Thursday, December 31, 2009

Pengalaman Produksi Skala Pabrikan


Sebelum menutup tahun 2009, ada pengalaman berharga yang perlu kutulis dalam hubungannya dengan produksi barang handmade. Tanggal 11 Desember 2009 lalu, sahabatku R.E. Hartanto menikah dengan Fini Kania. Ia mempercayakan penggarapan souvenir pernikahannya padaku. Tanto memintaku membuat totebag polos dari kain blacu sebanyak 750 pcs. Produksi sebanyak ini sebenernya baru pertama kali aku lakukan.

Satu jam sebelum resepsi pernikahan dimulai, souvenir ini baru selesai dan diantarkan ke tempat resepsi. Tanto sih santai aja, karena dia percaya aku pasti bisa menyelesaikannya. Namun bagiku ini adalah perhitungan waktu yang mepet dan ceroboh. Beberapa catatan kecerobohanku dalam perhitungan produksi sebanyak 750 pcs.
  1. Aku menghitung 10 hari produksi terhitung mulai tanggal 1 Desember sampai 10 Desember 2009. Aku tidak memberi mengalokasikan waktu cadangan untuk produksi, jaga-jaga kalau ada sesuatu terjadi. Jadi seharusnya aku mengalokasikan waktu 20 hari produksi paling cepat.
  2. Aku menganggap bahwa untuk produksi sebanyak 750 pcs, bisa dikerjakan dengan menggunakan mesin jahit rumahan dan hanya dibantu oleh tetanggaku saja yang belakangan aku baru tau, dia menjahit dengan menggunakan mesin jahit manual tanpa dinamo. Kapasitas maksimal sehari yang bisa dia kerjakan selama 8 jam adalah 65 tas saja (tanpa pasang tali). Sementara aku ltidak menghitung bahwa mesin rumah punya kapasitas produksi maksimal, lewat dari itu dinamo bisa jebol atau mesin mengalami kerusakan. Dan itulah yang terjadi. Mesin jahit brotherku berubah setelan giginya dan mesin jahit singer tahun 1977 punya Danu yang aku gunakan sebagai back up, jebol dinamonya. Jadi aku perlu mengganti dinamo baru dan menservice mesin brotherku. Untuk produksi di atas 300 pcs, sebaiknya menggunakan mesin jahit pabrik, seperti yamagata yang bisa heavy duty. 
  3. Dalam memotong bahan lebih baik di ukur dengan lebih akurat, untuk menghindari kekurangan bahan di perhitungan terakhir. 
  4. Jika akan melibatkan lebih dari satu tukang jahit tambahan, sebaiknya cek dulu standar kualitas jahitan masing-masing, biar kualitas produknya bisa terjaga. 
  5. Beri tambahan waktu mengemas minimal 2 hari.
Dari proses ini, aku bener-bener dapat pelajaran berharga jika nanti harus memproduksi di atas 500 pcs untuk 1 jenis item. Emang sih, produksi sebanyak ini, perlakuannya bukan lagi perlakukan produksi handmade biasa, tapi udah perlakukan pabrik, jadi perhitungan produksinya juga sebaiknya perhitungan pabrikan.

Saturday, December 26, 2009

Pearl Jam Note Book



Ini adalah notebook yang aku buat khusus untuk acara gathering milis Pearl Jam Indonesia di Tobucil, hari minggu besok (27 Desember 2009). Foto-foto konser Pearl Jam di Madison Square Garden, NYC, 24-25 Juni 2008. Aku pilih 4 dari sekitar 700 frame jepretanku. Foto-foto itu aku print laser color di atas kertas cougar (aku suka teksturnya dan bagaimana warnanya jadi keliatan lebih solid di atas kertas ini, trus isinya dari kertas hvs 80 gd aku jilid pake simple book binding aja. Sebenernya juga yang seru adalah ujung notebooknya aku bikin lengkung dengan menggunakan rounded corner punch, jadinya meski simple, ini notebook keliatan beda loh.. :D
Bisa di dapat di tobucil & klabs.

