ Kalau bisa jangan lama-lama, setelah screening dan diskusi videolab di Semarang “, itu berarti setelah Maret 2008. Tetapi kemudian siapa yang mengetahui panjang dan pendeknya umur seseorang – termasuk Andry Mochammad, sahabat kita yang dipanggil begitu cepat disaat banyak ide-ide dan kegiatan yang ingin ia realisasikan.

Oleh karenanya – kami, kita, para sahabat dan teman-teman di sekeliling Andry Mochammad ingin segera merealisasikan apa yang menjadi keinginan Andry Mochammad sebelum ia meninggalkan kita semua, tgl. 1 Mei 2008 lalu. Pameran tunggal Andry Mochammad ini diselenggarakan di 3 kota yaitu; Bandung, Jakarta dan Yogayakarta. Melibatkan teman-teman Andry yang tersebar di 3 kota tersebut.

Pameran yang pertama di Bandung bertempat di Galeri s.14 sudah diselenggarakan pada tanggal 28 Desember s/d 25 Januari 2009. Pada pameran yang pertama di s. 14, Bandung, menampilkan 164 karya dari 164 partisipan. Semua karya yang ditampilkan di Bandung ini dibawa juga untuk ditampilkan di 2 kota berikutnya, sehingga jumlah karya di setiap kota akan bertambah. Untuk di Jakarta nanti, ruangrupa sebagai penyelengara pameran di Jakarta, akan mengundang 34 orang partisipan, yang semuanya adalah teman-teman Andrymoch yang tinggal di Jakarta.

Tentang Deer Andry bisa di buka disini

PARTISIPAN DEER ANDRY RURU Gallery ruangrupa, Jakarta :

Ade Darmawan
Andang Kelana
Andike Widyaningrum
Andy Tidjels
Anggun Priambodo
Aprilia Apsari
Ardi Yunanto
Ari Buy Shandra
Arief Rachman
Ary Sendy
David Syubidupapap
David Tarigan
Gembi Boy
Hafiz
Henry Foundation
Indra Ameng
Irwan Ahmett
JJ Adibrata
Julia Sarisetiati
Keke Tumbuan
Mateus Bondan
Maulana Adel Pasha
MG Pringgotono
Mushowir Bing
Nasta Sutardjo
Oomleo
Oscart De Kemano
RM. Herwibowo
Restu Ratnaningtyas
Reza Afisina
Saleh Husein
Samuel Bagas
Sir Dandy
Yusmario Farabi


PARTISIPAN DEER ANDRY S.14, Bandung :

