Monday, July 27, 2009

Tukang Sablon dan Sablonannya

Hobi baru yang sedang aku geluti sekarang adalah nyablon. Sebenernya udah dari dulu pengen nyoba nyablon, tapi baru kesampean sekarang. Seneng aja bisa memindahkan gambar-gambar di kain dan kemudian menjahitnya jadi tas atau yang lain-lain..

Berikut ini aku tulis beberapa tips untuk penyablon pemula yang kutulis buat blog tobucil:
1. Pilihlah gambar yang tidak membutuhkan akurasi tinggi. Artinya jika nyablonnya masih belepotan pun, hasilnya ga keliatan gagal. Gambar-gambar sketsa atau outline, cocok tuh untuk latihan awal. Jangan memakai gambar yang ngeblock. Gambar seperti itu membutuhkan ketepatan dan warna yang merata dalam membesutnya.
2. Setelah menemukan gambar yang cocok, cetak gambar tersebut di kertas kalkir dan tidak perlu di ubah dalam posisi mirror ketika mengecetaknya. Jika kamu memiliki printer laser, kamu bisa mencetaknya sendiri untuk menghemat biaya. Kamu tinggal beli kalkir ukuran A4. Jangan di cetak memakai printer Deskjet biasa, karena tinta yang menempel tidak akan menghasilkan warna yang pekat.
3. Setelah itu barulah pergi ke tempat cetak screen sablon. Tanyakan ukuran dan screen macam apa yang cocok, apakah kamu mau nyablon di atas kain atau kertas, itu akan membedakan jenis screen yang dipergunakan. Kamu bisa datang ke PD. Warna Aseli Jl. Otista No. 34 Bandung (dekat Stasiun dari arah pintu Selatan). Atau Lucas Jl. Astana Anyar Bandung. Sekalian juga beli alat untuk membesutnya yang disebut rakel.
4. Pilih tinta dengan jenis pigment karena untuk pemula akan lebih mudah menyablonnya dan juga mudah membersihkannya. Pilihlah pewarna yang waterbase atau bisa di bersihkan dengan menggunakan air. Jangan yang oilbase karena lebih membahayakan lingkungan.
5. Jangan lupa untuk segera mencuci screen setelah di pergunakan, biar pori-porinya tidak tertutup tinta yang mengering. Cuci dengan menggunakan sponge atau potongan kain. Jangan disikat terlalu keras karena itu bisa merusak gambar. Untuk mengetahui screen yang kamu cuci sudah cukup bersih atau belum, kamu bisa mengarahkan screen kamu ke cahaya (lampu atau matahari). Pastikan bahwa tidak ada bekas tinda yang menempel pada pori-pori gambar. Akan lebih mudah untuk kamu, menyablon dekat kamar mandi atau bak cuci. Setelah screen di cuci, keringkan dan setelah kering kamu bisa memakainya kembali.
6. Simpan screen di tempat yang kering dan aman biar tidak sobek atau tertimpa benda-benda lain.
Selamat menyablon..:)

3 comments:

My Blogger... said...

informasi yang bagus,hebat sekolah sablon ya..

Dindie said...

hal yang paling tidak menyenangkan ketika menyablon adalah cuci screen hihihihi.

bee wee said...

pengen blajar nyablonnn... makasih infonya....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...