Skip to main content

'Sushi Wristlet Mini Bag' dari Gang Tamim


Aku menemukan model tas ini di sebuah grup di Flickr yang aku ikuti. Nama grupnya U-Handbag Handmade Handbags & Purses-All, modelnya yang unik, bikin aku langsung pengen mencobanya. Setelah belanja kain di gang Tamim, segera kuputuskan untuk membuat Sushi Wristlet dengan macam-macam kain yang aku punya. Dari pola aslinya, ada yang aku modifikasi sedikit bagian atasnya, biar kalo talinya di silangkan (dikunci), terlihat lebih rapi. Selain itu modifikasi dari contoh yang kutemukan adalah aku membuatnya dalam format bolak-balik. Caranya dengan memakai dua jenis kain yang berbeda. Jadinya dalam satu tas bisa dapat dua penampilan yang berbeda. Konsepnya sama dengan Charlie totebag bolak-balik yang aku buat sebelumnya.

Setelah aku posting di multiply, aku langsung dapet banyak pesenan hehehe.. malah kamarkarma, salah satu onlinestore di multiply, langsung menawariku untuk menitipkan karyaku ini di toko mereka :) cuma aku udah bilang sih kalo aku akan mulai menjahit lagi di akhir bulan, setelah selesai workshop draft laporan penelitian yang pertama.. Hehehe.. di tengah-tengah deadline laporan aku malah sibuk bikin si Sushi Wristlet ini... abisnya lebih menyenangkan sih.. bertemu kain dan mesin jahit bagiku selalu menimbulkan semangat berkarya..

Sushi Wristlet Mini Bag (SWMB) ini, bisa dipakai untuk tempat hand phone. Terutama bagi para pemakai smart phone semacam Blackberry and the gank, SWMB ini cocok loh buat dompetnya.. :D

Foto-foto Sushi Wrislet karyaku bisa dilihat di sini.
Model Sundea

Comments

diani. said…
bagusnyaaaaa :D
vitarlenology said…
hai hai... thanks udah berkunjung ke blogku.. :)

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.