Achmad Krisgatha
Ackay Deni
Ade Darmawan
Adi Wiguna
Adinda Natasha Oxcerila Paryana
Ageng Purnagalih
Agung Julianto
Aji A Sumardhani
Alfiah Rahdini
Alvin Ekajaya P.
Amira Rahmitya M.
Andi Yudha Asfandiyar
Anindi Maulidya Fatima
Angga Wedhaswara
Annisa Utami
Amelia Lestari
Amira Rahmitya M
Aming D Rahman
Aminudin TH Siregar
Angga Wedhaswara
Arian Arifin Wardiman (Arian13)
Arienska Aliani
Arief Tousiga
Arum Sekar Prameshwari
Asep Wahyu
Asmudjo Jono Irianto
Asri W. Sakti
Attina
Azalea Fisitania
Banung Grahita
Beni Sasmito
Benny Muhdaliha
Budi Adi Nugroho
Chandra Tresnadi
Denden Firman Arief
Denny Wahyu Triawan
Detzi Patricia Jovanka
Dewi Aditya
Desziana
Dianti Dwi Anugerah
Dicky Aulidzar (Semarang)
Dikdik Sayahdikumullah
Dila Martina Ayu
Dimas Ayu Lestari
Djarot Pambengkas H.
Dodi Hilman (Odoy)
Dodi Mustofa
Endira FJ
Endy S
Eria Chita Bestari
Erick Pauhrizi
Erik Wiryanata
Etza
Evan Driyananda
Eria Chita
Erwin Windu Pranata (Ewing)
Faisal Reza
Fajar Sidik P
Fauzy Kamal
Fauzy Prasetya
Fida Rufaidah
Franz A. Prasetyo
Hadi Hapran Permana
Handy Hermansyah
Herra Pahlasari
Herry ‘Ucok’ Sutresna
Indrani Ashe
Irine Stephanie
Irfan Amalee
Irfan Fatchu Rahman (Semarang)
Itsnataini Rahmadillah
Iwa Indrawa
Ibey
Iwan Ismael
Indra Morgan
JA Pramuhendra
Jodi Setiawan
Jodie P. Panudju
Joko Avianto
Jordan Raspatie
Julissa Pertiwi Gosali
Joni E. Daulay
Kiki
Kinar
Krisnamurti (Niskhra)
Kupi Arif
Leonardiansyah Allenda
Maya Purnama Sari
Meizal Rossi
Mia Meilia
Mohammad Brendan Satria A
M. Darmawan Natsir
Manuel Heischel
Mufti Priyanka (Amenk)
Muhammad Akbar
Muhammad Surya Gumilang
Mujahidin
M. Sigit Budi S
Nenden Vinna Mutiara Ulfa
Nina Maftukha
Nuri Fatima
Oxcel
Paramita Manggiasih Chalid
Pritha Fitria Natasha Bekti
Prilla Tania
Putriani Mulyadi
Rabianna Laykanissa Siregar
Radi Arwinda
Ramdhan Darmawan
Rangga Aditya B
Rangga Dimitri
Ranti Pujiagusti
Ratna Muliasari Dinangrit
Ratna Djuwita
Rennie ‘Emonk’ Agustine F
Roni Brons
Rudi ST Darma
Rudayat
Rusa Risa
Rufaidah
R. Yuki Agriardi (Ewo)
Sally Texania
Sindi Ibnusina
Singgih AP (Semarang)
Siti Irma Rahmawati
Sir Dandy
SR Maya Kartika a.k.a AllezNina
Sri Ratna Ovianita
Taufik S (Opik)
Tarlen Handayani ... (heheheh..that's me..!)
Tina “ Beni” Nuraziza
Tisa Granicia
Tommy Aditama Putra
Vidya Sukma
Widya Annisa
Wisesha Wening Galih
Yanti Hanafiah
Yasmina Yustiviani
Yori Frisa Papilaya
Ykha Amelz
Yudi Triadi
Yusuf Ismail
Zaenal Abidin
Some Anonymous Friends

Monday, May 18, 2009

Twist And Loop Dozens of Jewelry Design to Knit And Crochet With Wire



Penulis: Annie Modesitt
Fotografer: Bela Borsodi
Penerbit: Potter Craft (www.pottercraftnews.com)
ISBN 0-307-34019-8
"Wire knitting sparkles, it shines and glimmers . When I wear a jewelry piece I have knit, I feel adorned," Annie Modesitt writes.

Kakak perempuanku yang sangat baik itu, mengirimkan buku ini. Waktu itu aku lagi semangat membuat kalung-kalung dengan loom 3 gauge. Buku yang langsung membuatku 'terpukau' karena Annie Modesitt menampilkan kreasinya dengan sangat elegan, setidaknya dari cara dia mempresentasikannya di buku dengan layout yang simple tapi elegan. Bahan dasar yang digunakan Annie dalam karya-karyanya ini sebenarnya sangat sederhana: kawat berwarna, pita dan aneka manik-manik. Dua teknik di tampilkan di sini: merajut (Knitting) dan merenda (Crochet). Hal yang coba ditonjolkan oleh Annie di buku ini menurutku adalah eksplorasi bahan yang selama ini mungkin tidak terpikir oleh banyak orang (kecuali beberapa tahun lalu, waktu pertama kali adikku, Palupi, si guru merajut tobucil itu, sudah membayangkan suatu saat dia akan merajut dengan menggunakan kawat). Untuk itu teknik yang Annie tampilkan juga lebih pada variasi dari teknik dasar merajut dan merenda. Hal ini cukup merangsang pembacanya mengembangkan sendiri kreasinya.

