Skip to main content

Masak Memasak Bersama Akum dan Gendis

Program liburan singkat bersama Akum dan Gendis. Pertama adalah membuat Bola-bola coklat. Menu ini sengaja aku pilih biar Gendis yang baru kelas 2 SD bisa dengan mudah membuatnya. Kedua adalah spaghetti corned. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada, aku dan akum berimprovisasi untuk membuat spaghetti yang kami santap untuk makan malam.

Bola-Bola Coklat

Bahan yang dibutuhkan:
1 pak Biskuit marie atau bisa biskuit apapun. Lebih enak yang mengandung susu.
1 bks (220 gr) susu kental manis rasa coklat
1 bks meses coklat warna warni

Caranya:
Hancurkan biskuit bisa dengan memarutnya atau menumbuknya. Tidak perlu terlalu halus.
Taruh di mangkuk. Kemudian siram dengan susu kental manis sampai bercampur dan biskuit bisa di bentuk bulat-bulat seperti bakso. Setelah itu, lumuri bola-bola biskuit ini dengan susu kental manis dan guling-gulingkan di atas meses coklat warna warni. Setelah itu simpan terlebih dahulu di lemari es kurang lebih 15 menit. Setelah itu bola-bola coklat siap di hidangkan. Mudahkan.

Spaghetti Corned

Bahan yang dibutuhkan:
1 pak spaghetti
1 kaleng corned beef
Pasta tomat atau saus spaghetti
bawang putih, bawang bombay (atau bisa salah satu)
garam
merica
minyak goreng / olive oil jika ada

Cara membuatnya:
Panaskan air sampai mendidih dalam panci sedang, kemudian masukan 2 sendok minyak ke dalam air mendidih. Kemudian masukan spaghetti ke dalamnya. Rebus hingga empuk, setelah itu angkat dan tiriskan.

Sausnya: Siapkan wajan, tumis bawang bombay dan bawang putih. Masukan saus spaghetti/ pasta tomat kira-kira 3 sendok makan. Setelah itu masukkan corned dan aduk-aduk bersama saus. Tambahkan merica dan garam secukupnya, aduk sampai matang.

Cara menyajikannya: bisa disajikan secara terpisah. Spaghetti lalu disiram dengan saus cornednya. Atau bisa juga di aduk jadi satu antara spaghetti dan saus cornednya.

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.