Search This Blog

Loading...

Saturday, September 13, 2014

Kolaborasi: Ndymoto X Vitarlenology Mini Zine Notebook

Ndymoto X Vitarlenology adalah sebuah kolaborasi antara Ndymoto dan Vitarlenology. Ndymoto atau Fendy, seorang fotografer berdomisili di Jakarta yang kesehariannya tak dapat lepas dari alat transportasi masal Commuterline yang coba ia tangkap dan abadikan lewat kameranya. Proyek ini menjadi proyek awal untuk membukukan 24 foto pilihan tangkapan  yang akrab dan menarik ke dalam format mini zine yang berpadu dengan buku catatan kosong garapan Vitarlenology. Buku ini hanya dicetak terbatas sebanyak 50 edisi, setiap buku akan diberi nomor.
Bagi yang tertarik sila hubungi Fendy ndymoto@gmail.com atau kunjungi laman www.ndymoto.com







Wednesday, September 10, 2014

Long Stitch Binding: New Pattern Part 1

Beberapa waktu terakhir ini, mulai mencoba pola-pola baru dengan teknik dasar Longstitch Binding. Rasa penasaranku bukan pada tekniknya, tapi bagaimana teknik ini bisa diaplikasikan dalam berbagai macam pola. Aku merasa lewat longstitch binding, aku seperti menyulam dan mengerjakan cross stitch. Kesukaanku pada pola-pola geometri, tribal dan pola-pola yang repetitif, bisa tersalurkan dengan mengeksplorasi longstitch binding ini. Tunggu pola-pola yang lain ya.. :)

Longstitch Binding #1 Hati

Longstitch Binding #2 Kuncup Hijau & Longstitch Binding #3 Bilik


Longstitch Binding # 4 Pohon Kembang

Friday, September 5, 2014

Book Binding: Silang Menyilang

Gara-gara ada permintaan bikin notebook dengan kertas isi kertas canson untuk HeartLab, studio tatto di Bali, akhirnya aku mencoba pola jahitan buku yang ini. Di jahit dengan menggunakan bahan kulit sapi asli.   Hasilnya jadi terlihat klasik. Kemudian aku coba lagi dengan menggunakan bahan kulit imitasi dan lebih berwarna-warni dengan kertas isi bookpaper dan tentunya dengan teknik yang lebih disempurnakan. Selain itu juga aku mencoba mengaplikasikan chain stitch ke salah satu binding ini. 


Monday, September 1, 2014

Dari Workshop Book Binding, Jakarta, Agustus 2014

24 Agustus 2014 lalu, bekerjasama dengan Kitty Manu, aku buka kelas book binding di Sinau Cafe, Panglima Polim, Jakarta. Kelasnya cukup meriah ada 19 orang yang ikut kelas ini: Yana Satir, Edita Atmaja, Ruth Marbun, Fiona Tjokro, Tiara Nabila, Diela Maharanie, Nanny Puspita, Alice Tandri, Mira Balya, Adhita, Fera Andriyani, Sophia Rengganis, Syifa Satyadira, Evi Noverida, Shelvia Hendoro, Kamila Andini, Christabel Dhianita, Sanchia Hamidjaja, Dina. Semuanya bersemangat meski kelas berlangsung 3 jam dan lewat jam makan siang .. hehehehe lupa bilang sebelum kelas dimulai perut mesti kenyang karena kelas ini menguras energi :D

Terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah mengikuti kelas ini, sampai jumpa di kelas berikutnya :) Yang di Surabaya siap-siap ya.. pertengahan Oktober aku buka kelas dalam rangka DIY Festival 2014.


Monday, August 4, 2014

Piknik Sepinik-pikniknya di Pasar-Pasaran, Ubud, Bali 2014

Oleh-oleh kisah yang tertunda dari acara Pasar-Pasaran, Ubud, Bali, 14-15 Juni 2014. Ini kali kedua aku mengikuti acara bazar yang menurutku paling mengasyikan yang pernah kuikuti. Suasana piknik dan keakraban di antara hijaunya halaman Garden Caffe, meninggalkan kesan yang selalu lekat dan manis seperti gula-gula. Membuat ingin dan selalu ingin kembali.

Keterlibatanku kali ini dalam Pasar-pasaran sedikit berbeda. Aku tidak hanya buka lapak, tapi juga buka kelas book binding di program baru Pasar-pasaran yaitu Pasar Prakarya. Ini kali pertama aku bikin workshop di luar Jawa, butuh sedikit strategi ngepak barang mengingat banyaknya bahan kebutuhan workshop dan juga barang jualan yang harus dibawa. Namun itu semua tidak jadi masalah ketika bertemu dengan teman-teman peserta workshop yang begitu bersemangat dan akrab. Aku bikin dua workshop book binding, pertama workshop book binding untuk anak-anak dan workshop kedua untuk dewasa. Workshop pertama mulai pk. 09.00 WITA, pesertanya satu orang dan menurutku dia anak yang sangat istimewa dan sangat trampil, namanya Nonoka bocah Jepang, putri ibu Naomi pemilik Kafe Topi. Meski baru berusia 7 tahun, Nonoka sudah terampil menggunakan pisau cutter dan dapat memotong kertas dengan baik, padahal aku cukup deg-degan melihatnya, takut Nonoka melukai tangannya. Tapi semuanya berjalan dengan baik. Senang sekali punya murid sangat berbakat seperti Nonoka.


Workshop kedua dilakukan setelah makan siang pk. 13.00 WITA. Ada delapan orang peserta yang bergabung di workshop ini. Kelas yang akrab dan setiap peserta bebas mengekpresikan keluh kesah dan kepuasannya ketika mengikuti setiap tahapan workshop. Menyenangkan karena dipenghujung kelas, setiap peserta puas dan bangga dengan hasil karyanya masing-masing :)


Esoknya, 15 Juni 2014 di hari Pasar-pasaran, cuaca Ubud terasa tak menentu. Pagi sempat mendung dan hujan. Ada keraguan apakah kecerahan piknik akan menyertai Pasar-pasaran kali ini atau hujan dan mendung yang akan menyelimuti?  Sepertinya semua berdoa dan berharap semesta. langit dan bumi merestui keceriaan dan kecerahan Pasar-pasaran. Sekitar pk. 11.00 WITA matahari dan langit akhirnya tampil meyakinkan untuk membalut keceriaan hari itu. Di Pasar-pasaran kali ini ada Tetangga Pak Gesang yang datang dari Bandung juga, untuk menggenapi keceriaan piknik. 
Sementara lapak pedagang keliling kali ini tidak terlalu banyak bawa barang dagangan karena koper sudah penuh dengan barang-barang keperluan workshop. Dan Ubud kali ini selain bersama Tetangga Pak Gesang, aku juga berangkat bersama teman baikku, Catur Ratna. Jadi Ubud kali ini lebih banyak dinikmati dengan santai bersama teman-teman baik. Terima kasih Arie, Eta, Anya yang memberi kesempatan untuk berpiknik dan bergembira bersama di Pasar-pasaran. 

Oya aku juga bikin notebook letterpress untuk merchandise Pasar-pasaran dan Arie Triono bikin flash disk dengan ukuran burung dari kayu.  Keren deh.. 

semoga bisa gembira bareng lagi di Pasar-pasaran berikutnya :D *ngarep dot com diajak lagi*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...