Instruksi yang ditampilkannya pun menurutku cukup detail dan yang cukup penting juga, menurutku, Annie memberikan informasi dasar mengenai karakter dari bahan-bahan yang biasa di gunakan untuk perhiasan. Selain itu tips penting bagaimana merajut dengan menggunakan kawat, termasuk juga alat-alat tambahan yang diperlukan. Informasi yang sangat penting juga yang Annie sampaikan di buku ini adalah bagaimana teknik dasar 'finishing' dari merajut dengan menggunakan kawat ini.

Bagi para rajuters dan rendaers yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda, merajut dengan kawat menjadi pilihan yang patut di coba..

Happy Knitting dan Crocheting.. :)

Jadwal Tobucil April - Mei - Juni 2009

Aku sampai lupa membuat jadwal kegiatan tobucil untuk bulan Mei. Karena sekarang udah pertengahan Mei, akhirnya aku bikin buat Juni sekalian dan jadwalnya untuk program reguler aja yang ga banyak perubahan. Makanya untuk yang mei aku bikin aja sekalian sama bulan Juni. Seperti yang sudah-sudah, ini jadwal di produksi dengan menggunakan print laser. Sayangnya karena tabungnya udah mesti di ganti, jadi hasilnya ada garis hitam. Nanti deh sekalian refill lagi, tabungnya diganti.

Untuk jadwal bulan April, aku pake foto sepatu boot Andry Gatal. Memang ada sesi pemotretan khusus untuk memotret bootnya yang fenomenal itu. Jadwal April aku coba print di kertas korea 80 gr, sayangnya terlalu tipis. Aku mengira itu juga yang bikin orang jadi malas ngambilnya. Makanya untuk jadwal Mei - Juni aku print di kertas yang lebih tebal, samson 180 gr. Artworknya yang aku pake disini adalah hasil tracing manualnya Dani Ong. Dua minggu terakhir ini tobucil akan terlibat dalam beberapa acara: Pecha Kuca, Balad Kuring Festival dan Youth Community Festival.

Totebag "Knowledge is a Tree"


















Terbuat dari bahan blacu kualitas oke. Sebenernya ini bahan sisa karna Wiku beli kebanyakan buat nutup atap halaman tobucil biar ga terlalu panas. Karena sisanya ada sekitar 10 meter-an, maka di buatlah totebag yang modelnya sama dengan totebag 'Easy Street Record' yang aku punya. Aku suka totebag model begini karena bisa muat banyak banget. Tulisannya aku ambil dari petikan lagu 'In my tree Pearl Jam' dan aku sangat suka sama kalimat ini "Knowledge is a tree, growing up just like me.." makanya aku jadiin quote buat di totebag tobucil. Di sablon oleh Ajo dari komunitas taman kota. Rencananya mau nyablon bareng di baca-baca, Sabuga. Tapi berhubung kemaren sempet ada SBY di Sabuga, maka berantakanlah rencana nyablon bareng. Masih di bikin satu warna. Besok aku mau beli cat sablon yang warna lain biar banyak pilihannya.

Totebag ini di jual seharga Rp. 25.000 dan hanya tersedia 15 pcs. Bisa diperoleh langsung di Tobucil & Klabs Jalan Aceh no. 56 Bandung. Yang Berminat bisa juga beli lewat mail order untuk keterangan pemesanan buka aja disini.


