Tuesday, April 28, 2009

Whatch A Mean, What's A Zine? The Art of Making Zines and Mini Comics

Penulis Mark Todd & Esther Pearl Watson
Penerbit Graphia Books
(http://graphiabooks.com)
ISBN 9 78618567159


Salah satu buku di koleksi perpus art & craft yang paling aku suka: Cara membuat zine, media yang di awal tahun 1990 banyak beredar di Bandung dan dibuat oleh komu
nitas. Dengan gaya manual: tulisan di buku ini menggunakan gaya tulisan tangan dan mesin ketik, juga layout kolase, buku sangat terasa menampilkan semangat zine sebagai media komunitas yang mandiri.

Penulisnya bener-bener memaparkan dari A sampai Z serba-serbi membuat zine. Dari mu
lai sejarahnya, semangatnya dan sampai ke hal teknis. Mulai dari layout, cetak sampai distribusinya. Buku ini tuh bener-bener menyemangati pembacanya untuk membuat media sendiri dan kukira buku ini sangat cocok sebagai panduan komunitas independen dalam membuat sendiri media publikasi mereka.

The Cute Book Aranzi Aronzo


Penulis Aranzi Aronzo
Penerbit Vertical
ISBN 13: 978 1 932234 68 8


Awalnya aku ketemu sana Aranzi Aronzo di Internet dari hasil penelusuran hyperlink. Aranzi lelaki berayah Mexico dan beribu Jepang. Seme
tara Aronzo yang juga pemain tamborin ini adalah lelaki Norwegia campuran Vietnam dan India. Keduanya sepakat mendirikan usaha yang didasari pada kecintaan mereka pada craft dengan nama Aranzi Aronzo. http://english.aranziaronzo.com/index.html

Pengaruh Japanese Craft memang sangat kental terasa dalam karya-karya Aranzi Aronzo. Karena keduanya tinggal di Amerika cukup lama dan memulai usaha mereka disana, maka pengaruh American Craft, berpadu dengan pengaruh
Japanese Craft dalam karya-karya mereka. Hal ini bisa dilihat di buku ini, bagaiama Aranzi Aronzo membuat buku instruksionalnya dengan gaya Ondori Jepang dengan semangat bermain yang kuat. Selain dari tampilan bukunya, karakter-karakter felt yang di ciptakan Aranzi dan Aronzo pun, lebih eksploratif dan punya karakter yang 'mereka' banget meski tekniknya cukup sederhana. Bagi pecinta felt making, buku ini ada di perpustakaan art &craft tobucil.




Sunday, April 26, 2009

On Going Project: Merajut Kantong Kresek

Akhirnya aku merajut kantong kresek bekas juga (hehehe.. sambil menyelesaikan laporan riset tentunya).Terus terang aja aku tuh paling benci liat kantong kresek jadi sampah. Apalagi liat kresek-kresek itu hanyut di saluran air dan malah menyumbat.Belum lagi kebiasaan mengantongi segala macam dengan kantong kresek, meskipun yang dibeli bukan sesuatu yang sebenarnya perlu di wadahi dengan kresek. Tapi ya begitulah, kantong kresek dianggap sebagai pilihan kemasan yang murah meriah.

Sejak pertama menemukan situs plasticbag.com, aku tuh pengen banget mendaur ulang kresek-kresek bekas itu jadi sesuatu yang berguna, sayangnya waktu itu aku belum bisa crochet, karena waktu itu aku cobain pake knitting hasilnya kurang sreg karena agak sulit di bentuk. Pengerjaannya lumayan memakan waktu, kita mesti menyiapkan kreseknya dulu, memotong-motongnya untuk di jadikan tali, baru di rajut.

Oya, kresek yang aku pakai di sini adalah kresek tipis terutama kresek hitam yang merupakan hasil daur ulang terakhir. Kresek hitam ini kalau udah ga dipake lagi, bener-bener jadi sampah dan ga bisa di apa-apain lagi. Jadi dengan merajutnya, kresek ini jadi punya umur panjang dan bisa mengurangi jumlahnya yang menjadi sampah. Untuk kantong kresek putih, aku pake yang tipis juga, seperti kresek berkas Circle K, gramedia, lumayan mudah untuk di rajut. Kresek yang lebih tebal dan kaku, akan aku olah dengan teknik yang berbeda bukan di rajut tapi dengan menggunakan setrika dan mesin jahit caranya ada disini.

