Thursday, February 26, 2009

Arts Under Pressure Poster

klik gambar untuk melihat lebih jelas

Ini adalah rancangan poster yang aku bikin untuk acara Obrolan sore 'Art Under Pressure' di tobucil & klabs dan di Galeri Soemardja, 6 & 7 Maret mendatang. Agak bingung mencari ilustrasi untuk poster ini.

Simbol tag ini juga muncul saat-saat terakhir, secara ga sengaja. Dan kurasa berhubungan lah dengan konteks perjuangan keragaman budaya di era globalisasi. Tag identik dengan komersialisasi, dan kurasa simbol ini cukup menggambarkan persoalan besar yang ada di buku ini.

Aku pilih warna hitam sebagai dasar dan merah untuk fontnya, karena dua warna ini identik dengan 'preassure' dan perlawanan juga. Aku beri aksen warna biru untuk mewakili harapan yang menjadi kemungkinan-kemungkinan situasi yang lebih baik.

Heheheh.. itu sedikit penjelasan yang mungkin mengada-ada untuk desainku yang ini... oya poster ini rencananya akan di print dalam ukuran A3 plus, 10 eks aja. Sisanya aku mau print post card aja...

Sunday, February 22, 2009

Kelas 'Charlie Tote Bag Bolak Balik' Di Buka Kembali


Polanya aku dapat dari situs http://www.burdastyle.com cuma sakunya (yang berfungsi sebagai dompet) aku tambahin dengan mengadaptasi totebag yang aku dapet dari 'target' di pameran Brooklyn Design tempo hari. Masang resletingnya emang agak repot kalo pake mesin jahit, makanya aku bikin sakunya dulu dan pasang resletingnya sekalian pake jahit tangan, setelah itu, baru di jahit bagian badan tasnya trus nempelin sakunya juga pake jahitan mesin.

Ya begitulah hasilnya.. tasnya bisa di bolak balik.. kalo bosen pake sisi yang kotak-kotak merah, bisa di balik pake sisi yang garis-garis biru. Selain itu, ini tas juga bisa dilipat dalam dompetnya dan jadi tas belanja atau tas tambahan pengganti kantong plastik. Praktis kan.. Kalau masih bingung bisa ikut kursusnya di tobucil, kelas baru akan dibuka kembali bulan maret tanggal 14 dan 28 Maret 2009, Pk. 10.00 - 11.30 biaya pendaftarannya Rp. 50.000/pertemuan tidak termasuk bahan. Pendaftaran bisa menghubungi Tobucil & Klabs.

Lebih jelas foto-foto Charlie Tote Bagnya bisa dilihat disini

Jadwal Klabs Tobucil Maret 2009

Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan foto untuk desain jadwal kegiatan tobucil & klabs selama tahun 2009. Penggunaan foto ini sebenernya sangat praktis dan mudah. Aku bisa menggunakan koleksi fotoku sendiri. Selain itu, pengerjaannya sangat mudah dan murah, karena aku bisa ngeprint sendiri pake printer laser.

Aku pake kertas BC (karton manila) putih, aku potong-potong ukuran A4 dan satu lembar A4 ini, bisa jadi 4 eks jadwal. Bagian foto dan bagian tulisan aku print bolak-balik setelah selesai tinggal di potong empat dengan mengunakan cutter.

Di bulan Maret ini, aku menggunakan empat foto (dua foto gendis dan dua foto sasa) dengan pose yang berbeda. Dari foto berwarna, tinggal aku convert di corel jadi foto hitam putih. Settingan di printer aku pake settingan best quality. Oya aku pake printer laserjet HP 1005. Sebenernya kalo toner yang aku pake toner original, di print dengan seting ekonomis juga udah lumayan hasilnya, tapi berhubung aku pake toner refill, jadi aku pake setting best quality, karena biasanya kualitasnya menurun kalo pake toner refill. Dengan modal 50 ribu (untuk beli karton manila) bisa menghasilkan sekitar 2000 eks jadwal ukuran 13.5 cm x10 cm dengan print bolak-balik (harga toner ga dihitung, tapi kalo pake toner refill harganya 95 ribu bisa bertahan sampai 5000 lembar)

Saturday, February 21, 2009

Robot-Robot Daur Ulang Evan a.k.a Avefun

Ngomong soal Recycle Project, rasanya ga lengkap kalo ga nyebut cowo yang satu ini. Namanya Evan Driyananda. Hobinya, mengumpulkan sampah-sampah kemasan plastik dan kaleng-kaleng, untuk disulap jadi robot-robot keren.