Bu Guru Merenda Kawat


Bu guru merenda, Dian Rinjani, hari minggu kemaren bereksperimen dengan kawat warna yang biasa di pakai untuk bikin asesoris dari manik-manik. Kawat yang cukup lentur ini, di renda dengan jarum ukuran 3. Hasilnya cukup ringan untuk dipakai.

Di perpusatakaan hobi Tobucil & Klabs ada buku yang ditulis Annie Modesitt, judulnya 'Twist and Loop Doozens of Jewelry Designs to Knit And Crochet With Wire' (reviewnya akan segera di posting), Dian sedang nyobain beberapa karya dari buku ini. Aku juga jadi tertarik buat nyoba juga.. hehehe.. minggu ini mau jalan-jalan cari kawat yang lebih murah.. kamaren Dian beli kawatnya di toko Hobby Craft. Siapa tau di Otista nemu yang lebih warna-warni dan lebih murah...:)

Sunday, May 17, 2009

On The Way to Heaven

Lucu juga akhirnya aku berkarya untuk pameran seni rupa untuk mengenang Andry Mochamad "Deer Andry", 22 Mei 2009 di Ruang Rupa, Jakarta. Andry lahir di Bandung 1977 dan meninggal tahun 2008 lalu karena sakit. Selama hidupnya Andry dikenal sebagai lewat karya-karya video, instalasi dan grafisnya, dan pernah dipamerkan di dalam maupun luar negeri. Pernah aktif bersama teman-temannya mengelola ruang alternatif bernama IF Venue. Andry yang alumni Seni Rupa UPI Bandung ini, sempat bekerja sebagai desainer grafis untuk majalah RIPPLE, sebuah label clothing dan pusat kebudayaan Perancis Bandung.

Pameran ini merupakan inisiatif Herra Pahlasari dari S-14 dan teman-teman Andry lainnya untuk mengenang wafatnya Andry. Mengingat Andry sangat menyukai figur rusa, maka semua seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini membuat karya dengan merespon figur rusa. 164 seniman berpartisipasi dalam pameran Deer Andry yang juga di selenggarakan di Bandung dan Yogjakarta.

Karya ini aku kasih judul 'On The Way to Heaven' . Awalnya karya yang mau aku bikin ga begini konsepnya. Pake foto di print di kanvas. Tapi tiba-tiba waktu mengcrochet bunga-bunga seperti ini dari benang CB, tiba-tiba aku inget sama kain bermotif awan ini. Selain itu juga karena bu hera sudah menagih-nagih juga karyanya. Maka jadilah karya ini. Dikerjakan dalam waktu yang cukup cepat. Ukurannya 21x21 cm. Oya, aku sengaja bikin tali dan benang beruntai gitu.. biar ada kesan itu bunga pada terbang ke langit.. dan rusanya sengaja aku pilih yang lagi nengo ke belakang.. seolah-olah Andry sedang melihat kembali apa yang sedang dilakukan teman-temannya dalam perjalanannya menuju surga. Finishing karya ini adalah frame yang ukurannya pas banget dan tinggal satu yang aku dapetin di Jonas Photo. Rasanya cukup lega.. kesampean juga nih pameran, walaupun ini pameran rame-rame.. tapi cukup memberi semangat berkarya. Setelah ini aku siap-siap lagi bikin karya untuk "Junk Collector" di pameran ini aku mau bikin chandelier dari botol aqua bekas..

Kiriman Disket dari Andy Sutioso

Sabtu kemaren (16/5) temenku Andy Sutioso dateng ke tobucil dan membawa setumpuk disket bekas untukku. Baru tadi siang sesampai di tobucil, aku kembali menyelesaikan 'floppy disk block note' dari 20 buku isian buku yang tersisa.

aku ngerjain ini sambil nonton film Doubt dan di bantu Ipey nempel-nempel double tapenya. Aku masih menunggu kiriman-kirman disket bekasnya. Kalau ada yang punya dan udah ga dipake lagi.. aku seneng banget kalo boleh buatku..