Rencananya rajutan yang sedang aku kerjakan ini akan jadi tas tangan. Setelah ini selesai baru aku akan bikin produk yang kecil-kecil. Senangnya bisa merajut sekaligus mendaur ulang kantong kresek ..

Kreasi lain dari kantong kresek bisa dilihat disini.

Friday, April 24, 2009

Tjoba Sendiri

Sebuah buku lama tentang percobaan-percobaan sederhana, terbitan Penerbit Djambatan tahun 195o, kutemukan disela-sela rak bukuku. Buku ini menjadi buku yang menemani kami (aku, dua orang kakakku, dan adikku) mengisi waktu bermain di masa kecil. Sesekali bapak membantu kami melakukan percobaan-percobaan itu.

Salah satu percobaan favoritku adalah percobaan membuat pertunjukan film bayangan dengan menggunakan selembar kertas, lilin dan guntingan-guntingan bentuk binatang atau orang yang bisa digerak-gerakkan dengan menggunakan benang. Tautan
Atas bantuan Ipey, staf tobucil, buku ini akhirnya bisa di scan dan menjadi e-book, tapi sayang ukurannya setelah di gabung jadi pdf, masih terlalu besar. Aku sedang memikirkan cara untuk mengecilkan ukurannya sehingga mudah di donlot dalam format pdf, barangkali ada yang berminat untuk mengeprintnya. Untuk sementara, aku mengupload semua halamannya di album foto Flickr "Tjoba Sendiri".

Update: Aku sudah mengupload ebooknya, bagi yang berminat silahkan donlot disini: Tjoba Sendiri

Craftifesto


We believe:

Craft is powerful. We want to show the depth and breadth of the Chicago crafting community. Anything you want—clothing, jewelry, art, music—you can probably get from a real live person here in Chicago. And buying handmade, one-of-a-kind goods from your neighbor kicks the ass of buying mass-produced, slave-made corporate stuff.

Craft is personal. To know that something was made by hand, by someone who cares that you like it, makes that object much more enjoyable. And it makes you feel less lonely when you realize that you know the name of the person who made the bar of soap you use, the earrings you wore when you met that special someone, or the scarf that kept you from freezing while you waited for the train.

Craft is political. We're not just trying to sell stuff. We're trying to change the world. We want everyone to rethink corporate culture and consumerism.

Craft is possible. Everybody can create something—you don't have to be an established business to make stuff. The DIY Trunk Show encourages new crafters by giving them a place to sell their work for the first time. We hold workshops to teach people how to make things. And we're creating friendships and connections between crafters - being a small business owner doesn't mean you have to work in isolation.


Handmade Nation

----

Aku sepakat dengan manifesto ini..

ReadyMade How to Make (Almost) Everything

Penulis: Shosana Berger & Grace Hawthorne (Pendiri ReadyMade Magazine)
Penerbit: Clarkson Potter Publisher New York
ISBN: 1-4000-8107-6

Dydy (http://dydy.multiply.com) yang pertama meminjamkan buku ini waktu kami sama-sama berkunjung ke Mid Manhattan Public Library. Aku langsung jatuh cinta berat sama buku ini. Beruntungnya aku karena aku bisa mendapatkannya di Strand Bookstore (toko buku second terbesar di NYC) dengan harga 15 dollar saja (harga asli 25 dollar).

Buku ini diawali dengan sebuah mini manifesto (with appologies to William Blake). Aku kutip sesuai aslinya:
1. I will in some way redifine space, material, functionality, or context.
2. I understand that the phrase "home decor" ist verboten.
3. With each priject, I will disclose the means of production, invite collaboration, and generally debunk the marker as auteur theory.
4. I acknowledge that common, everyday object are precious gems.
5. I will attempt to keep all consumer goods in circulation, and out of the big Wall-Mart in the sky, by reusing them.
6. Excess of simplicity laughs, excess of complexity weeps!
7. All creative endeavors are a balancing act of Newtonian physics, kitchen table logic, and snafu. We ask that you forgive what you do not approve and love us for this energetic exertion of our talent.
And... Furthermore, I swear as a ReadyMade reader to refrain from creating "finished work," as a heightened awareness of process is the whole point. I will share this book with friend and foe alike with the understanding that it is meant to be enjoyed family style, like Chinese food. I pledge to do so at the expense of my desire to keep these ideas and their off spring all to myself. Thus I make my VOW OF VIRTUE.