Proyeknya ini dia namai 'Hornuser Monster', character imagination from non organic trash. Lewat karya-karyanya Evan mengajak penikmatnya, mengalami apa yang ia sebut sebagai 'Recycle Experience'. Baginya pengalaman mendaur ulang ini lahir dari keinginan untuk membuat dan menata ulang bermacam-macam serpihan-serpihan benda yang kurang diharapkan dapat menyalurkan kemampuan bereksplorasi dari berbagai macam media yang tersedia di sekitar ruang lingkup kehidupan dan diaplikasikan menjadi beraneka macam karacter robot.

Karya robotnya pernah di pamerkan juga di acara Crafty Days 2008, selain berpameran Evan juga memberikan workshop bagi anak-anak untuk mengajak mereka mendaur ulang botol-botol plastik menjadi robot-robot menarik.

Mengenal Evan lebih dekat klik disini

Poster Crafty Days

Dua desain poster Crafty Days yang satu Crafty Days pertama tahun 2007 (sebelah kiri) dan yang satunya Crafty Days tahun 2008. Sesuai dengan tema Crafty Days 2007 'Let's Get Crafty', aku sengaja pilih gambar pinguin baris ini (aku ngambil dari internet berupa foto, trus aku trace di corel trace untuk dijadiin siluet), dengan maksud pengen ngajak orang-orang untuk mulai lagi berkerajinan tangan. Perpaduan warna hijau, orange dan coklat, putih (dari warna kertas) sesuai dengan rebranding tobucil setelah pindah ke jalan aceh yang didominasi oleh warna hijau pucuk daun, coklat dan putih. Selain itu, poster ini juga sekalian jadi flyer kegiatan tobucil dan di cetak bolak-balik sebanyak 2500 eks.

Sementara desain Crafty Days 2008, karena temanya "Recycle Attack", aku sengaja menjadikan tanda recycle itu sebagai daun-daun dari sebuah pohon yang terlihat kokoh dan subur. Aku pilih warna 'sea green' sebagai background untuk memberi kesan environment friendly yang lebih up to date dari pada penggunaan warna hijau sabagai warna latarnya. Desain CD 2008, hanya aku print 10 eks saja untuk di tempel di tempat-tempat tertentu, sisanya aku buat versi hitam putihnya, biar bisa di print sendiri. Selebihnya desain poster ini juga aku pakai untuk publikasi online. Sekarang ini, publikasi lewat facebook jauh lebih efektif daripada cetak poster.

Ngintip Karya Terbarunya Si Moel "The Mogu's"

Siapapun yang mengenal Moel, pasti jatuh kagum karena keahliannya yang bermacam-macam. Mulai dari origami, silk painting, merajut, dan sekarang si Moel sibuk membidani lahirnya keluarga besar "Mogu Sigarantang" alias 'Monster Gurita' dari klan Sigarantang.

Pemuda semester 8, jurusan Seni Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung ini, sedang menciptakan karya terbarunya "The Mogu's" untuk pameran tunggal pertamanya di Rumah Proses pada bulan Maret mendatang.

Moel menggunakan teknik pom-pom dengan menggunakan jenis benang puddle (Tipi Knitting Yarn) dengan tambahan detail dari kain felt.Prototipe "The Mogu's" pertama kali muncul di acara Crafty Days Tobucil & Klabs, Desember 2008. Saat itu, karakter Mogu yang dibuat Moel masih perlu disempurnakan secara teknik. Terutama masalah konstruksi dari rangkaian pom-pom yang membentuk kepala Mogu dan tentakel-tentakelnya. Selain sibuk berkarya, Moel juga bekerja sebagai part timer di tobucil.
(Foto by tarlen)

Kunjungi blognya Moel di http://moulers.multiply.com/

Ayo Mulai Mendesain Lagi..



Sejak mendesain poster Crafty Days, aku belum mendesain apa-apa lagi. Aku sedang memikirkan konsep desain yang cocok agenda tobucil tahun ini. Mengingat tobucil punya printer laser yang juga bisa dimanfaatkan. Aku selalu tertarik untuk menbuat desain grafis dengan konsep yang murah meriah tapi pesannya nyampe. Seperti konsep desain dua warna yang pernah aku terapkan dulu waktu menggarap agenda kegiatan common room.