Pin Buat Klab Klassik


Pin ini dibuat untuk mencari dana buat Klab Klassik di acara Classical Guitar Fiesta 2008. Sekalian uji coba bikin merchandise buat tiap klab yang ada di tobucil (tapi yang kesampean baru klab klassik aja, klab yang lain belum). Sayangnya pas produksi ada kesalahan. Karena desain yang aku tampilkan ini, sebenernya desain revisi setelah hasil tracingnya aku haluskan lagi. Sementara yang di produksi malah desain lama yang masih hitam putih dan tracenya masih kasar banget. Waktu itu mau diulang udah ga mungkin karena waktunya udah mepet sama acara. Jadi ya sudah deh..

Aku juga sempet pake gambar Niccolo Paganini ini untuk di sablon di tas kain. Waktu nyablon gambarnya sih berhasil, tapi pas nyablon bagian tulisannya 90 persen gagal. Aku baru nyadar bahwa kualitas cat sablon di sini ga sebagus kalo pake Acrylic Waterbase yang aku pake waktu belajar sablon di Etsy Lab. Jadi perlu belajar lagi teknik mengoplosnya. Oya musisi-musisi yang dijadikan icon disini adalah Hector Ville-Lobos, Niccolo Paganini, Fernando Sor, Agustin Barrios

Desain Stiker Tobucil

Ini adalah desain stiker untuk tobucil. Aku bikinnya udah lama sih.. awal tahun ini dan sudah di produksi juga dengan teknik print digital (print laser color di atas kertas stiker cromo) aku print di tempat langgananku di Polar (Jalan Pungkur, Bandung). Stikernya juga di jual di tobucil.

Beberapa desain, seperti gambar meteran itu, aku daur ulang dari desain lama pembatas buku tobucil, tinggal aku ganti warnanya aja. Gitu juga sama yang pohon-pohon. Awalnya gambar pohon ini aku bikin untuk poster crafty days 'Recycle Attack'. Setelah itu, si pohon dengan mengganti bagian daun-daunnya, aku buat juga untuk desain header blog tobucil. Kalau desain yang bangunan itu, sebenernya itu juga daur ulang dari desain postcard promosinya tobucil, tapi trus aku rapihin lagi. Di sini aku coba main di warna. Memadupadakan warna, cari kombinasi yang enak tapi ga biasa juga. Buku warna peninggalan R.E. Hartanto, cukup membantu untuk kombinasi warna. Sebenernya dengan teknologi print digital sekarang, sangat membantu untuk memproduksi desain-desain yang aku bikin. Apalagi di Polar dia pake printer laser 7 warna, jadi warnanya bisa lebih akurat dan kalau ngeprint banyak bisa dapet diskon loh.. hehehhe..

Saturday, May 16, 2009

Diary Pelangi Penghabisan

Akhirnya, beres juga seri diary pelangi block lem. Ini adalah 13 diary pelangi penghabisan, dari hampir 100 diary yang aku bikin tahun lalu. Setelah selesai dengan diary pelangi dengan jilid block lem ini, aku pengen mulai bikin yang di jilid jahit coptic. Seru banget nih nemu blog Bookbinding Etsy Street Team dimana isinya para handmade book seller di Etsy memamerkan karya-karya bukunya. Bukan sekedar pameran aja, tapi mereka juga bagi-bagi tips..

Jadi kepikiran beberapa ide baru untuk seri diary yang berikutnya. Jilidnya bisa tetep pake kain dan pake variasi lain yang lebih beragam. Jilidnya bisa menggabungkan model organizer tapi kertasnya di jilid dengan teknik coptic. Jadinya sekarang selain ngumpulin kain juga, ngumpulin macem-macem kertas juga. Aku pengen segera nih bukubuka toko di etsy karena ternyata sekarang untuk pay pal Indonesia, bisa pake kartu debit niaga, jadi aku ga perlu bikin kartu kredit.