Seperti ulasanku tentang majalahnya pada postingan sebelumnya, craft menjadi bukan sekedar kerajinan tangan, namun ada sesuatu yang dinyatakan. Sebuah misi besar memaknai keseharian, menemukan makna baru dari ruang, benda-benda yang ada di sekeliling kita dan lebih jauh lagi mengurangi konsumerisme. Craft menjadi sebuah gerakan sosial. Sesuai dengan judulnya, buku ini mencoba memberikan solusi-solusi alternatif dalam mendaur ulang benda-benda sehari-hari. Di mulai dari kertas, plastik, kayu, logam, gelas, dan kain. Menariknya, buku ini tidak hanya memberi olahan alternatif bahan-bahan tadi melalui kegiatan craft, namun buku ini juga memberi gambaran persoalan mengapa benda-benda tadi perlu kita manfaatkan kembali, lengkap dengan karakter dari bahan-bahan tersebut.

Menurutku, penting untuk mengenali karakter bahan sehingga kita bisa melahirkan bentukan-bentukan baru sesuai dengan karakternya. Misalnya saja, ketika hendak mengolah bahan-bahan plastik, untuk tidak mengubah unsur kimianya, kita tidak dapat mengubah bentuk dengan metode pembakaran, karena teknik itu akan mengubah struktur kimianya. Sehingga untuk mengubah bentuk plastik yang perlu dilakukan adalah dengan memanaskannya dengan menggunakan udara/uap panas (hot gun atau hair dryer dapat digunakan). Dasar pengetahuan seperti ini yang ku kira perlu dikuasai oleh para crafter untuk bisa mengeksplorasi dan memadupadankan bahan.

Kelebihan buku ini yang menurutku jarang ku jumpai pada buku-buku craft lainnya adalah, buku ini memberikan bekal kepada pembacanya, bukan sekedar bagaimana membuatnya, tapi pengetahuan yang sangat mendasar untuk menciptakan bentukan-bentukan kita sendiri.

Penasaran kan? bukunya ada di perpustakaan Art & Craft, tobucil & klabs. http://craftbookdrive.org/

Thursday, April 23, 2009

Craft Magazine & Readymade Magazine


Aku lupa kapan pertama kali nyasar ke situs "Craft Magazine", tapi tak lama setelah berkenalan dengan Craft magz, aku mendapatkan majalahnya (hard copy) edisi ke 3 dari Wikupedia. Langsung saja, aku berlangganan majalah itu darinya, sampai edisi terakhir yaitu edisi 10. Bagiku, majalah ini, memberikan spirit baru dalam berkegiatan Craft. Aku merasakan semangat 'Do It Yourself' (lakukan sendiri) komunitas musik 'punk' di maknai kembali melalui kegiatan-kegiatan craft. Di majalah ini, Craft di tampilkan bukan sekedar hobi atau kegiatan pengisi waktu luang, tapi juga sebuah pernyataan. Eksplorasi yang ditampilkan juga berusaha untuk keluar dari kebiasaan craft, meski bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang mudah ditemui sehari-hari. Sayangnya, karena krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat, O'reilly grup sebagai penerbit majalah 'Craft' dan 'Make', terpaksa harus memilih salah satu untuk tetap bertahan hidup. Akhirnya, karena survey pasar menunjukkan, oplah majalah 'Make' lebih baik daripada majalah 'Craft', majalah Craft edisi cetak berakhir sampai 10 edisi saja. Sebagai gantinya, Craft magazine muncul dalam bentuk blog yang bisa di akses secara gratis. Untuk mengaksesnya bisa di buka di http://www.craftzine.com/