Agus Suwage Journal




Agus Suwage memperbolehkan aku menggunakan karya-karyanya untuk di bikin merchandise. Yang pertama aku bikin tentu saja notebook. Ada delapan karya yang aku jadiin cover notebook dari seri karyanya The Times There are Changing. Aku bikin dengan jilid ring tapi desain covernya bisa menutupi jilid ringnya. Model cover seperti itu, aku adaptasi dari notebook yang pernah aku dapat di Kuala Lumpur. Aku lagi nyiapin merchandise dari karyanya yang lain. Sebenernya aku udah bikin pin dan magnet juga.. tapi masih perlu di sempurnakan lagi.. notebook bisa di dapat kan di:

Bandung: Tobucil & Klabs, Cendramata Selasar Sunaryo, Omuniuum, Rumah Buku
Jakarta: Kamar Karma



Diary Batik Garut



Setelah mengalami kemalasan mengupdate blog ini, resolusi akhir tahun adalah kembali rajin-rajin mengupdatenya .. :D Akhir tahun aku kembali membuat Diary Batik. Kali ini aku memanfaatkan lima corak batik garut yang aku punya. Aku suka batik garut ini karena motif dan warnanya lebih ceria. Diary batik yang aku bikin ini, menggunakan teknik block lem binding. Isinya ada yang warna-warni memanfaatkan kertas korea dan satu lagi yang polos dengan menggunakan kertas hvs 100 gr. Diary-diary ini aku kirim untuk Kamar Karma di Jakarta, tapi kalau mau nyari di tobucil & klabs juga ada.. :D


Tuesday, November 24, 2009

Menemukan 'Polaroid'


Sore tadi, Wiku dengan girangnya memberitahukan sebuah situs bernama http://rollip.com. Pas di coba.. aw.. aw.. aw... langsung ketagihan. Apalagi kalo bukan mengubah foto-foto normal jadi berefek dan berformat polaroid. Mengingat salah satu keinginanku adalah membeli kamera ini, tapi berhubung filmnya mahal dan jarang, jadinya keinginan tinggal lah keinginan meski tetep diinginkan.. hehehehe.. Rollip bener-bener bikin aku ga bisa berhenti..

 
 
 
 

Foto by vitarlenology. Kecuali DJava String Quartet, foto dokumentasi DJava String Quartet
Polaroid effect by www.rollip.com


Tuesday, October 20, 2009

Pilih Yang Mana?

Logo untuk penerbitan yang akan dibikin tobucil & klabs.. namanya 'pikiran kecil'. Penerbitan ini rencananya akan menerbitkan pemikiran-pemikiran yang terbangun di tobucil. Kenapa logonya aku pilih burung hantu, karena burung hantu kan simbol pengetahuan.  Trus lingkaran bulet itu ceritanya bulan purnama. Burung hantunya juga aku bikin warna-warni, karena pemikiran-pemikiran alternatif itu tidak harus selalu 'murung' dan menyeramkan. Dia bisa sangat akrab dan hangat. Nantikan saja terbitan-terbitan 'pikiran kecil'.

Saturday, October 17, 2009

Types Are Fun Exhibition

TautanAda yang tertinggal. Sebelum ke Jogja, tanggal 11 Oktober 2009 yang lalu ada pameran 'Types are Fun' yang diselenggarakan oleh majalah Still Loving Youth UNKL 347. Pameran font kreasi dari anak-anak SD dan beberapa desainer. Tiga crafter dari tobucil ikut juga di pameran ini.

TautanKnitting font karya Palupi (instruktur merajut di Tobucil), sebelahnya Crocheting font karya Dian Rinjani (instruktur merenda/crochet di Tobucil). Dua karya karya yang dibikin dengan teknik berbeda.

A to Z Humori (Humor Origami) karya Moelyana. Origami modular yang dibentuk menjadi huruf-huruf A sampai Z.

Thursday, October 15, 2009

Masak Memasak Bersama Akum dan Gendis

Program liburan singkat bersama Akum dan Gendis. Pertama adalah membuat Bola-bola coklat. Menu ini sengaja aku pilih biar Gendis yang baru kelas 2 SD bisa dengan mudah membuatnya. Kedua adalah spaghetti corned. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada, aku dan akum berimprovisasi untuk membuat spaghetti yang kami santap untuk makan malam.

Bola-Bola Coklat

Bahan yang dibutuhkan:
1 pak Biskuit marie atau bisa biskuit apapun. Lebih enak yang mengandung susu.
1 bks (220 gr) susu kental manis rasa coklat
1 bks meses coklat warna warni

Caranya:
Hancurkan biskuit bisa dengan memarutnya atau menumbuknya. Tidak perlu terlalu halus.
Taruh di mangkuk. Kemudian siram dengan susu kental manis sampai bercampur dan biskuit bisa di bentuk bulat-bulat seperti bakso. Setelah itu, lumuri bola-bola biskuit ini dengan susu kental manis dan guling-gulingkan di atas meses coklat warna warni. Setelah itu simpan terlebih dahulu di lemari es kurang lebih 15 menit. Setelah itu bola-bola coklat siap di hidangkan. Mudahkan.

