Skip to main content

Joni K is Back

Berita menyenangkan datang di pagi hari. Sony Service yang di jalan Soekarno Hatta, telpon aku, ngasih tau kalo si Joni K (kamera Sony Cybershot DSCH-10) ku saudah selesai diperbaiki. Senanggggggg!!!!!! setelah berbulan-bulan rusak dan ga bisa dipake, akhirnya si Joni K bisa di pake lagi.. biaya perbaikannya juga ga mahal, 150 rb. Aku sempet hopeless dan hampir-hampir memutuskan membeli kamera baru yang speknya di bawah Joni K (karena mahal), karena tempat service Sony yang di jalan Gatot Subroto Bandung, tidak memecahkan masalahku sama sekali. Malah nyuruh aku ganti lensa harganya 2.5 jt (yang bener aja!!!). Waktu itu aku ga tau kalo di Jl. Soekarno Hatta juga ternyata ada Service Sony. Baru tau pas sebelum lebaran, buka-buka website Sony Indonesia yang sudah di update dengan produk2 baru dan daftar alamat service juga. Akhirnya Joni K bisa sembuh kembali... :)

Joni K itu kamera kesayanganku dan bersejarah, karena aku beli dia untuk motret konsernya Pearl Jam di Madison Square Garden, Juni 2008 yang lalu. Zoomnya bisa sampai 20x dan hasinya juga cukup memuaskan. Selain itu, si Joni K ukurannya pas dan hasilnya lumayan banget. Di Sembakung aku motret bulan purnama dan pelangi dengan hasil yang oke banget.

Joni K, senangnya hatiku bisa membekukan moment bersamamu.. jadi semangat foto-foto lagi.. Oya, gadgetku itu aku kasih nama Joni semuanya. Ada Joni i alias ibook G4ku yang yang umurnya bentar lagi 5 tahun dan selalu setia menemaniku. Meski sudah ganti batere 3 kali dan charger 2 kali. Joni i masih sangat bisa memenuhi kebutuhanku. Emang aku bercita-cita beli imac untuk kepentingan desain biar lebih besar juga layarnya dan si joni i kerjanya jadi ga terlalu berat juga. Ada juga Joni F, alias Joni Flashdisk heheheheh... 4 giga lumayan lah buat mindah-mindahin hasil bajakan lagu.

Horeee The Joni's trio bersatu lagi.. :)
Oya, foto-foto hasil jepretan Joni K bisa di ihat di album flikrku

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.