Majalah craft lain yang aku suka adalah "Readymade Magazine". Awalnya lagi-lagi 'agen' majalah-majalah luar, Wikupedia, yang menyodorkannya padaku pertama kali. Majalah ini spirinya lebih ke Design. Craft menjadi punya bobot lebih karena desain. Aku suka desain-desainnya karena apa yang di tampilkan oleh Readymade (dan ini juga bisa dilihat dari segi layout majalahnya), adalah kesan desain yang cukup modern dan kontemporer. Terutama desain-desain yang menyangkut produk-produk interior. Sebagai yang pernah bercita-cita menjadi desainer interior, aku senang dengan alternatif desain yang ditampilkannya: simpel, minimalis namun tetap mempertimbangkan semangat 'Do It Yourself'. Waktu di Amrik, aku dapet Readymade edisi buku yang berisi kumpulan instruksi DIY yang pernah di terbitkan di majalah dengan layout yang lebih segar (aku akan mengulas buku ini di postingan terpisah). Oya majalah ini formatnya standar seperti majalah pada umumnya. Penasaran? bisa diintip di situsnya: http://www.readymade.com/

Wednesday, April 22, 2009

Karya Crochet #4 'Basket Hand Bag'


Aku berjanji pada diri sendiri, bahwa setelah membuat tas ini, aku stop dulu ber'crochet' ria. AKU HARUS MENYELESAIKAN LAPORAN RISETTTT... DUHHHHHH!!!! Hal yang paling berat setelah penelitian lapangan adalah menyelesaikan laporan. Sementara godaan benang-benang bagus di katalog benang tobucil April-Mei (belum termasuk yang ga ada di katalog alias masih menumpuk di gudang) bikin aku pengen terus menerus merajut. Beres ngerajut yang satu, pengen mulai ngerajut yang lain.

Anyway, hari minggu kemaren aku baru belajar bikin dasar tas yang bentuknya kotak. Awalnya ga kepikiran mau bikin tas model begini, cuma nyoba aja nerusin.. trus tiba-tiba teringat tas dengan model yang aku bikin ini.. ya sudah akhirnya dengan semangat kecanduan meng'crochet' akhirnya jadilah tas model begini. Aku selesaikan dalam waktu tiga hari horeeee...

Sambil melanggar janji sendiri, bahwa aku setelah mengerjakan tas ini, mulai mengerjakan tas yang lain.. hehehehhe.. rencananya aku mau bikin model yang sama, tapi menggunakan kantong kresek hitam dan putih yang menumpuk banyak di tobucil.. sekalian eksperimen daur ulang. Ya proyek ini bisa menurunkan derajat kecanduanku mengcrochet.. karena harus nyari kantong kresek, gunting-guntingin dulu, nyambung-nyambungin jadi tali, baru di rajut.. jadi ga nonstop terus menerus.. bisa lebih di atur waktunya.. dan aku ga membawanya ke rumah, aku simpan saja proyeknya di tobucil. Karena di rumah aku harus membaca setumpuk buku, makalah-makalah dan menulis... hiks.. ayo ayo segera selesaikan laporannya, biar bisa merajut lagi hiks.. karena benang-benang lucu sudah mengantri untuk di rajut..

Sunday, April 19, 2009

Karya Crocet #2 & #3: Kalung dan Tas Keranjang Jala



Seminggu ini, sungguh tak bisa melepaskan diri dari kecanduan crochet. Setelah "Cempedak Wristlet Bag", aku ga bisa berhenti bikin lingkaran. Jadilah, bikin lingkaran besar, lingkaran kecil dan dirangkaikan dengan tusuk rantai, akhirnya bisa jadi kalung (meskipun masih sangat tidak rapih karena bener-bener crocheter pemula). Benangnya aku pake dari koleksi terbaru tobucil yang akan di rilis bulan mei: benang rami katun, hasil celupan warna yang dilakukan sendiri. Jadi sekalian promosi, benang ini limited edition. Nyelup warnanya aja butuh waktu 3 bulan (untuk total 300 kg) karena membutuhkan sinar matahari. tapi hasilnya memuaskan, karena dia jadi lebih mengkilap dibandingkan dengan benang rami katun biasa. Jadi tunggu aja ya benangnya.