Spaghetti Corned

Bahan yang dibutuhkan:
1 pak spaghetti
1 kaleng corned beef
Pasta tomat atau saus spaghetti
bawang putih, bawang bombay (atau bisa salah satu)
garam
merica
minyak goreng / olive oil jika ada

Cara membuatnya:
Panaskan air sampai mendidih dalam panci sedang, kemudian masukan 2 sendok minyak ke dalam air mendidih. Kemudian masukan spaghetti ke dalamnya. Rebus hingga empuk, setelah itu angkat dan tiriskan.

Sausnya: Siapkan wajan, tumis bawang bombay dan bawang putih. Masukan saus spaghetti/ pasta tomat kira-kira 3 sendok makan. Setelah itu masukkan corned dan aduk-aduk bersama saus. Tambahkan merica dan garam secukupnya, aduk sampai matang.

Cara menyajikannya: bisa disajikan secara terpisah. Spaghetti lalu disiram dengan saus cornednya. Atau bisa juga di aduk jadi satu antara spaghetti dan saus cornednya.

Tuesday, October 13, 2009

Belajar "Simple Sewn Book Binding"

18 Juni 2008, Etsy Class, Gold St 325 Brooklyn

Dari postingan lama di multiply: Ikutan kelas Book Binding dengan metode simple sewn.. aku belum pernah nyobain metode ini sebelumnya... seru aja ..jadi bisa teknik baru dan punya alat-alatnya juga.. meski ada beberapa yang aku lupa beli.. dan kalap liat kertas-kertas bagus.. duhhhh... ga sabar untuk memproduksi diary lagi.. aku jadi inget langganan tukang potong kertas di sudirman...

oya beberapa cara dan step by stepnya bisa di donlot disini: http://www.booklyn.org/education/000240.php
foto lengkapnya bisa dilihat di album flickrku.

Tuesday, October 6, 2009

Nemu Kertas Amy Butler di Cascade Bandung

Sebenernya dah lama di kasih tau kalau di Cascade, salah satu Factory Outlet di Bandung itu, ada perlengkapan scrap booking. Hanya saja, baru kemarin aku menyempatkan diri untuk menengok isinya apa aja. Cukup surprise karena ternyata aku nemu kertasnya Amy Butler di situ. Ga terlalu mahal selembar 30 x 30 cm harganya rp. 7500. Banyak juga kertas-kertas import lain bercorak di situ. Seru, bisa buat variasi kertas kalo bikin diary handmade. Liat kertas-kertas lucu-lucu itu, jadi pengen buru-beru beli printer laser color dan bikin kertas sendiri.

Oya tempat perlengkapan scrap booking ini ada di
Cascade, Lt. 3
Jl. Riau No, 65 Bandung telp. 022 4267707

Barang yang bisa di dapat:
Macam-macam kertas impor bercorak stiker, frame, punch (pembolong kertas) aneka bentuk, album scrap book. Lebih jelas foto2 scrapbook supplies ada di sini.


Monday, October 5, 2009

Tobucil's Handmade Corner


Nah. Ini adalah cita-citaku yang akhirnya kesampean: bikin sudut untuk mendisplay barang-barang handmade kreasiku dan orang-orang yang menitipkan barang buatannya sendiri di tobucil.

Dengan pindahnya meja kerjaku ke ruang benang, tobucil jadi punya sudut tambahan untuk mendisplay. Sempet kepikiran untuk bikin rak seperti rak buku yang di pake tobucil sekarang, tapi bikinnya agak repot karena harus mengandalkan orang lain yang belum tentu bisa sesuai dengan keinginan.

Akhirnya aku memutuskan memakai rak dari Ace Hardware. Gampang masangnya dan sangat-sangat fleksibel. Untuk 5 rak dan besi-besi penyangganya, menghabiskan budget rp. 320rb.. Lumayankan ga terlalu mahal. Aku masang dibantu Moel.

Corner ini memang masih terus di tata.. dan yang paling penting menunggu untuk di isi barang baru juga...

