Skip to main content

Kalender Handmade 15 Tahun yang Lalu


Tak sengaja, membongkar isi 'besek' bali tempat menyimpan macem-macem, eh menemukan kalender ini. sebuah kalender yang kubuat dengan tangan waktu aku duduk di semester terakhir SMA. Waktu itu daripada ngerjain latihan soal-soal UMPTN, aku lebih memilih, bikin-bikin yang begini ini.

Kalender ini terbuat dari bahan kertas kalkir dan aku gambarin secara manual pake rapido dan setelah 15 tahun warnyanya sungguh tak berubah. Hanya kalkirnya saja yang menguning. Ujung-ujungnya aku tempelin potongan matras karet yang aku temukan di gudang bapakku dulu (dia selalu menyimpan benda-benda ga jelas untuk hobi montirnya dan diam-diam aku ambil..)

Si kalender ini aku jual juga loh.. hehehe dari SMA aku emang udah nyari duit sendiri dengan berjualan kartu nama handmade, kartu-kartu, kalender macam ini dengan gambar hitam putih karena senjata andalanku adalah rapido aneka ukuran. Waktu itu aku udah menggunakan merek dagang (halahhh.. heheheh..) 'Kiddo the lion'. Si Kiddo ini sebenernya nama kucing kesayangan kami, terutama bapakku. Waktu bapak meninggal, ga lama kemudian si Kiddo menghilang dan ga pernah kembali lagi. Orang-orang bilang, kucing kalo majikan kesayangannya mati, suka ikut mati juga..

Seru juga menemukan kembali kalender ini, mengingatkan perjalanan berkaryaku yang udah dari lama..trus gambarnya masih ala kadarnya gini heheheh...

Comments

blogojan said…
wahwah... jadi pengen bikin kalender begituan.. udah nyampe bulan may aku malah gak punya kalender .. cuma ada di hape sama kompi doank.. wkwkw :)

inspiring!
Chezvies said…
WOW...that's really cool!!...
Unknown said…
bikin jan.. dari mei ke mei ga papa.. gambar kamu kan keren.. :)
blogojan said…
ok ok.. akan saya coba.. hehehe :) boleh juga tuh.. dari mei ke mei.. wkwkwk :))
pengen bikin juga jadinya,,,
buat 2011 aja kali ya? hehe

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto , tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah.. Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih). 1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran k

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan. Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru. Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris. Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja. Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.  1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus. 2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membun