Search This Blog

Loading...

Monday, March 23, 2015

14 Hari Menjilid Dengan Cinta

Penting buatku, untuk terus menantang kemampuan diri sendiri terutama dalam hal keahlian jilid menjilid buku. Karena sudah memproklamirkan diri sebagai bookbinder, otomatis keahlian dan kemampuanku pun perlu terus menerus di asah. Adalah mba Indah Esjepe @esjepin yang membuat tantangan terbuka di instagram selama tanggal 1 Februari sampai 14 Februari 2015, untuk membuat apapun yang dicintai. Kesempatan ini tentu saja aku pergunakan untuk menjawab tantangan pada diri sendiri. Bisakah selama 14 hari aku membuat pola baru 'bookbinding' secara konsisten? Meski ada beberapa hari bolong karena mesti ke luar kota, aku tetap membayar tantangan itu dan menggenapinya  dengan 14 jenis pola baru 'bookbinding. Selama 14 hari ini aku banyak mengambil ide dari pola-pola 'embroidery' juga weaving (thanks to pinterest). Dan ternyata memindahkan motif-motif Yunani, geometris, oriental, ke dalam pola 'bookbinding' tidak semudah yang aku bayangkan. Banyak cara baru yang aku temukan untuk mengaplikasikan pola-pola ini. termasuk juga lebih mengenali lagi karakter bahan buat sampul yang sesuai dengan polanya. Hasilnya 14 pola berikut yang membuatku terus menerus mencari tantangan untuk mengasah kemampuan dan keahlianku dalam hal jilid-menjilid.


Hari #1 penasaran pengen nyobain motif kubus tiga dimensi ini, masih amburadul langkahnya karena urutannya lumayan rumit, mesti coba dan coba lagi sampai ketemu tahapan langkah jahitnya yg lebih sistematis.


Hari #2 adaptasi dari teknik sulam #guilloche #stitchdan sedikit variasi anyaman di bagian tengah.


Hari #3 nyobain pola yg keliatan gampang padahal ruwet kaya yg bikin �� tapi gara-gara nyoba pola ini jadi nemu 'yarn over' untuk diaplikasikan di #bookbinding



Hari #4 nyobain pola sulaman 'Herring Bone' untuk dijadikan pola #bookbinding dan dari satu pola ketika posisi beda, malah jadi bisa dua tampilan


Hari #5 Adaptasi #bookbinding dari salah satu motif sulaman india 'kamal kadai' dengan variasi anyaman.



Hari #6 menambahkan ceylon stitch (peruvian stitch atau knitting stitch) setelah dibongkar beberapa kali karena cari benang yang pas untuk efek rajutan pada punggung buku.



Hari #7 dasarnya dari #longstitch tapi dibikin selang-seling untuk membentuk motif bilik bambu


Hari #8 memperlancar 'yarn over' untuk pola-pola 'satu lubang rame-rame.. Salome' ���� hahhaha makin lama makin tau triknya.



Hari #9 Adaptasi motif oriental.

Hari #10 adaptasi dari motif Yunani juga cina yang biasa dijadikan ornamen pinggiran (border), hari ini menemukan cara yang praktis, mudah dan lebih presisi untuk membuat pola lubang.

Hari #11 eksplorasi diagonal meski cukup rumit tapi menyenangkan, karena ini seperti membebaskan diri dari bundelan-bundelan yg membatasi, seperti loncat-loncat antara satu bundel ke bundel lain dan menemukan jalur lompatannya. 


Hari #12 dasarnya masih dari pola Hari #11 tapi dengan variasi lain karena pas aku bikin pola ini inget kepangan rambut jadilah ini pola #bookbinding kepang rambut


Hari #13 hari ini salah pilih bahan buat sampul ����niatnya pengan memanfaatkan bahan #suede yang ada, tapi berhubung pola yang aku pake adalah pola #geometri yang menuntut kepresisian yang menyambungkan setiap garis, bahan suede berwarna gelap menjadi pilihan yang sangat tidak tepat. Kenapa? Karena semua lubang penanda yang sudah dibikin bener-bener ga keliatan. Bahan suede ketika dilubangi, lubangnya seperti ketutup lagi dan itu membuat garis-garis jahitan jadi menceng-menceng ga karuan. Pelajaran mengenali karakteristik bahan dan kalo ga dicoba ga akan tau *menghibur diri* ��

