Skip to main content

Vitamin A[rt] Vol. 1 - 05.09 : Vitamin Erik + Vitamin Akbar


"Vitamin A[rt] Meningkatkan kemampuan apresiasi dan imajinasi sejak dini"

Vitamin A adalah program baru di tobucil & klabs bersama ResArt yang merupakan presentasi karya-karya seniman, desainer, arsitek, musisi, programer, ilustrator, handmade artist, crafter, yang memiliki karakter dan cita rasa seni, kepada khalayak
umum.

Presentasi ini dimaksudkan untuk membangun dialog dan jembatan antara kreator dan audienceny dan membangun kemampuan saling mengapresiasi satu sama lain.

Presenter perdana kali ini adalah dua orang seniman muda yang sangat berbakat: Erik Pauh Rihzi dan Muhamad Akbar. Erik Pauh Rihzi perupa lulusan FSRD ITB yang akan melanjutkan studinya di Jerman. Sebelum meninggalkan Indonesia, Erik akan berbagi cerita tentang karya terbarunya dan cerita di balik itu. Muhamad Akbar perupa lulusan UPI Bandung yang aktif berkarya baik visual maupun audio. Pengalamananya malang melintang di komunitas memberikan kekayaan pengalaman artistik dalam prosesnya berkarya. Selain mengerjakan proyek-proyek desain, Akbar juga dikenal sebagai musisi eksperimental yang tergabung di open labs dan video lab.

Waktu: Minggu, 31 Mei 2009
Pk. 18.30.00 - 20.30 WIB
tempat di Tobucil & Klabs
Jl Aceh No. 56 Bandung

Dapatkan Vitaminnya, gratis dan terbuka untuk umum.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Tobucil & klabs dan resArt.

restART adalah komunitas beranggotakan 5 perupa muda lulusan FSRD ITB, dibentuk pada tahun 2005, berdasarkan kesamaan dalam pemilihan bahasa estetik dalam karya mereka, yakni PARODI.

-----

By the way, aku bikin badge untuk acara ini buat kepentingan publikasi event di facebook. Hanya permainan font dan warna aja.

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.