Nah karya ketiga, adalah tas keranjang jala. Ilmunya baru aku dapet dari Dian, guru crochet tobucil, hari sabtu kemaren. Karena dari seminggu lalu, dia sudah mengiming-imingi aku belajar bikin tas keranjang jala seperti buatannya. Jadilah selama dua hari, sabtu banyak kepotong acara itu dan ini dan minggu, hari ini, bisa berkonsentrasi menyelesaikan tas keranjang jala, yang ternyata karena aku pake benang besar (hook no. 10), jadinya cukup besar dari yang diperkirakan. Benangnya pake benang-benang baru Koleksi Katalog Tobucil Bulan April dan Mei 2009 untuk yang bercoraknya pake MK005 dan yang ungu pake warna ungu yang ga ada di katalog. Setelah selesai aku kasihin tasnya buat ibuku, buat tas kalo dia pengajian.. soalnya ulang tahun dia kemaren aku belum kasih kado. Tas ini belum di kasih lapisan kain di dalamnya. Hehehe.. biar ibuku aja yang masang. Aku mau bikin lagi dengan ukuran yang lebih kecil buat aku sendiri. Tapi sebelum bikin lagi tas keranjang jala, aku lagi ngerjain proyek crochet ke empatku, yaitu tas keranjang yang dasarnya persegi panjang.. tunggu aja ya..

Pengennya nanti kalo dah menguasai logika dasar percrochet-an ini, aku mau menggabungkannya dengan knitting (breyen) heheheh.. buat apalagi kalo bukan buat bikin tas :D karena aku senang mengumpulkan aneka yang unik-unik modelnya. Kadang dipake sekali aja udah cukup, karena yang paling menyenangkan buatku adalah proses bikinnya. makenya sih ya sekali-sekali aja... heheheheh...

Model Wiku Baskoro. Dipotret dengan menggunakan kameran Wiku juga..

Wednesday, April 15, 2009

Akhirnya Punya Merek

Horeeeee..!!!! akhirnya aku punya label merek "100% Handmade in Bandung, Design by Vitarlenology" dan tulisan namaku dalam huruf cina. Kaligrafi huruf cina itu aku dapet dari oleh-oleh teman baikku Ariani Darmawan waktu dia ke Beijing. Dia bawain aku oleh-oleh stempel namaku itu dari batu marmer, kaya stampel kerajaan gitu.

Oya label nama ini masing-masing jenis ada 50 lusin. Harganya untuk jenis yang aku pesan totalnya Rp. 288.000. Waktu pengerjaan: untuk dummynya 1 mingguan, kalo udah oke, butuh waktu sekitar 2 mingguan, jadi total sekitar 3 minggu. Pilihan bahannya juga macem-macem. Jadi sebaiknya datang langsung ke tempatnya trus milih bahannya. Sekalian bawa desain labelnya, bisa pilih warna sekalian. Oya mereka bisa bikin label yang di rajut (woven) sama sablon.

Buat teman-teman yang berminat bikin label, bisa menghubungi:
Hasil Indah Gunajaya
Offset, printing, wovel label industry
Jl. Landak No. 14 Telp/Fax. (022) 7301227 - 7304995
Bandung 40262

Tuesday, April 14, 2009

Siapa Mau Kalung Batu Kalimantan Limited Edition

Akhirnya aku posting juga nih karya kalung-kalung Kalimantan ini. Padahal udah selesai dari lama. Cuma belum di potret aja. Apalagi kameraku rusak jadi nunggu kamera lain yang bisa dipake motret. Kalung ini dibuat dari batu-batu yang aku peroleh di Pasar Kebun Sayur Balikpapan, waktu ke Kalimantan, Februari lalu. Dengan menggunakan loom 3 gauge, aku merajut batu-batu ini. Dengan mengkombinasikan warna-warna ini, jadilah kalung-kalung cantik. Apalagi ada dua orang model: Theo dan Echi yang dengan sukarela menjadi model buat kalung-kalungku ini.. thanks ya girls..

