Skip to main content

On The Way to Heaven

Lucu juga akhirnya aku berkarya untuk pameran seni rupa untuk mengenang Andry Mochamad "Deer Andry", 22 Mei 2009 di Ruang Rupa, Jakarta. Andry lahir di Bandung 1977 dan meninggal tahun 2008 lalu karena sakit. Selama hidupnya Andry dikenal sebagai lewat karya-karya video, instalasi dan grafisnya, dan pernah dipamerkan di dalam maupun luar negeri. Pernah aktif bersama teman-temannya mengelola ruang alternatif bernama IF Venue. Andry yang alumni Seni Rupa UPI Bandung ini, sempat bekerja sebagai desainer grafis untuk majalah RIPPLE, sebuah label clothing dan pusat kebudayaan Perancis Bandung.

Pameran ini merupakan inisiatif Herra Pahlasari dari S-14 dan teman-teman Andry lainnya untuk mengenang wafatnya Andry. Mengingat Andry sangat menyukai figur rusa, maka semua seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini membuat karya dengan merespon figur rusa. 164 seniman berpartisipasi dalam pameran Deer Andry yang juga di selenggarakan di Bandung dan Yogjakarta.

Karya ini aku kasih judul 'On The Way to Heaven' . Awalnya karya yang mau aku bikin ga begini konsepnya. Pake foto di print di kanvas. Tapi tiba-tiba waktu mengcrochet bunga-bunga seperti ini dari benang CB, tiba-tiba aku inget sama kain bermotif awan ini. Selain itu juga karena bu hera sudah menagih-nagih juga karyanya. Maka jadilah karya ini. Dikerjakan dalam waktu yang cukup cepat. Ukurannya 21x21 cm. Oya, aku sengaja bikin tali dan benang beruntai gitu.. biar ada kesan itu bunga pada terbang ke langit.. dan rusanya sengaja aku pilih yang lagi nengo ke belakang.. seolah-olah Andry sedang melihat kembali apa yang sedang dilakukan teman-temannya dalam perjalanannya menuju surga. Finishing karya ini adalah frame yang ukurannya pas banget dan tinggal satu yang aku dapetin di Jonas Photo. Rasanya cukup lega.. kesampean juga nih pameran, walaupun ini pameran rame-rame.. tapi cukup memberi semangat berkarya. Setelah ini aku siap-siap lagi bikin karya untuk "Junk Collector" di pameran ini aku mau bikin chandelier dari botol aqua bekas..

Comments

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.