Oya, diary ini pesenannya Kavita. Aku suka motif batik garutnya. Pake motif-motif batik cirebonan juga lucu tuh kayanya... semangat nih ngumpulin batik-batik buat di bikin diary... :)

Mari Menjahit Baju Sendiri

Menemukan kembali dua potong kain ini yang terselip di lemari bajuku, membuat hal yang sudah lama tidak kulakukan, ingin kulakukan kembali: menjahit baju. Selain kain, aku juga punya pola yang aku beli di fashion Avenue NY yang belum aku cobain sampe sekarang.

Mmm.. kalo liat postingannya Novita di mpnya, aku suka 'kabita' alias kepengen jahit baju sendiri dengan model yang macem-macem.. heheheh.. cuma ya itu aku suka kurang sabar dalam menjahit baju.. ada baiknya juga aku mulai menjahit lagi bajuku sendiri, sambil belajar macem-macem model.. dan melatih kesabaran juga tentunya. Oya.. karena AJI Bandung mulai pertengahan tahun ini sektretariatnya akan pindah dan ga jadi satu lagi sama tobucil, ruangan AJI akan aku sulap jadi studio kecil buat aku dan temen-temen berkerajinan tangan... horeeee.. ga sabar menunggu bulan Juli. Akhirnya bisa punya ruang yang lebih luas (sedikit) untuk berkegiatan. Rencananya aku akan bikin sudut jahit di ruangan itu. Biar kalo mau jahit-jahit gampang, udah ada tempatnya. Echi juga katanya mau bawa mesin jahitnya ke tobucil.. senangnya.

Buku Kotak-Kotak John Leguizamo (Edisi Percobaan)























Ini adalah edisi percobaan dari 'In somebody's mind' series yang akan aku bikin. Series ini akan jadi series desain buku orat-oret yang isinya bisa buku kotak-kotak, buku bergaris atau juga blank note halaman kosong, tapi covernya akan menampilkan foto aktor-aktor favoritku heheheh... (tentu saja Johnny Depp dan Daniel Day Lewis termasuk juga). Aku akan memaksimalkan teknik xerografi alias fotocopy dalam pembuatan seri ini, tentunya dengan memanfaatkan printer laser yang ada di tobucil.

Di buku John Leguizamo ini, aku pake kerta korea warna, covernya juga. Tapi aku merasa untuk cover terlalu tipis. aku lagi mikirin enaknya pake kertas kaya gimana.. (mmm.. tiba-tiba terpikir kertas linen meteran yang ada di tobucil.. tapi aku harus nyoba dulu bisa ga ya di print..). Di bagian cover dalam, aku memasang motif India yang aku dapet dari CD buku Indian Pattern. Lucunya sih di dalem ada lagi lagi foto-foto atau kolase si John.. biar grafisnya berkesinambungan. Selain itu, sepertinya aku akan membuat ukurannya lebih kecil. Dari edisi percobaan ini, jadi ketauan deh kekurangannya dimana. Untuk jilidnya aku pake teknik simple sew book binding dengan benang rami katun mix yang ada di tobucil.. harusnya itu benang di kasih wax dulu biar kuat..

Oya, edisi percobaan ini aku kirimkan untuk Elida temanku.. aku bikin amplopnya dari cover buku John Leguizamo juga..