Album foto kalung-kalung ini bisa dilihat disini
Yang berminat membelinya, bisa melihat keterangan harganya disini

Karya Crochet Pertamaku "Cempedak Wrislet Bag"


Akhirnya ada juga yang bisa ngajar crochet di tobucil. Dengan semangat aku mendaftar sebagai murid yang pertama.. heheheh karena belum ada murid lain selain aku. Sebenernya aku dulu banget waktu jaman SMA pernah bisa teknik crochet ini, tapi waktu itu aku belajar bener-bener penuh tekanan karena harus membuat karya untuk EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir) Praktek. Aku ingat, aku bikin syal pake benang wool warna hijau. Itupun karena aku beneran males ngerjainnya, akhirnya sebagian di selesaikan ibuku hehehhehe...

Sekarang aku tertarik belajar crochet, karena kupikir akan menarik kalo aku bisa menggabungkan knitting brayen dan crochet. Lagi pula, Dian, guru crochet di Tobucil, bikin asesoris yang lucu-lucu dan unik dari teknik crochet dan membuatku jadi tergiur untuk bisa membuatnya juga.

Karya crochet pertamaku ini aku bikin dengan perhitungan ga sengaja. Niat hati mau bikin tas tangan berbentuk setengah lingkaran, eh.. lama-lama lingkarannya mengecil dan naik ke atas jadi kaya mangkok.. heheheh.. ya sudah akhirnya aku terusin aja buat bikin 'wristlet bag' untuk tempat dompet sekaligus hp kalo males bawa tas besar. Benang yang aku pake adalah benang wool oleh-oleh dari jerman.. heheheh makanya ada komentar "keliatan bagus bukan karena tekniknya tapi karena benangnya yang bagus.." dan aku memang setuju, mengingat hasil crochet pertamaku ini masih berantakan dan ga rapi.. banyak kesalahan yang tersembunyi di balik motif benangnya...

Tapi ya untuk menghibur diri setelah ujung-ujung jadi seperti semutan dan menebal kulitnya karena terlalu semangat dan begadang selama dua hari mengcrochet dan ga bisa dihentikan, karya ini cukup lumayan lah... setidaknya menurutku sendiri.. heheheheh... (menghibur diri sendiri)..aku lagi belajar bikin bunga, kerena ada sisi benang, mau aku bikin corsase buat aksen biar ga terlalu polos.. Dan kalo di perhatiin ini tas bentuknya kaya buah cempedak hehehehe.. sengaja di bikin lonjong begini biar pas sama ukuran dompetku...

Model: neng elin..

Friday, April 10, 2009

Tempat Laptop Tanpa Jahitan Mesin

Idenya aku dapet dari sini: Design Sponge situs design favoritku. Dengan adaptasi dalam hal bahan, aku bikin dengan menggunakan kain felt dan kain flanel bergaris. aku tambahin lidah untuk menempelkan velcrow sekaligus variasi juga biar ga terlalu polos. Variasi ini bisa bikin tempat laptop ini bisa tampil dua muka. Kalau bosan dengan bagian yang coklat, bisa di balik jadi bagian yang bergaris.

Menggabungkan dua jenis bahan ini sangat mudah. Semua ga di jahit dengan mesin, tapi dengan jahit jelujur dan tusuk piston, menggunakan benang katun warna iceblue biar sekalian variasi juga.

Setelah jadi, baru deh kepikiran, kayanya bagian dasar laptop (bagian belakang) perlu di tambah busa di dalemnya, biar lebih tebel dan ga terlalu tipis. aku lagi nyoba pake bahan-bahan yang lain juga.. dengan prinsip seperti ini dan berbagai ukuran juga. Selain bisa jadi tempat laptop, prinsip pola yang sama bisa jadi tempat kamera digital juga loh.. Selain itu juga, sebenernya bisa di tambah webbing, biar si tempat laptop ini jadi lebih kuat dan bisa ditenteng juga... tunggu saja variasinya ya..

Oya, bahan baku tempat laptop ini juga bisa menggunakan selimut yang sudah tidak terpakai.. seru kan.. daripada selimutnya cuma jadi kain pel, lebih baik diberi nilai lebih dengan disulap jadi tempat laptop..

Selamat mencoba :)

Untuk lebih jelasnya foto bisa dilihat di sini: Album foto Laptop Case

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung























Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...