Skip to main content

Buku Kotak-Kotak John Leguizamo (Edisi Percobaan)























Ini adalah edisi percobaan dari 'In somebody's mind' series yang akan aku bikin. Series ini akan jadi series desain buku orat-oret yang isinya bisa buku kotak-kotak, buku bergaris atau juga blank note halaman kosong, tapi covernya akan menampilkan foto aktor-aktor favoritku heheheh... (tentu saja Johnny Depp dan Daniel Day Lewis termasuk juga). Aku akan memaksimalkan teknik xerografi alias fotocopy dalam pembuatan seri ini, tentunya dengan memanfaatkan printer laser yang ada di tobucil.

Di buku John Leguizamo ini, aku pake kerta korea warna, covernya juga. Tapi aku merasa untuk cover terlalu tipis. aku lagi mikirin enaknya pake kertas kaya gimana.. (mmm.. tiba-tiba terpikir kertas linen meteran yang ada di tobucil.. tapi aku harus nyoba dulu bisa ga ya di print..). Di bagian cover dalam, aku memasang motif India yang aku dapet dari CD buku Indian Pattern. Lucunya sih di dalem ada lagi lagi foto-foto atau kolase si John.. biar grafisnya berkesinambungan. Selain itu, sepertinya aku akan membuat ukurannya lebih kecil. Dari edisi percobaan ini, jadi ketauan deh kekurangannya dimana. Untuk jilidnya aku pake teknik simple sew book binding dengan benang rami katun mix yang ada di tobucil.. harusnya itu benang di kasih wax dulu biar kuat..

Oya, edisi percobaan ini aku kirimkan untuk Elida temanku.. aku bikin amplopnya dari cover buku John Leguizamo juga..

Comments

Evitasdesign said…
perkembangan desain grafis maju dengan cepat, dengan teknologi mesin cetak yang sangat mutahir.
industri desain grafis seperti desain cover, desain brosur, dan jasa desain kayanya akan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun kemarin.

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.