Thursday, May 14, 2009

Celengan Dari Wadah Haagen Dazs




















Beres-beres meja kerjaku, ternyata banyak uang receh berserakan. Lalu teringat di dapur tobucil itu ada bekas wadah ice cream Haagen Dazs. Dengan sedikit sentuhan saja dan cara pengerjaan yang sangat mudah dan cepat, bekas tempat ice cream aku sulap jadi celengan tempat koin yang bisa di buka tutup. Alat dan bahannya hanya membutuhkan cutter untuk melubangi tutupnya untuk memasukkan uang, selembar sobekan gambar dari majalah yang gambarnya cukup menarik, lem fox kayu dan gunting. Gambar yang sudah kita dapatkan tadi dari majalah, kita gunting sesuai dengan permukaan wadah ice cream dan juga tutupnya. Setelah itu lumuri permukaan wadah dengan lem, baru kemudian tempelkan pelan-pelan biar rapih. Selesai deh.. dan tempat ice cream langsung berubah wujud dan fungsi... selamat menabung.. hemat pangkal kaya.. kalo kata peribahasa... :)

Wednesday, May 13, 2009

Produk Pertama Berlabel Design by Vitarlenology

Sebelum berlibur ke Karimun Jawa, aku ngebut menyelesaikan produk pertama berlabel 'design by vitarlenology' berupa Reversible Charlie Totebag dan Reversible Sushi Wristlet Mini Bag. Produk ini aku buat khusus untuk menindaklanjuti tawaran Arie dari Kamarkarma untuk menjualkan produk-produkku di toko online dan offlinenya.

Untuk Charlie Totebagnya aku bikin sedikit perubahan di bagian saku. Kalo yang awal-awal aku bikin sakunya nempel di tas, sekarang aku bikin terpisah, dalam bentuk dompet.

Pengen liat macam-macam reversible charlie totebagnya? buka aja disini

Thursday, May 7, 2009

Tips Membuat Publikasi yang Efektif


1. Kenali target audiencemu.
Sebelum menentukan strategi visual seperti apa yang akan dipakai, tentukan dulu, siapa sasaran yang akan dituju.

2. Hitung, berapa uang yang kamu miliki. Untuk kegiatan berbiaya rendah, lebih baik jika kita menghitung terlebih berapa besar uang yang kita miliki untuk memproduksi materi publikasi. Akan lebih mudah, jika strategi disusun berdasarkan kemampuan keuangan kita.

3. Setelah menentukan target audience dan biaya yang kita miliki, baru menentukan strategi visual seperti apa yang akan kita lakukan. Misalnya: format publikasi yang akan kita buat (mana yang lebih efektif, membuat poster atau flyer?), berapa eksemplar yang akan kita produksi? desain grafis seperti apa yang akan digunakan yang mencerminkan kegiatan atau organisasi kita? kemana saja distribusi materi publikasi itu akan kita sebarkan? bahan seperti apa yang akan kita gunakan?

4. Redaksional. Perhatikan informasi apa saja yang akan kita sampaikan. Seringkali terlalu banyak informasi yang ingin disampaikan, malah membuat materi publikasi yang kita cetak menjadi kurang komunikatif. Untuk itu, setelah menentukan format materi publikasi yang akan kita buat. Untuk poster misalnya, ada tagline atau kalimat kunci yang bisa kita ekspos atau tekankan untuk membentuk image acara/tempat yang kita buat, karena poster punya ukuran lebih besar dari materi publikasi lain misalnya flyer. Untuk flyer, karena ukurannya lebih kecil, dan orang bisa membawa flyer, informasi yang ditulis bisa lebih detail.

5. Jangan lupa menulis waktu kegiatan, tempat, alamat dan kontak person kegiatan yang bisa dihubungi. Banyak publikasi yang seringkali lupa mencantumkan informasi yang sangat penting ini, padahal materi publikasinya sudah di buat sedemikian lux dan mahal. Kelalaian ini fatal akibatnya, karena membuat publikasi menjadi kurang efektif. Cantumkan kontak peson dan nomor kontak yang memang bisa dihubungi dan bisa memberikan informasi ketika orang ingin mengetahui lebih banyak kegiatan yang akan diselenggarakan. Jangan mencantumkan nomer kontak yang tidak dapat dihubungi.

6. Hindari penggunaan jenis font lebih dari 3 macam dalam satu publikasi. Penggunaan font yang terlalu beraneka ragam, membuat informasi yang disampaikan menjadi kurang fokus.