Hari #14 menutup #14daysoflove#14daysofbookbinding #14harimenciptadengancinta Dengan pola hati terpanah, pola yang pernah aku buat tapi aku modifikasi lagi dengan tambahan panah dan anyaman. Hari ini juga masih penasaran sama bahan suede dan biar ga menceng-menceng lubangnya ditandai aja pake spidol perak �� solusi yg mudah aja sebenernya! Pola ini aku persembahkan untuk orang-orang yang aku sayangi yang selalu membuat aku merasa beruntung atas hidup dan bersilangan membentuk pola-pola interaksi bersama.




Thursday, January 22, 2015

Dari Workshop Book Binding di Catalyst Art Shop, Jakarta

Awal Januari tepatnya tanggal 10 Januari 2015 lalu, aku kembali menggelar workshop book binding di luar Bandung. Kali ini di Catalyst Art Shop di Jl. Kemang Utara Raya No. 50 Jakarta. Ada sebelas peserta yang mengikuti dengan tekun pelajaran cara menjilid dengan teknik simple binding, 2 in 1 (do si do), longstitch binding dan french link binding. Teknik dasar yang bisa dikembangkan lebih jauh oleh peserta. Berhubung banyak yang ingin ikutan tapi ga kebagian tempat, rencananya bulan Februari akan ada lagi jadwal workshop bookbinding di  Sampai jumpa di workshop berikutnya ya.. :)



Terima kasih untuk semua peserta yang sudah gabung di workshop ini, selamat mencoba di rumah ya.. :)

Tuesday, January 6, 2015

Mari Mencatat Kumpulan Rasa

Ketika ingat rasa masakan, apalagi itu masakan rumah, masakan ibu, yang terbayang bukan hanya bentuk masakan dan rasa masakan itu sendiri, tapi seluruh peristiwa beserta detail-detail yang menyertainya akan bangkit kembali. Aku jadi ingat, ketika mengenang soal gula kelapa yang ada dimasakan ibuku dan bagiamana ibuku meminta budeku mengirimkan gula kelapa beserta asem jawa dari Yogjakarta ke Bandung setiap bulannya. Ibu ingin memasak masakan Jawa yang otentik. Bagi ibuku sebagai perantau di kota Bandung, tidak ada yang bisa membuat sebuah masakan terasa otentik jika tidak menggunakan bahan atau bumbu dari tempat asalnya. Ketika kisah ini dikutip di liputan Jelajah Kuliner Kompas 'Empat Wangsa Sedulur Rasa', aku tak kuasa membendung tangis ketika membacanya kembali. Seketika semua rasa masakan dan kenangan masa itu menyesaki ingatanku dan menggugah rasa lekat dalam kepekatan kenangan akan 'rasa ibu', apalagi dikenang ketika kondisi ibu sudah tidak lagi memungkinkan untuk memasak. 



Hal lain soal mengenang rasa masakan ibu, ketika aku jauh dari rumah. Di negeri orang dan sangat rindu rasa sayur daun singkong. Sementara tidak ada menu sayur daun singkong di restoran Indonesia  di kota seperti New York. Ketika kerinduan akan rasa masakan itu tidak terpenuhi, yang terjadi adalah rasa rindu rumah menjadi semakin menjadi-jadi. Karena pulang kemudian menjadi identik dengan merasakan masakan rumah, masakan ibu. Di New York pulalah aku menemukan kegiatan yang menyadarkanku bagaimana aku selama ini hanya bisa merindukan rasa masakan-masakan ibuku namun tidak pernah menyimpan pengetahuan tentangnya. Aku tidak pernah sungguh-sungguh mencatat resep-resep dari masakan ibuku, selama ini aku lebih memilih sebagai penikmat saja, tapi tidak sungguh-sungguh berusaha menjadi pewaris pengetahuannya. Padahal resep masakan ibu menurutku adalah warisan pengetahuan yang tidak kalah otentik dengan masakan yang dimasaknya itu sendiri.