Ayo-ayo siapa yang punya barang, boleh titip jual di tobucil loh.. konsinyasi aja 20 % dari setiap barang yang terjual. Di tunggu ya... :)


Joni K is Back

Berita menyenangkan datang di pagi hari. Sony Service yang di jalan Soekarno Hatta, telpon aku, ngasih tau kalo si Joni K (kamera Sony Cybershot DSCH-10) ku saudah selesai diperbaiki. Senanggggggg!!!!!! setelah berbulan-bulan rusak dan ga bisa dipake, akhirnya si Joni K bisa di pake lagi.. biaya perbaikannya juga ga mahal, 150 rb. Aku sempet hopeless dan hampir-hampir memutuskan membeli kamera baru yang speknya di bawah Joni K (karena mahal), karena tempat service Sony yang di jalan Gatot Subroto Bandung, tidak memecahkan masalahku sama sekali. Malah nyuruh aku ganti lensa harganya 2.5 jt (yang bener aja!!!). Waktu itu aku ga tau kalo di Jl. Soekarno Hatta juga ternyata ada Service Sony. Baru tau pas sebelum lebaran, buka-buka website Sony Indonesia yang sudah di update dengan produk2 baru dan daftar alamat service juga. Akhirnya Joni K bisa sembuh kembali... :)

Joni K itu kamera kesayanganku dan bersejarah, karena aku beli dia untuk motret konsernya Pearl Jam di Madison Square Garden, Juni 2008 yang lalu. Zoomnya bisa sampai 20x dan hasinya juga cukup memuaskan. Selain itu, si Joni K ukurannya pas dan hasilnya lumayan banget. Di Sembakung aku motret bulan purnama dan pelangi dengan hasil yang oke banget.

Joni K, senangnya hatiku bisa membekukan moment bersamamu.. jadi semangat foto-foto lagi.. Oya, gadgetku itu aku kasih nama Joni semuanya. Ada Joni i alias ibook G4ku yang yang umurnya bentar lagi 5 tahun dan selalu setia menemaniku. Meski sudah ganti batere 3 kali dan charger 2 kali. Joni i masih sangat bisa memenuhi kebutuhanku. Emang aku bercita-cita beli imac untuk kepentingan desain biar lebih besar juga layarnya dan si joni i kerjanya jadi ga terlalu berat juga. Ada juga Joni F, alias Joni Flashdisk heheheheh... 4 giga lumayan lah buat mindah-mindahin hasil bajakan lagu.

Horeee The Joni's trio bersatu lagi.. :)
Oya, foto-foto hasil jepretan Joni K bisa di ihat di album flikrku

Wednesday, September 30, 2009

Fotoku di Schmap New York Guide


TautanWow... ! senengnya. Tiba-tiba aku di kontak oleh managing editornya Schmap Guides, Emma J. William dan bilang bahwa fotoku terpilih untuk masuk di Schmap Guide halaman New York sebagai ilustrasi acara tahunan NYC, Museum Mile Festival. Seneng aja fotoku ada yang mengapresiasi heheheh.. meski ga ada honornya loh. Emma menemukan fotoku itu di album Museum Mile Festival yang aku upload di album flickrku. Padahal foto ini, foto Museum Mile Festival tahun 2008.

Foto ini aku ambil dengan asal jepret di Rococo Copperhewit National Design Museum Manhattan, NYC. Waktu itu begitu banyak orang, jadi aku hanya punya kesempatan sebentar berdiri di tangga dan maen jeprat-jepret aja untuk mengcapture suasananya. Eh, justru yang ga sengaja ini yang malah memberi kejutan.

Pojok Baru Meja Kerjaku


Masih inget meja kerjaku yang 'papuket' ? Nah, puasa kemaren aku kepikiran untuk memindahkan ruang kerjaku ini, sehubungan dengan rencana tobucil bikin 'handmade corner' di pojokan meja kerjaku dulu. Rencana ini baru terealisasi senin kemarin, hari pertama bekerja kembali di tobucil. Aku memindahkan meja kerjaku ini ke ruang benang dan stok tobucil. Setengah ruangan yang selama ini biasa di pakai untuk menyimpan meja tv tobucil, aku tata lagi dengan lebih efisien biar mejaku bisa bersebelahan dengan meja tv. Lumayan, aku suka pojok kerjaku yang sekarang. Kerasa lebih lega dan ga papuket kaya sebelumnya. Selain itu, mejaku lebih terjaga privasinya karena ga akan keganggu sama konsumen yang liat-liat benang.

Lebih jelasnya foto-fotonya ada di album flickrku.

