Skip to main content

Floppy Disk Block Note

Sekembalinya dari pedalaman Kalimantan, hal yang paling kurindukan adalah 'crafting'. Kerinduan itu akhirnya kulampiaskan pada disket-disket bekas yang sudah tertumpuk lama di meja kerjaku.

Kesukaanku pada note book, membuatku memutuskan untuk menjadikan disket-disket itu sebagai block note saku dan disket-disket itu jadi covernya. Dengan metode simple sewing book binding yang pernah di ajarkan Julie di workshop Etsy Lab tahun 2008 lalu, akhirnya disket-disket ini menemukan fungsi barunya. Tautan

Selain memanfaatkan disket bekas, aku juga memanfaatkan flyer-flyer undangan pameran yang tertumpuk di tobucil. Biasanya flyer-flyer itu di bikin dengan kertas yang cukup tebal sekitar 210 gr dengan desain yang menarik. Ketika dimanfaatkan sebagai cover, grafisnya dari bekas flyer itu, bisa memberi nilai tambah buat si floppy disk block note.

Cara pembuatannya bisa di lihat blog: crafty day

Comments

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto , tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah.. Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih). 1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran k

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan. Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru. Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris. Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja. Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.  1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus. 2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membun