7. Perlu diketahui kebiasaan penempelan poster di daerahmu. Misalnya, di Bandung, ketika kamu mengira, menempelkan poster di malam hari adalah waktu yang tepat, ternyata pikiran itu salah. Karena keesokan harinya, poster yang telah kamu tempel dan sebarkan, sudah tertutup oleh poster yang lain. Ada baiknya jika kamu mengetahui jam brapa kira-kira penempelan poster yang tepat.

8. Selain waktu penempelan poster, titik distribusi juga mesti kamu perhatikan. Jika perlu, kamu sediakan kolom khusus untuk menyebutkan titik-titik distribusi publikasi yang kamu buat. Setidaknya ketika nama outlet distribusi kamu sebutkan, akan terjadi kerjasama yang saling menguntungkan juga antara kegiatan dan outlet yang membantu menyebarkan materi publikasi itu.

Tulisan lamaku yang baru ku temukan lagi. Tulisan ini pernah dipresentasikan di klab desain th 2005.

Monday, May 4, 2009

Do It Yourself Screen Printing: How to Turn Your Home Into A T-Shirt Factory



















Penulis John Isaacson

Penerbit Microcosm Publishing
ISBN 978 0 9770557 4 6


Buku ini termasuk buku yang aku suka. Aku beli buku ini ditoko buku yang semangatnya kurang lebih sama kaya tobucil di San Francisco namanya Needle & Pens. Aku beli buku ini bareng sama buku Whatcha mean what a zine.

Waktu di Brooklyn aku sempet ikutan kursus menyablon di Etsy Lab. Di kursus itu aku dapet banyak tips menarik dari Paul (pengajarnya aku lupa nama belakangnya) Philip Sachs, termasuk cara gimana mindahin film ke screen dan membuat light box yang sederhana dan murah. Makanya waktu dapet buku ini, aku kaya punya buku pegangan yang lebih lengkap dari pada penjelasan Paul Philip.

Disampaikan dengan gaya komik, buku yang di tulis John Issacson dan di terbitkan oleh Microcosm Publishing ini, mencoba memaparkan A sampai Z plus 5 W 1 H heheheh.. soal sablonan. Issacson menulis benar-benar berdasarkan apa yang dia alami dari pra produksi sampai post produksi alias gimana cara jualnya. Meski konteksnya sangat Amerika, tapi kita bisa mendapat gambaran sejelas-jelasnya bahwa jualan di Amrik ternyata jauh lebih susah dari pada di Indonesia. Mau jualan kaki lima juga mesti punya izin dan persaingan dalam menentukan spot jualan yang strategis aja perlu perjuangan. Buku ini bener-bener bukan sekedar menggambarkan persoalan teknis tapi juga bagaimana menjadi sabloners DIY dari mulai mendesain kaos, memproduksinya dan menjualnya sendiri.

Menariknya, buku ini juga memberikan gambaran soal kegagalan yang biasa dialami dalam proses nyablon sendiri dan bagaimana cara menyelesaikannya. Aku suka cara Isaacson menyemangati para sabloners pemula (seperti aku misalnya :D) bikin kita ga gampang nyerah ketika percobaan pertama kita ternyata gagal dan tidak seperti yang diharapkan.

Sebuah fakta menunjukkan bahwa sebagian besar distro-distro Bandung yang konon kabarnya membawa semangat DIY ini, ternyata mengambil margin keuntungan sampai 300 persen dari setiap kaos yang terjual (dengan alasan biaya desain dan marketing), sementara vendor produksi alias tukang jahit sampai tukang sablonnya, paling besar hanya mengambil keuntungan 30 persen saja. Silahkan timbang, seberapa adil seharusnya margin keuntungan itu dibagi..

Make trade fair.. Ayo sablon kaosmu sendiri..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...