Kartu-kartu Cantik di Hari Raya


Oya di hari raya ini, aku dapet kiriman kartu cantik buatan teman-temanku sendiri. Satu dari Mei (bergambar batik) dan satu lagi dari Ojan (kartu pos). Aku seneng banget nerimanya.. thanks ya rasanya udah lama banget ga dapet kiriman kartu bercap pos.. jadi semangat berkirim-kirim post card.. siapa tertarik kita korespondensi lewat postcard yuk...

Monday, September 28, 2009

Handbag Payet Pertama

Salah satu yang kutemukan di lemariku adalah handbag berhias payet ini. Handbag yang kubikin dalam rangka mau ke undangan kawinan sodaraku trus sadar kalo aku ga punya tas kecil buat ke undangan kalo ga salah tahun 2005 aku bikinnya. Manyetinnya juga asal banget hanya memanfaatkan payet dan manik-manik yang ada dan ngikutin corak bunga yang udah ada di kainnya. Lumayan juga sih, sampai sekarang masih tersimpan dengan baik dan masih cukup layak untuk di pakai ke undangan. Oya kain yang kupakai untuk tas ini adalah sejenis kain sutra dari selendang cina bekas gitu yang aku dapet di pasar baju-baju handmadebekas di tegalega dulu. Lumayan sih dengan sedikit sentuhan jadi tampil beda..

Wedding Sampler

Seminggu di rumah, bikin aku bongkar-bongkar apa yang ada di rumah dan aku menemukan ini. Wedding sampler yang seharusnya untuk hadiah pernikahan temenku: Nihil Pakuril dan Reri Marina. Tapi waktu itu, weeding sampler ini belum selesai. Akhirnya malah ga jadi buat hadiah mereka. Aku bikin wedding sampler cross stitch ini tahun 2001 jadi udah 8 tahun yang lalu.. :P aku kirim aja deh nanti di ulang tahun pernikahannya Nihil.. biar telat asal ngado.. tapi kalo yang ini aku telatnya udah kelewatan..

Sunday, September 27, 2009

Keranjang Renda

Berhubung rencana berlibur ke Jawa Timur batal (karena Rama sakit dan setelah dia sembuh giliran aku yang sakit). Akhirnya seminggu di rumah diisi dengan merenda. Dengan memanfaatkan benang-benang mambo simpanan yang cuma segulung-segulung gitu, aku penasaran nyobain bikin keranjang-keranjang kecil yang hanya membutuhkan satu gulung benang saja. Aku pake jarum crochet/hakken no. 10 buat merajut ini. Sepertinya juga, untuk membuat keranjangnya lebih kaku dan kuat, dalemnya mesti di lapis kain yang juga dilapisi kain keras. Jadi ketika di pake, keranjangnya ga 'mleyat-mleyot' alias lebih ngebentuk. Lumayan sih, keranjang-keranjang kecil ini bisa bikin meja jadi lebih rapi dan terorganisir karena barang-barang kecil jadinya ga berserakan di meja.

'Needlecraft' Oleh-Oleh Dari Cik Rani

Tak ada yang menyenangkan selain hadiah dari sahabat yang sangat mengerti hobi kesukaanku. Beberapa hari setelah lebaran, aku dan cik rani janjian ketemu makan mie dan surprise... cicik kasih aku hadiah sebuah buku 'Needlecraft' ini.. duh senengnya... makasih ya cik..

Buku ini berisi 65 teknik kerajinan tangan yang kerjakan oleh jarum.. dari mulai menyulam sampai merajut. Variasinya juga cukup lumayan terutama dalam ngemix bahan baku dan menggabung-gabungkan teknik2 yang berbeda, misalnya crochet digabung sama sulaman. Seru.. mengingat aku lagi sangat tertarik sama sulam menyulam karena ngerjain vanity projectnya tanto.. buku ini menambah semangat dan inspirasi.

Saturday, September 19, 2009

Granny Bag

Libur lebaran ini, niatnya memang menyelesaikan proyek-proyek rajutan yang terlunta-lunta nasibnya.. :D salah satunya adalah tas ini. Niatnya mau bikin tote bag tapi udah keburu males. Akhirnya aku bikin 'granny bag' aja dengan menambahkan gagang kayu. Di kerjakan dengan teknik crochet dengan menggunakan jarum no. 10 dan benang rami wool yang agak kasar. Benangnya ga habis banyak kok 3 gulung saja. Dua gulung yang warna hijau dan satu gulung yang warna kuning emas. Lumayan lah buat tempat mukena buat sholat Ied Besok.. :)

Siapa Mau Hobo Tote Bag Bolak Balik?