Produksi publikasi bagi ruang komunitas seperti tobucil, sangat penting untuk mempertimbangkan desain yang secara produksi murah meriah dan terjangkau. Apalagi jika materi publikasi itu bisa di kerjakan sendiri. Makanya penting untuk mengetahui alat-alat apa yang kita miliki untuk cetak materi promosi (printer yang kita punya modal yang penting loh.. ), potongan-potongan kertas juga sama pentingnya, daripada beli kertas baru, potongan-potongan kertas itu juga bisa kita manfaatkan sekaligus menghemat biaya juga.

Mmm.. jadi gimana ya kira-kira gimana ya desain agenda kegiatan tobucil untuk tahun ini?

Friday, February 20, 2009

Pelangi di Sembakung Untuk Musik Sore #1

Waktu mau upload kalender acara ini di facebook, nampaknya kurang menarik kalau ga pake gambar/ilustrasi untuk kegiatannya. Karena ga cukup santai untuk memilih-milih foto apa yang cocok untuk kugunakan, akhirnya pilihan kilat ini jatuh pada foto Pelangi di Sembakung yang aku ambil di tengah riset lapanganku di Desa Atap, Sembakung, Kaltim. Bagiku, foto ini cukup mewakili gambaran suasana musik sore yang kami harapkan di tobucil nanti.

Lagi pula, sulit sekali bertemu pelangi di Bandung. Makanya aku sangat beruntung bisa bertemu dengan nya dua kali selama di Sembakung. Cahaya sore yang jatuh di wilayah KBK (Kawasan Budidaya Kehutanan) Sembakung, saat foto ini di ambil masih melekat kuat dalam benakku. Sore sehabis hujan, langit belum juga kembali biru cerah, namun cahaya keemasan matahari sore, menyeruak di antara langit kelabu dan jatuh menyinari hutan dengan semburat pelangi di atas warna kelabu langit. Aku memotretnya dari jarak yang cukup jauh dengan menggunakan perbesaran 15x. Kamera Sony Cybershot DSC-H10ku itu, sejauh ini hasilnya sangat memuaskan. Aku senang dengan warna yang ditangkapnya.

Floppy Disk Block Note

Sekembalinya dari pedalaman Kalimantan, hal yang paling kurindukan adalah 'crafting'. Kerinduan itu akhirnya kulampiaskan pada disket-disket bekas yang sudah tertumpuk lama di meja kerjaku.

Kesukaanku pada note book, membuatku memutuskan untuk menjadikan disket-disket itu sebagai block note saku dan disket-disket itu jadi covernya. Dengan metode simple sewing book binding yang pernah di ajarkan Julie di workshop Etsy Lab tahun 2008 lalu, akhirnya disket-disket ini menemukan fungsi barunya. Tautan

Selain memanfaatkan disket bekas, aku juga memanfaatkan flyer-flyer undangan pameran yang tertumpuk di tobucil. Biasanya flyer-flyer itu di bikin dengan kertas yang cukup tebal sekitar 210 gr dengan desain yang menarik. Ketika dimanfaatkan sebagai cover, grafisnya dari bekas flyer itu, bisa memberi nilai tambah buat si floppy disk block note.

Cara pembuatannya bisa di lihat blog: crafty day

Nama Baru Untuk Semangat Lama


Awalnya, blog ini aku beri nama "vitarlenology health club", blog yang tadinya khusus menyalurkan kegemaranku terhadap grafis dan handmade project. Maksudnya untuk menyimpan porto folio karyaku. Kenyataannya, malah membuat blog ini kurang spontan dan membuatku malas mengupdatenya.

Setelah kembali dari pedalaman Kalimantan, aku berjanji pada diriku sendiri, untuk memperbaharui blogku yang satu ini dan lebih rajin mengupdatenya. Pertama-tama, adalah dengan menganti nama blog ini dengan nama yang lebih mudah di mengerti namanya. Aku memang berniat membuat label dengan judul: "design by vitarlenology, 100 % handmade in bandung". Setelah di rasa-rasa, dari sekian banyak hal yang membuatku menjadi minatku art, craft dan desain menduduki peringkat pertama. Bagiku, craft selalu memberiku semangat baru dalam bereksplorasi dan mengasah rasa seni dan kemampuan mendesain sesuatu dari barang-barang/bahan-bahan sederhana yang kutemukan dalam keseharianku. Karena itu bagiku seni+desain+craft adalah cara untuk mengalami kebaruan-kebaruan dalam hidup.

so let's get crafty...:)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...