Adalah  Sweet Tooth of The Tiger yang didirikan Tracy Candio, seniman asal Brooklyn, NYC, yang menjadikan memasak kue sebagai cara dia membuat karya seni yang lebih partisipatif. Dalam salah satu pertemuan rutin senin sore 'Monday Craft Night', Etsy Lab di Brooklyn, NYC, tahun 2008 lalu, Tracy mengajak yang hadir di acara ini_termasuk aku_ untuk membuat buku resep bersama. Selain mencicipi kue-kue yang dibuat oleh Sweet Tooth of The Tiger, lembaran-lembaran resep yang telah dituliskan ini kemudian di jilid jadi satu menjadi sebuah buku kecil kumpulan resep. Setelah jadi setiap kontributor resep, menceritakan kisah personal yang berhubungan dengan resep  masing-masing.

Ketika teman-teman dari Aliansi Untuk Desa Sejahtera ingin berdiskusi tentang masalah pangan lokal hari minggu 4 Januari 2015 kemarin di Tobucil & Klabs, aku terpikir untuk memasukan kegiatan lokakarya membuat buku kumpulan resep ini sebagai salah satu bentuk kegiatannya. Terinspirasi dari kenangan akan rasa, keinginan mencatat pengetahuan akan rasa masakan ibu dan pengalaman mengikuti lokakarya ini besama Sweet Tooth of The Tiger, maka aku mengajak teman-teman untuk membuat buku kumpulan resep masakan favorit ini.
Setiap peserta membawa minimal satu resep masakan favoritnya dan menuliskannya kembali dengan tulisan tangan mereka masing-masing dalam secarik kertas. Kemudian lembaran-lembaran resep tulisan tangan ini di pindai, di susun lalu di cetak dengan mesin printer dan setelah itu di jilid dengan teknik 'simple binding'. Setiap peserta  yang ikut, membawa satu salinan buku kumpulan resep. Menurutku, kembali ke bahan pangan lokal itu juga berarti kembali mengumpulkan dan mencatat kembali rasa dan ingatan yang 'lokal' itu, mengumpulkan dan mencatat pengetahuannya. Dan itu bisa dimulai dari apa yang biasa dimakan di rumah, bisa dimulai dari mengumpulkan dan mencatat resep-resep masakan ibu. Yuk..!

Saturday, September 13, 2014

Kolaborasi: Ndymoto X Vitarlenology Mini Zine Notebook

Ndymoto X Vitarlenology adalah sebuah kolaborasi antara Ndymoto dan Vitarlenology. Ndymoto atau Fendy, seorang fotografer berdomisili di Jakarta yang kesehariannya tak dapat lepas dari alat transportasi masal Commuterline yang coba ia tangkap dan abadikan lewat kameranya. Proyek ini menjadi proyek awal untuk membukukan 24 foto pilihan tangkapan  yang akrab dan menarik ke dalam format mini zine yang berpadu dengan buku catatan kosong garapan Vitarlenology. Buku ini hanya dicetak terbatas sebanyak 50 edisi, setiap buku akan diberi nomor.
Bagi yang tertarik sila hubungi Fendy ndymoto@gmail.com atau kunjungi laman www.ndymoto.com







Wednesday, September 10, 2014

Long Stitch Binding: New Pattern Part 1

Beberapa waktu terakhir ini, mulai mencoba pola-pola baru dengan teknik dasar Longstitch Binding. Rasa penasaranku bukan pada tekniknya, tapi bagaimana teknik ini bisa diaplikasikan dalam berbagai macam pola. Aku merasa lewat longstitch binding, aku seperti menyulam dan mengerjakan cross stitch. Kesukaanku pada pola-pola geometri, tribal dan pola-pola yang repetitif, bisa tersalurkan dengan mengeksplorasi longstitch binding ini. Tunggu pola-pola yang lain ya.. :)

Longstitch Binding #1 Hati

Longstitch Binding #2 Kuncup Hijau & Longstitch Binding #3 Bilik


Longstitch Binding # 4 Pohon Kembang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...