Siapa mau hobo tote bag bolak balik? dateng aja ke Kamar Karma alamatnya ada di sini.
Edisi terbatas. IDR 100.000 Jangan sampai kehabisan ya.. :)

Friday, September 18, 2009

Siapa Mau Simple Binding Notebook?




Siapa mau simple binding notebook ini? dateng aja ke Kamar Karma alamatnya ada di sini.
Edisi terbatas. IDR 40.000 Jangan sampai kehabisan ya.. :)

Ukuran A6. Isi kertas korea 80 gr 100 lbr. Cover: katun aneka corak dengan tali kulit sintetis dan batu kalimantan.

Thursday, September 17, 2009

Kancing Bungkus Bersulam Kepik

Ini cerita tentang kancing bungkus bersulam kepik yang menclok di dompet rajutan berbentuk amplop. Waktu itu aku baru saja beli alat pembuat kancing bungkus. Matras kancing yang aku punya ukurannya lumayan besar, diameter 3 cm, cukup lucu juga kalo di jadiin pin. Niatnya beli alat pembuat kancing bungkus juga memeng begitu. Pengen bikin pin tapi dengan menggunakan kain-kain yang di sulam atau di sablon. Nah si kancing kepik ini adalah edisi perdana dari kancing bersulam itu dan sejauh ini baru satu-satunya... heheheheh.. setelah ini aku jadi pengen bikin lagi kancing bersulam ini buat pin. Tunggu postingan cara bikinnya ya..

Karena cuma satu aja, akhirnya kancing bungkus bersulam kepik ini, dipake adikku untuk kancing dompet rajutan model amplop yang badannya di rajut elin, dan finishingnya di kerjain sama adikku.. Lucu kan, menurutku si kepik jadi kaya menclok di dompet anduk ..:)

Blank Card 'Jerangkong' Hadiah Tanto

" Len, ini buat kamu," kata Tanto sambil menyerahkan tiga box berukuran kartu nama kepadaku.
" Waktu itu saya, bikinin Marek blank card buat kartu nama dia, tapi Mareknya keburu pulang ke Belanda," jelas Tanto lagi. Alhasil aku dapet 3 box bergambar tengkorak ini yang isinya lembaran-lembaran kartu kosong seukuran kartu nama. Gambar-gambar ini Tanto ambil dari ebook "Human Body" dan kartu-kartu ini dibuat dengan print laser color digital.

Thanks ya to, jadinya aku bisa tulis buat ucapan yang aku selipin di kiriman-kiriman barang atau kado buat teman-temanku. Dan aku suka loh sama gambar tengkorak ini.. :)

Cermin Kenangan

Tiba-tiba saja, pas ngaca jadi inget bahwa cermin ini tanpa terasa umurnya sudah 16 tahun. WOW.. lama juga ya. Aku ingat, aku membuatnya sendiri waktu kelas 2 SMA. Waktu itu, bapakku Alm, membawa kayu-kayu bekas peti atau jati belanda dari kantornya. Kebetulan, sebuah majalah remaja: majalah MODE, menampilkan ide-ide menghias kamar dari bahan kayu bekas peti ini. Salah satunya gimana caranya bikin cermin sendiri. Dengan memanfaatkan kaso-kaso rangka peti, aku membuat cermin ini. Semua aku potong dan aku gergaji sendiri. Bapakku hanya memberitahukan gimana caranya memegang gergaji supaya mudah memotong kayunya, selebihnya dia membiarkan aku mengerjakannya sendiri. Hiasan batang kayu dan cincin baut itu variasi yang aku kembangkan sendiri.

Aku jadi keingetan, kok dulu itu aku ga males ya motong-montong kayu segala macem dan aku malah cenderung senang dengan keterampilan yang berbau pertukangan. Apa mungkin karena dulu aku begitu bersemangat dengan cita-citaku sebagai desainer interior? sekarang rasanya aku kok sangat malas memotong kayu atau bikin-bikin sesuatu yang memerlukan keterampilan itu. Padahal kalau dari segi alat, kakakku punya banyak alat-alat yang sudah menggunakan listrik: Bor listrik, gergaji listrik, amplas listrik dan sebenernya itu lebih mudah kalau mau membuat sesuatu, di bandingkan dulu yang alatnya masih sangat manual. Mungkin juga karena aku jarang di rumah, lebih banyak di toko juga sekarang, jadinya lebih milih bikin-bikin yang bisa di kerjain di toko.. Mmmm..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...